Susilah, Tutor Pendidikan Keuangan Yang Handal

Ibu Susilah

Nama saya Susilah, dalam keseharian saya di panggil Mbak Ella atau Ella, usia 49 tahun. Saya mempunyai empat orang anak yaitu dua laki-laki dan dua perempuan. Profesi saya awalnya hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) biasa dan suami saya juga hanya bekerja wiraswasta. Dirumah saya mempunyai sebuah usaha yaitu warung kecil-kecilan dan hanya menjual sekadarnya saja karena kekurangan modal, seperti sembako dan makanan ringan.

Pada pertengahan 2010 saya berjualan pecal atau biasa disebut gado-gado di warung kecil saya. Mengingat anak saya yang ketiga sangat membutuhkan biaya yang banyak untuk kuliahnya. Saya dan suami berjuang mati-matian supaya anak saya dapat selesai kuliah tepat waktu karena saat itu keuangan keluarga saya sangat memburuk sekali. Bahkan saya sempat putus asa, khawatir anak saya tidak dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu, disebabkan biaya yang tidak bisa kami penuhi.

Saya sangat terpukul dan bingung, tetapi saya tetap berusaha bangkit dan punya satu tujuan saat itu bahwa “Anak saya harus selesai kuliah dan tercapai semua cita-citanya sehingga kelak hidupnya tidak susah seperti sayai”.
Dalam keputusasaa, saya selalu berdo’a kepada Allah dan berharap akan ada keajaiban yang dating menghampiri saya. Semua saya lakukan demi anak saya, dan ternyata Allah meridhoi semua harapan saya, keajaiban itu benar-benar datang menghampiri saya melalui Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) ini.

Tepatnya hari dan tanggal berapa saya lupa, saya mendapatkan selebaran tentang pendaftaran menjadi peserta Pelatihan Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang, yang dilakukan oleh PPSW Borneo. Saya pelajari dan diskusi dengan keluarga, Alhamdulillah keluarga sangat mendukung untuk mengikuti kegiatan PPSW ini.

Pada tanggal 23 Januari 2013, saya mulai mengikuti kegiatan PPSW. Awalnya saya tidak percaya diri mengikuti kegiatan ini karena saya berfikir saya ini hanya sebagai IRT biasa dan tidak perna merasakan bangku kuliah, tetapi saya berfikir ulang dengan Motto “Saat ini juga atau tidak sama sekali”.

Tekad saya sangat bulat dan semangat begitu tinggi untuk dapat merubah keadaan. Jadi saya tetap bertahan dan terus mengikuti semua proses yang di berikan PPSW ini. Saya mengikuti pendidikan keuangan bagi perempuan matang dan pada saat itu saya berada pada angkatan tiga dengan jumlah peserta 83 orang.

Mengikuti kegiatan PPSW ini sangat tidak mudah, karena banyaki tantangannya sebagai contoh saya harus bisa membagi waktu untuk berjualan, mengurus rumah tangga dan belajar. Bahkan tidak sedikit dari orang-orang sekitar yang mencibir kegiatan yang saya lakukan, karena menurut sebagian orang kegiatan ini hanya akan berbuah sia-sia saja. Banyak orang yang beranggapan bahwa ketika sudah tua semuanya sudah terlambat, dan tidak ada gunanya untuk belajar lagi. Mereka bebas untuk berasumsi apapun, karena dalam pikiran saya tidak ada kata terlambat, selagi masih ada kesempatan semuanya tidak akan sia-sia.

Dalam mengikuti kegiatan di PPSW Borneo, selain banyak teman dan kolega baru, ternyata sangat banyak sekali ilmu pengetahuan yang saya dapatkan bahkan tidak pernah terfikirkan sebelumnya salah satunya adalah “Mengatur Keuangan Rumah Tangga”. Setiap proses satu persatu saya ikuti dan terpakan dirumah, dengan penuh kesabaran dan akhirnya saya berhasil. Dengan keberhasilan ini saya semakin semangat untuk tahu lebih jauh tentang PPSW.

Sedikit demi sedikit saya mulai memahami perkembangan setiap kegiatan yang saya lakukan dengan PPSW Borneo. Banyak sekali metode yang di berikan, bukan hanya bagi rumah tangga tetapi juga merambah ke usaha saya. Dari keberhasilan dan kegigihan saya, saya di percaya untuk membantu teman-teman dalam mengembangkan PPSW ini dengan menjadi tutor pada pelatihan Pendidikan Keuangan PPSW angkatan selanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi kerjutan tersendiri bagi saya, karena selama ini saya merasa tidak bisa apa-apa, minder bahkan tidak punya keberanaian untuk bicara di depan umum. Namun berkat dukungan dan kepercayaan teman-teman seperjuangan akhirnya saya terima hingga saat ini saya tetap menjadi tutor di PPSW ini.
Demi kelancaran dalam penyampaian materi kepada peserta PPSW, dibentuk sebuah tim dan di sebar kesetiap penjuru. Selain itu pembentukan tim ini bertujuan mempererat tali silahturahmi dan diskusi jika ada kendala ataupun rencana lainnya terkait kegiatan PPSW.

Sebagai rasa terimakasih saya kepada lembaga PPSW ini, saya ingin mengajak masyarakat yang lainnya untuk dapat belajar, dan mengembangkan ilmu yang sudah diberikan karena hingga saat ini masih saja ada orang yang beranggapan bahwa kegiatan ini sangat tidak penting dan hanya sia-sia saja. Perlu ditekankan sekali lagi tidak yang sia-sia jika kita mau berusaha dan selalu bersikap optimis.

Alhamdulillah pada tahun 2016 saya lolos dalam seleksi enterprenuership 2015 kategori budaya masuk dalam 4 besar. Ini merupakan kebanggaan tersendiri buat saya. Saya sangat bersyukur atas apa yang saya raih berkat bantuan PPSW Borneo, dari segi persiapan dan segala hal hingga tahap seleksi tingkat nasional.

Harapan saya terhadap PPSW ini, kedepannya semakin baik, meningkat, dan maju sehingga tidak ada lagi perempuan matang, khususnya wilayah Kalimantan Barat yang hanya menjadi pengangguran. Setidaknya menjadi Ibu rumah tangga yang cerdas dan cermat dalam pengelolaan keuangan keluarga. Karena dalam kegiatan PPSW ini, selalu berusaha mengangkat derajat dan martabat perempuan, serta kepada kaum perempuan diajarkan menjadi sosok yang mandiri dan bangkit untuk melawan keterpurukan. (Oleh Susilah, Pontinak)