Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Sudah Wisuda 4.000 Perempuan Akar Rumput

wisuda sekolah Citi-PPSW

Pontianak, Warta Volare – Kembali, Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo meluluskan 88 perempuan akar rumput yang telah melewati 24 materi Pendidikan Keuangan setiap sesinya. Mereka yang telah dinyatakan lulus telah diwisuda . Kali ini, tema yang diusung adalah “Mewujudkan Perempuan Pontianak Yang Mandiri dan Sejahtera dalam Keuangan” yang digelar tanggal 2 Juni 2016 di Aula Wakil Walikota Pontianak.

Menurut Direktur PPSW Kalbar Reni Hidjazie. Kegiatan ini dimulai sejak 2010, di mana awalnya PPSW bersama Citi Peduli dan Berkarya (Peka) mengembangkan program Pendidikan Keuangan untuk Perempuan usia 40 tahun ke atas di Provinsi Aceh, Riau, Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

Hingga kini, sudah ada lebih dari 4.000 perempuan akar rumput yang terbagi dalam 9 Angkatan di masing – masing wilayah yang telah mengikuti pendidikan keuangan ini selama 6 bulan per angkatan. Program ini biasanya disebut dengan Sekolah Citi.

Kata Reny, setelah lima tahun program berjalan, telah banyak perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku dari masing-masing alumni Sekolah Citi secara nasional, diantaranya alumni lebih memahami diri sendiri (75,25%), lebih percaya diri (72,28%) mampu berkomunikasi lebih baik dengan keluarga (69,31%), lebih optimis dan mandiri di hari tua (68,32%) mampu membuat rencana keuangan (56,44%) dan mampu membuat rencana ekonomi/usaha (49,50%).

“Selain itu, ada perubahan signifikan yang dirasakan oleh peserta pendidikan keuangan terkait dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi dengan bertambahnya tabungan, berkembangnya usaha yang dikelola dan pengurangan atau pelunasan hutang. Meningkatnya akses peserta pada sumberdaya baik informasi, pengetahuan, modal, pasar dan sebagaiannya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, hal ini berpengaruh terhadap peningkatan kesadaran kritis tentang kelanjutusiaan, pentingnya rencana keuangan untuk hari tua, kesadaran tentang pentingnya rencana keuangan untuk hari tua.

“Juga peningkatan partisipasi perempuan dalam kegiatan koperasi, kegiatan sosial di masyarakat maupun kegiatan dikomunitas untuk proses perencanaan pembangunan (Musrenbang). Kontrol atau penguasaan aset. melalui peningkatan investasi, tabungan. Komunikasi dan relasi yang lebih baik dengan suami dan anak, serta lebih mandiri dan lebih bisa mengatur keuangan dalam rumah tangga, bisa menabung untuk menyongsong hari tua yang lebih baik,” jelasnya. (Wati Susilawati)