Wisuda Pendidikan Keuangan Angkatan VIII

images_wisuda angkatan 8a

Peserta pelatihan Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang Angkatan VIII wilayah Cianjur, kemarin (29/7) telah di wisuda. Sebanyak 54 orang mengikuti wisuda tersebut, yang terdiri dari alumni kelas Melon 22 orang, kelas Semangka 14 orang dan kelas Al-Barokah 18 orang.

Berapa pejabat dari Kabupaten Cianjur hadir dalam acara wisuda yaitu Ibu Ati Sartika dan ibu Hojanah dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), Ibu Tintin Rustiani dan Ibu Yayu Sri Rahayu dari Dinas Koperasi serta Bapak Kepala Desa Sukamulya.

Acara yang diselenggarakan di Rumah Pintar (Rumpin) An-Nisa tersebut cukup meriah. Sebelum wisuda, ibu-ibu peserta menampilkan kreasinya berupa yel-yel, tarian dan qasidah, panitia telah menyiapkan hadiah dan bingkisan untuk penampilan terbaik, dan juga para peserta pelatihan teladan selama mengikuti pelatihan di dalam kelas.

Peserta yang diwisuda ini telah mengikuti Pelatihan Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang di dalam kelas selama 24 kali pertemuan, yang diselenggarakan selama 6 bulan, sekali pertemuan selama 2 jam, mempelajari 6 modul pelatihan, yaitu:

* Modul 1: Penilaian Diri dan Menatap Masa Depan
* Modul 2: Membuat Anggaran dan Tabungan
* Modul 3: Jaringan Pengaman Keuangan
* Modul 4: Hutang dan Pinjaman
* Modul 5: Investasi
* Modul 6: Perencanaan Keuangan

Kegiatan pelatihan yang dilaksankaan oleh PPSW Pasoendan ini adalah hasil kerjasama Asosiasi PPSW , Citi Peka dan Citi Foundation, yang sudah 5 tahun melaksanakan kegiatan ini di 6 propinsi, yaitu Aceh, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat.

Ibu Sartika dari P2TP2A dalam sambutannya mengatakan “Di kabupaten Cianjur ini masih banyak ibu-ibu yang membutuhkan pelatihan ini. Kami berharap PPSW Pasoendan dapat mengembangkan kegiatan serupa ini ke wilayah kecamatan lainnya”.

Wisuda di wilayah lainnya

Sehari kemudan (30/7), PPSW Pasoendan kembali menyelenggarakan wisuda alumni Pendidikan Keuangan untuk wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan yang diadakan di Selabintana tersebut mewisuda sebanyak 29 orang alumni. Wisuda ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat dari dinas-dinas terkait.

Peserta Angkatan VIII untuk wilayah Aceh, Jakarata dan Borneo sudah terlebih dahulu di Wisuda, yaitu sebelum bulan Ramadhan, sedangkan untuk wilayah Riau wisuda akan dilaksanakan pada awal Agustus 2015.

Data alumni nasional

Hingga bulan Agustus 2017 Asosiasi PPSW yang terdiri dari PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borno dan PPSW Sumatra, telah menyelenggarakan pelatihan Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang sebanyak VIII Angkatan dengan total alumni dari 6 propinsi sebanyak 3.866 orang, dengan rincian seperti tabel berikut:

 

Angkatan

Riau

Aceh

Jakarta

Jawa Barat

Banten

Kalbar

Jumlah

Angkatan 1

52

60

62

60

60

65

359

Angkatan 2

57

60

57

55

62

77

368

Angkatan 3

64

70

61

58

61

84

398

Angkatan 4

52

70

64

58

62

76

382

Angkatan Additional

70

70

115

255

Angkatan 5

54

70

70

56

70

105

425

Angkatan 6

60

69

62

56

88

89

424

Angkatan 7

124

140

125

84

76

120

669

Angkatan 8

60

68

182

83

93

100

586

Total

593

677

798

510

572

716

      3.866

Hasil atau dampak dari pelatihan ini dapat dilihat dari aspek kesadaran, pengetahuan dan tindakan :

* Kesadaran

  • Para alumni sudah bisa menilai diri untuk menghadapi masa tua
  • Sudah ada perubahan pemikiran dalam membelanjakan uang

* Pengetahuan

  • Para alumni sudah tahu teknik membuat anggaran
  • Sudah memahami tentang jaminan sosial (jaringan pengaman keuangan)
  • Sudah memahami berhutang dengan baik
  • Sudah memahami invesatsi, warisan, dan wasiat

* Tindakan

  • Para almuni sudah memilki tabungan dana hari tua, asuransi, jaminan sosial
  • Sudah memiliki sayap sayap usaha
  • Sudah muali berinvesatsi
  • Sudah membuat anggaran ruamh tangga setiap hari
  • Sudah melibatkan pasangan atau kelaurga dalam memabuat anggaran ruamh tangga

Berikut adalah beberapa tetimoni dari para alumni yang telah mengikut pelatihan tersebut:

“Banyak sekali perubahan pada diri saya, setelah mengikuti pelatihan Pendidikan Keuangan. Saya sekarang menambah banyak usaha. Demi masa tua saya nanti, saya harus berusaha tanpa membebani suami. Saya membuka warungan sekarang di rumah. Terus saya juga usaha emping, sambil mengerjakan usaha utama saya sebagai tukan rias pengantin.Saya selalu membawa emping untuk saya jual ke orang-orang yan
g ada di sekitar. Hasil jualan emping seluruhnya saya tabung untuk tabungan hari tua saya” (Ibu Enah, Banten ).

“Saya sekarang sudah memikirkan anggaran keuangan saya untuk hari tua nanti, dan saya juga sudah bisa mengelola uang pinjaman agar lebih produktif” (Rohaeti, Pandeglang).

“Saya jadi tahu bagaimana kita mempersiapkan masa tua dari sekarang, agar masa tua kita bahagia dan tidak merepotkan keluarga lain” (Cholilah Sabar, Jakarta).

“Setiap sesi pertemuan banyak ilmu yang kami dapatkan, saya jadi tahu bagaimana cara membagi harga warisan menurut Islam, surat wasiat dan juga tentang hidup dimasa depan yang lebih baik” (Painah, Pontianak). Shd.