Selain sebagai tempat berbagi pengalaman, pertemuan Forum Kholifatunnisa juga tempat mencurahkan segala permasalahan yang dihadapi ibu-ibu pengurus di lingkungan kelompok dan koperasi dampingan Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita [PPSW] Pasoendan di Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Pertemuan Forum Kholifatunnisa dilaksanakan satu bulan sekali yang diselenggarakan oleh PPSW Pasoendan wilayah Sukabumi. Ada 20 ibu-ibu pengurus kelompok dan koperasi bercerita suka-duka pada saat mengelola kelompok dan Koperasi [29/3/2010]. Menurut koordinator PPSW Pasoendan, Endang Sri Rahayu [27], melalui pertemuan Forum Kholifatunnisa ibu-ibu pengurus kelompok dan koperasi banyak belajar pelbagai hal untuk mengatasi permasalahan di lingkungan kelompok dan koperasinya.
Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:55)
Read more...
Bergabung dengan PPSW bukanlah hal yang mudah untuk Rohaeti. Rohaeti atau biasa dipanggil Iroh atau Eroy oleh rekan-rekan seperjuangannya adalah sosok perempuan kuat fisik dan mentalnya, sosok perempuan pemimpin yang bisa membimbing kelompok perempuan basis menuju masa pencerahan. Iroh yang berusia 39 tahun adalah ketua koperasi Kondang Jaya, ketua forum wilayah Pandeglang, guru honorer SD di Pandeglang, penjual baju kreditan, dan pengurus KWPS (Koperasi Wanita Pengembang Sumberdaya).
Bermula pada tahun 2001, ketika itu Iroh menjadi kader di desa Kondang Jaya, Iroh kebetulan dekat dengan ibu kepala desa. Saat itu ibu kepala desa Kondang Jaya ingin membuat sebuah koperasi di desanya namun bingung memilih siapa saja pengurusnya, dan beliau pun menunjuk Iroh sebagai pengurus koperasi itu. Sebelum koperasi itu terwujud, seorang kader kelompok dampingan PPSW yang sudah berdiri sejak tahun 90-an menceritakan, bahwa di desanya sudah terbentuk koperasi simpan pinjam yang kegiatannya bukan hanya simpan pinjam, tapi banyak pelatihan-pelatihannya dan ada yang membimbing.
Bermula pada tahun 2001, ketika itu Iroh menjadi kader di desa Kondang Jaya, Iroh kebetulan dekat dengan ibu kepala desa. Saat itu ibu kepala desa Kondang Jaya ingin membuat sebuah koperasi di desanya namun bingung memilih siapa saja pengurusnya, dan beliau pun menunjuk Iroh sebagai pengurus koperasi itu. Sebelum koperasi itu terwujud, seorang kader kelompok dampingan PPSW yang sudah berdiri sejak tahun 90-an menceritakan, bahwa di desanya sudah terbentuk koperasi simpan pinjam yang kegiatannya bukan hanya simpan pinjam, tapi banyak pelatihan-pelatihannya dan ada yang membimbing.Setelah itu ibu kepala desa dan Iroh pun diundang oleh kader tersebut untuk mengikuti pelatihan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan. Saat itu Iroh dan ibu kepala desa merasa tersanjung dan senang karena walaupun mereka bukan anggota kelompok dampingan PPSW tapi diundang ke acara tersebut.
Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:56)
Read more...
KAUM perempuan di Kabupaten Pandeglang banyak direpotkan dengan pengenaan tarif angkutan kota di wilayah itu yang dinilainya tidak jelas. Mereka menyoroti masalah itu akibat ketidakjelasan instansi terkait di Pandeglang.
Sorotan, keluhan, dan kritikan terhadap masalah itu ditumpahkan para peserla dialog kebijakan pertema "Peranserta Perempuan Basis dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat' yang digelar di Gedung PKPRI Pandeglang, kemarin. Dialog yang diselenggarakan LSM Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pandeglang bekerjasama Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perempuan (PMDP) daerah setempat diikuti sedikitnya 100 orang kaum wanita berasal dari tujuh kecamatan.
Koordinalor PPSW Pandeglang, Ratu Fiva Saptarina, mengemukakan, dialog dimaksudkan menangkap permasalahan yang dihadapi kaum wanita di tingkat bawah, baik sebagai ibu rumahtangga maupun pelaku hubungan kemasyarakatan. M
elalui kesempatan itu, perempuau Pandeglang mencoba didekatkan pada lembaga Iembaga pelaksana kebijakan agar dapat menyerap informasi serta menyampaikan pernik masalah terkait dengan kebijakan dimaksud yang mereka hadapi sehari-hari.
Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:55)
Read more...
SUKABUMI (Pos Kota) -Kisah pilu para TKW terus berulang. Masitoh,35, warga Kampung Cimaja, Desa Buniwangi, Kecamatan Geger Bitung, Kabupaten Sukabumi, sejak 9 tahun lalu lenyap tanpa kabar.
Menurut suaminya, Nadin, Jumat (22/6), istrinya berangkat ke Arab Saudi 11 tahun lalu, sekitar tahun 1996, melalui sebuah perusahaan jasa tenaga kerja PT Amri di Jakarta. Pada dua tahun pertama, istrinya masih memberi kabar melalui surat atau telepon. Bahkan sempat mengirim pakaian ke kampung halaman. Tapi setelah itu, Masitoh tak pernah lagi berkirim kabar.
“Sudah sembilan tahun ini, isteri saya tak pernah lagi berkirim kabar. Saya juga kebingungan untuk mencarinya,“ ujar Nadin.
Beberapa tahun terakhir, Nadin mengaku dibantu LSM yang mempunyai kepedulian dalam masalah TKW seperti Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Wanita (PPSW) dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, berupaya mencari istrinya. Namun hasilnya masih nihil.
Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:55)
Read more...
|