Workshop APTI, Merasakan Menjadi Lansia

WS Apti Women Growing Older and Their Needs

Jaringan Asosiasi Perempuan Tangguh Indonesia (APTI) pada tanggal 29 Juli 2016 mengadakan worskshop tentang “Women Growing Older and Their Needs” difasilitasi oleh Susana Concordo Harding, dari Tsao Foundation, Singapura.

Workshop ini diselenggaralan sebagai upaya peningkatan kapasitas para anggota APTI sebagai organisasi jaringan sosial baru sehingga diharapkan bisa memberikan energi masing-masing anggota dalam melakukan kerja-kerja pemberdayaan dan kemandirian ekonomi perempuan di Indonesia.

Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anggota APTI perihal kelanjutusiaan, memberikan informasi mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pendidikan keuangan dan membuat langkah-langkah strategis advokasi APTI kedepan.

Workshop yang diselenggarakan di Hotel Atlet Century, Jakarta tersebut dihadiri oleh 22 orang, yang mewakili lembaga-lembaga anggota APTI. Saat in anggota APTI berjumlah 15 lembaga yang peduli terhadap pendidikan keuangan atau financial literacy di Indonsia, yaitu Asosiasi PPSW, Ombudsment RI, MICRA, Mercy Corp Indonesia, PEKKA, Senoir Club Indonesia, UKMC-UI, CAS-UI, FSPB, PPKM Indonesia dan IPB.

Di sesi pertama, Susana mengajak peserta untuk “memandang” orang tua melalui media foto, lalu mendiskripsikan lansia, seperti apa. Semua peserta ketika mendiskripsikan lansia, umumnya menjadi negatif misalnya kesehatan menurun, masa depan suram, pikun dll.

Namun ketika ditanyakan ke dirinya sendiri jika menjadi lansia, maka jawabannya menjadi positif. Misalnya, ketia saya menjadi lansia akan; banyak teman, sering jalan-jalan, banyak uang, dll. Susana mengajak peserta “….ketia kita melihat diri kita sebagai lansia itu positif, maka kita juga harus bisa menilai manula secara umum juga positif”.

Sesi berikutnya Susana mengajak peserta merasakan menjadi lansia melalui permainan-permainan, seperti memakai sarung tangan dan berkacamata gelap lalu memasukkan benang dalam jarum, mematahkan obat berbentuk tablet yang kecil, dan membaca tulisan koran.

Dari permainan tersebut peserta merasakan menjadi lansia memang tidak mudah dan penuh perjuangan jikan aka melakukan sesuatu. Susana mengatakan “teknologi sekarang, seperti layar sentuh yang ada di HP atau tab mempermudah para lansia untuk mengakses informasi, berkomunikasi dan juga mengisi waktu luang mereka”.

Workshop ini juga mengundang narasumber Prof. Nugroho Abikusno, Ketua Komnas Lansia RI, yang mempresentasikan tentang “Ageing and Matur Women in Indonesia”. Prof Nug menampilkan tentang data-data lansia di Indonesia dan tips-tips yang sebaiknya dilakukan oleh lansia, dari segi konsumsi, olah raga, menjaga tubuh agar tetap sehat sampai lansia, dan pentingnya pendidikan keuangan.

Di akhir sesi, Yayah Sobariah selaku Sekretaris Eksekutif Asosiasi PPSW memfasiltasi tentang refleksi perjalanan satu tahun APTI, dan rencana satu tahun ke depan. Salah satu agenda yang akan datang adalah ada aksi kolektif yang dilakukan besama APTI pada saat hari perayaan lansia Asia. Anggota APTI melakukan di lembaga masing-masing dengan waktu dan hari yang sama. (shd)