mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini33
mod_vvisit_counterKemarin12
mod_vvisit_counterMinggu ini60
mod_vvisit_counterMinggu lalu135
mod_vvisit_counterBulan ini255
mod_vvisit_counterBulan lalu430
mod_vvisit_counterTotal166523
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) menggelar seminar pemilih cerdas di Aula IPS Center, Pidie, Jumat (27/3). Kegiatan yang diikuti 50 peserta perempuan dari Kecamatan Sakti, Pidie bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan terhadap demokrasi serta partisipasi dalam Pemilu 2009 di Aceh.

Panitia pelaksana, Erlina Juwita, kepada Harian Aceh, Jumat (27/3), mengatakan, dalam Pemilu yang digelar 9 April nanti, perempuan memiliki peran penting khususnya dalam menentukan pilihannya. “Penting bagi perempuan memilih partai atau caleg yang nantinya bisa berpihak kepada kaum perempuan,” ujarnya.

Fasilitator kegiatan, ibu yayuk dari PPSW Jakarta, mengatakan, masyarakat perlu melihat para caleg-caleg yang punya kualitas tinggi untuk dipilihnya nanti agar mampu mengemban tugas sebagai legislator dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.” Jangan asal pilih dalam pemilu nanti karena hal tersebut bisa merugikan rakyat,” katanya. (cmh)

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:27)

 

Ketertinggalan perempuan dalam ranah publik disebabkan konstruksi sosial yang terbangun dalam sebuah keluarga dengan menomorduakan posisinya. Tanpa disadari, hal tersebut membudaya dalam keluarga sehingga perilaku tersebut membunuh kreativitas perempuan untuk maju.

Demikian berkembang dalam training gender yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) bekerjasama dengan The Asia Foundation, di Wisma Safira, Kota Sigli, Senin, (26/7).

“Peluang bagi perempuan sangat minim dibandingkan laki-laki, seperti adanya batasan serta factor social dan kebiasaan yang terbangun dalam sebuah keluarga sehingga laki-laki lebih dominant, terutama dalam hal pendidikan. Sedangkan perempuan terjebak dengan pekerjaan domestic rumah tangga,” ujar Titik Hartini, fasilitator training, kemarin.

Perilaku demikian, katanya, terus terjadi dalam keluarga selama tanpa disadari secara sistematis membuat kaum perempuan terus tertinggal tidak hanya pendidikan, tapi juga kesahatan.

Hal tersebut diakui seorang peserta yang mengaku dalam bidang hukum dan kesempatan dalam urusan ekonomi, juga terjadi hal yang sama.“Kami terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga sehingga tertinggal dalam segala sector seperti hukum, kesehatan dan juga ekonomi, “Kata Cut Putri, salah seorang peserta dalam pertemuan tersebut.

Sementara Ketua Pelaksana, Erlina juwita, menerangkan, kegiatan ini diikuti 30 orang peserta perempuan, yang mereka dampingi selama ini. Melalui training tersebut, katanya, muncul perubahan paradigma berfikir para perempuan, agar lebih progresif untuk bersaing dalam pengambilan keran disegala sector baik dalam mengisi ranah public maupun ranah lainnya. (cmh)

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:25)

 

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) bekerjasama dengan Asia Foundation memberikan pelatihan komputer bagi 16 perempuan di Kecamatan Mutiara, Pidie, Senin (4/5)

Staf Asia Foundation, Erica mengatakan selain membiayai proses pentrainingan juga menghibahkan empat komputer kepada kelompok perempuan, yang nantinya menjadi aset lembaga mereka.

Sementara Ketua Panitia, Juairiah mengatakan dalam kegiatan tersebut selain diajarkan tentang pengenalan komputer juga diajarkan tentang program Microsof Exel dengan harapan mereka nantinya akan mampu membuat laporan keuangan lembaga mikro.

Acara tersebut berlangsung selama empat hari (30 April-4 Mei) di kantor PPSW Aceh di Kacamatan Mutiara Pidie. Para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari Bireun, Pidie, Aceh Timur dan Aceh Besar, masing-masing 3 peserta dan 4 pendamping. (cmh)

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:28)

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia