Melek Keuangan demi Kebebasan Finansial

melek keuangan, dampingan PPSW Pontianak

Media Indonesia.com. PENDIDIKAN Keuangan untuk Perempuan Usia Matang mengedukasi kaum perempuan berusia 40 tahun ke atas agar mencapai kebebasan finansial. Program ini merangkul peserta didik dari kaum perempuan di wilayah tertinggal yang minim pengetahuan dan akses mengenai pengelolaan keuangan.

Selain di Kalimantan Barat, pendidikan serupa juga digulirkan di Aceh, Riau, Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Tercatat ada 4.175 alumnus pendidikan keuangan ini di Indonesia, dengan tingkat kelulusan rata-rata 98%.

“Angka drop out sangat kecil, yakni di bawah 2%. Mereka yang tidak lulus kebanyakan karena sakit atau pindah domisili, bukan malas atau persoalan domestik,” kata Badan Pengurus Asosiasi PPSW Indonesia, Tri Endang Sulistyowati.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita (PPSW) setempat selaku pelaksana program di daerah memang tidak sembarangan memilih calon peserta. Identifikasi berlangsung ketat di tengah antusiasme para peminat agar tidak ada peserta pendidikan yang putus di tengah jalan.

Menurut Tri, program yang disokong Citi Foundation melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya) ini mampu mengubah paradigma peserta pelatihan. Berbagai ilmu keuangan tersebut mereka praktikkan dalam rumah tangga maupun di dunia usaha.

“Aset dan tabungan mereka meningkat. Begitu pula partisipasi sosial di masyarakat, dan usaha mereka semakin termotivasi untuk mengembangkannya,” jelas Tri.

Program yang dimulai sejak 2011 ini setahun belakangan memfokuskan perempuan berusia produktif di kawasan urban sebagai peserta. Diharapkan 60% dari 200 peserta pada 2015 tersebut bisa melek keuangan, dan 40% lainnya mampu membuka peluang usaha.

“Kami juga melibatkan staf sebagai relawan di beberapa daerah untuk memberikan materi pengelolaan keuangan dan perbankan,” kata Humas Citi Indonesia, Puni A Anjungsari.

Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Usia Matang bersinergi dengan berbagai program pemberdayaan yang difasilitasi PPSW. Sinergitas ini diharapkan semakin mendorong tingkat pengetahuan perempuan mengenai keuangan. Berdasarkan data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013, hanya 18,84% perempuan Indonesia yang melek keuangan.

“Padahal, sebagian besar pengelolaan keuangan dilakukan oleh perempuan. Mereka itu direktur atau manajer keuangan di keluarga,” pungkas Puni. (AR/N-3)