Ratusan Perempuan Hadiri Kampanye Anti Kekerasan Seksual dan Perempuan
BANGKO – Ratusan perempuan di Bagansiapiapi dari berbagai kalangan baik orang tua, dewasa dan remja turut meramaikan acara “One Billion Rising” atau Kampanye anti kekerasan seksual dan kekerasan terhadap perempuan. Acara diselenggarakan di Taman Kota, Bagansiapiapi, Minggu (14/2/16) pagi.
Saat dikonfirmasi, Rani (18) salah satu peserta acara tersebut, menjelaskan. Saya datang kesini atas partisifasi saya pribadi, yang sebelumnya saya mendapat kabar baik ini dari teman satu kelas saya, yang mana dia mengajak saya untuk turun dihari minggu pagi dan berkumpul ditaman kota dalam acara Kampanye anti kekerasan seksual dan kekerasan terhadap perempuan.
“Ini acara bagus, saya sangat tertarik. Ini akan menjadi motifasi kita sebagai wanita untuk menyuarakan stop segala macam kekerasan terhadap perempuan serta anak,” kata Rani, remaja yang masih duduk dibangku sekolah ini.
Ditambahkan Rani kembali, kalau tak salah acara ini baru pertama kali diadakan di Rohil. Semoga acara ini bisa ada setiap tahunnya guna menyemangati setiap wanita terutamanya kaum Ibu-ibu dalam kehidupan berumah tangga dan sekaligus dapat melindungi anak.
“Kita sangat prihatin dengan kehidupan para wanita terutamanya kaum Ibu, karena kekerasan bisa menimpah mereka kapan saja. Ayooo… suarakan, lawan kekerasan terhadap kaum wanita,” tutupnya.(emel)
Posted: 10:05 am, Februari 14, 2016
Sumber : http://www.gopesisir.com
Last Updated (Monday, 22 February 2016 11:15)
Pernyataan Bersama dan Siaran Pers "Perempuan Melawan Kekerasan"ONE BILLION RISING Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) tidak berdiri sendiri, melainkan selalu terkait dengan isu social lainnya. KTP juga fenomena global. Kekerasan terhadap perempuan juga menjadi agenda komunitas internasional dan resmi diakui sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Last Updated (Monday, 22 February 2016 11:17) Pelatihan Pengolahan Database HKSRDisadari atau tidak oleh perempuan, sampai saat ini pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) Perempuan masih banyak mengalami masalah. Perempuan perdesaan, miskin kota dan perempuan muda masih sulit mendapatkan informasi dan pelayanan HKSR yang diperlukan. Rumah sakit dan klinik yang disediakan pemerintah belum dapat memberikan informasi yang cukup tentang berbagai persoalan HKSR serta belum mampu menyediakan pelayanan HKSR yang baik. Dari hasil penelitian Permampu tentang Mengenali Berbagai Issue Seputar Kehamilan yang Tidak Diinginkan / KTD yang dilakukan oleh 8 LSM di delapan Propinsi Pulau Sumatra, termasuk PPSW Sumatra di Riau, diperoleh data tingginya angka KTD yang disebabkan antara lain karena kurangnya informasi (pengetahuan) tentang kehamilan akibat kesalahan cara menggunakan alat kontrasepsi, kehamilan dibawah umur 20 tahun dan kehamilan akibat perkosaan. Dampak dari KTD adalah adanya keinginan menggugurkan kandungan baik secara tradisional dengan minuman jamu atau pergi ke tempat-tempat yang dapat membantu menggugurkan kandungan. KTD hanya satu dari sekian banyaknya persoalan kesehatan reproduksi yang dialami perempuan dan belum mendapatkan pelayanan yang cukup.
Last Updated (Monday, 22 February 2016 11:16) |



















