Perlunya Membangun Jaringan Perlindungan Finansial untuk Perempuan

diskusi membangun jaringan finansial, asosiasi ppsw

“Kita sangat perlu membangun jaringan perlindungan finansial untuk perempuan, karena dengan berjaringan banyak yang bisa kita lakukan, diantaranya bisa saling bertukar pasar hasil produksi dan kerajingan masing-masing” demikian Juni Gunawan dari SCI (Senior Club Indonesia), ketika ditanya tentang perlunya membangun jaringan.

Juni adalah salah satu peserta dalam Diskusi Membangun Jaringan Perlindungan Finansial untuk Perempuan di Indonesia, yang diselenggarakan oleh Asosiasi PPSW di Restoran Riung Sunda, Cikini, Jakarta Pusat, 17/9/2015.

Kegiatan diskusi tersebut dihadiri oleh 25 orang peserta multistakeholder yang peduli terhadap perlindungan finansial ataupun micro kredit dari LSM, akademisi, pemerintah dan perwakilan organisasi masyarakat (CBO).

Acara dibuka oleh Helga Dyah Fianinditasari, selaku penanggungjawab program pendidikan keuangan untuk perempuan matang Asosiasi PPSW. Helga me-review kegiatan-kegiatan workshop multistakeholder yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu dan rencana tindak lanjut, sehingga perlunya diadakan diskusi sekarang ini.

Sesi selanjutnya difasilitasi oleh Yayah Sobariah, Sekretariat Eksekutif Asosiasi PPSW, yang menggali dari seluruh peserta, tentang apakah penting membangun jaringan dan perlunya membangun forum multistakeholder. Pertanyaan tersebut dijawab secara individu oleh peserta dalam metaplan.

Fasilitator juga menanyakan mimpi peserta dalam berjaringan. Untuk menjawab pertanyaan ini, peserta berdiskusi secara berkelompok. Hasil diskusi kelompok kemudian dituliskan dalam kertas plano. Fasilitator berasama peserta kemudian merangkum kata-kata kunci dari hasil diskusi tersebut.

Hasil dari seluruh diskusi inilah yang kemudian dijadikan sebagai visi jaringan perlindungan finansial -yang selanjutnya bernama Asosiasi Perempuan Tangguh Indonesia (Indonesian Empowered Women Association)-yaitu mewujudkan perempuan Indonesia yang mandiri dan sejahtera secara finansial. Dengan lembaga anggotanya adalah Senior Club Indonesia, Federasi Serikat Perempuan Basis Indonesia, Mercy Corps, Micra, UKM Center-UI, CAS-UI, PPKM Indonesia, Pekka, Ombudsman, PPSW Pasoendan, PPSW Jakarta , PPSW Sumatra dan PPSW Borneo

Prinsip kerja jaringan ini adalah Partisipatif, respect, solidaritas, transparan, non diskriminasi, profesional, akuntabel, integritas dan kerjasama.

Untuk mematangkan program kerja dan kegiatan-kegaitan selanjutnya, asosiai ini akan bertemu secara berkala di lembaga-lembaga anggotanya. (shd)