Proses Pelatihan Audio Visual Angkatan VI “Video Shooting dan Editing”

images_pelatihan av angkatan vi1

Asosiasi PPSW telah selesai melaksanakan Pelatihan Audio Visual Angkatan VI “Video Shooting dan Editing”. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9-12 Juni 2015 di Rumah Palem-Kantor Asosiasi PPSW, diikuti oleh 5 orang peserta yaitu Ferdy Leonard Frans (Kupang), Jamaludin Patur (Papua), Achmad Masyur /Ancu (Palu), Juhari (Riau) dan Eka Febrianty (Bekasi).

Sesi pagi di hari pertama peserta mendapat pembekalan tentang video dokumenter yang disampaikan oleh Erlan Basri (praktisi film dokumenter), mengupas tentang video dokumenter vs dokumentasi, penulisan naskah dokumenter (ide, synopsis, treatment) dan membagi pengalamannya dalam membuat berbagai film dokumenter di berbagai daerah di Indonesia.

Di sesi siang giliran Didit Haryadi (cameraman freelance) yang berbagi pengalaman tentang berbagai macam kamerara video, peralatan kamera DSLR, teknik shooting menggunakan camera DSLR, pencahayaan dan tata suara.

Sesi ini dilanjutkan dengan praktek shooting di sekitar kantor PPSW. Peserta mempraktekkan teori tentang pengambilan gambar di lapangan, seperti long shoot, medium shoot, close up, pan, tilt, angle dll, dengan komposisi yang baik.

images_pelatihan av angkatan vi5Hasil shoot peserta kemudian di preview, disaksikan bersama-sama seluruh peserta dan fasilitator, kekurangan dan kesalahan dalam pengambilan gambar kemudian dikritisi bersama-sama untuk perbaikan shooting berikutnya di lapangan. Fasiltator juga memberikan contoh pengambilan gambar yang baik kepada peserta.

Setalah makan malam peserta kembali ke ruang pelatihan, kali ini fasilitator memberikan materi tentang teknik wawancara, baik pengambilan gambarnya maupun pertanyaan-pertanyaan yang sebaiknya diajukan kepada person yang akan diwawancara. Sesi malam ini juga dilanjutkan dengan pembagian tim kerja, karena keesokan harinya peserta akan shooting di lapangan untuk praktek produksi video. Tempat yang disepakati adalah Pasar Batu Akik Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur.

>Sebelum istirahat malam peserta juga diberi tugas oleh fasilitator untuk mencari referensi di internet tentang pasar Rawa Bening, agar perta mengetahu seluk beluk pasar batu akik tersebut, sakalian juga sebagai bahan untu memperkaya produksi video.

Di sesi pagi hari kedua dibagikan peralatan shooting kepada 3 tim produksi, seperti kamera DSLR dan perlengkapannya, tripod, clip on microphone, dll. Setelah persiapan selesai, kemudian tim produksi bersama fasilitator berangkat ke Pasar Rawa Bening.
Tim produksi yang terdiri dari Ferdy dan Eka (Tim 1), Jamal dan Joe (Tim 2) dan Pak Ancu (Tim 3), berpencar di luar dan dalam pasar untuk mencari objek dan personal yang akan di shooting dan dijadikan pemeran dalam video meraka masing-masing.

Pasar Rawa Bening adalah pusat bursa batu akik dan batu permata yang berada di Jl. Bekasi Barat, Jakarta Timur, persis di seberang Stasiun Jatinegara. Sudah sejak lama pasar ini menjadi pusat pengrajin batu akik dan batu permata dan menjadi langganan pembeli domestik maupun turis yang datang dari berbagai negara. Ribuan pedagan batu akik dan permata berada dalam pasar ini, sedangkan pengrajin batu sekitar 300 orang.

images_pelatihan av angkatan vi2Tim produksi diberi kebebesan untuk memilih objek sebagai tokoh dalam video, boleh pedang batu akik, tentang pasarnya atau juga tentang pedang lainnya yang mendukung aktifitas di Pasar Rawa Bening. Fasilitator mendampingi pengambilan gambar tersebut dan mengarahkan jika dianggap perlu.

Setelah selesai shooting di pasar Rawa Bening, tim kemudian melanjutkan pengambilan gambar di Bundaran HI dan Monas, Jakarta Pusat. Pengambilan gambar di berbagai tempat ini dimaksudkan juga sebagai refreshing peserta, dan juga mengajak peserta yang sebagai besar berasal dari daerah untuk mengetahui pusat-pusat keramaian di Jakarta.

Pengambilan gambar di 3 tempat ini dapat diselesaikan sebelum magrib. Setelah magrib seluruh tim yang terdiri dari peserta, fasilitator dan driver kemudian melakukan breafing, evaluasi dan makam malam di salah satu restoran di Cikini, Jakarta Pusat.
Fasilitator memberikan arahan agar malam ini sebelum istirahat, seluruh tim memindahkan file-file hasil shooting ke komputer editing masing-masing tim. Kemudian berdiskusi sesama tim untuk penyempurnaan treatmen atau kontents apa yang akan ditampilkan dalam produksi video masing-masing tim produksi.

Hari ketiga, seluruh tim mengikuti sesi editing video yang difasilitasi oleh Suhendri (praktisi editor video komunitas). Diawali dengan pengantar editing sekitar 30 menit, kemudian peserta langsung praktek editing video menggunakan software Adobe Premire Pro CC7.

Masing-masing tim mengedit hasil shooting mereka, fasilitator mendampingi seluruh proses editing ini. Peserta sebelumnya belum prenah menggunakan premiera, walapun ada diantara mereka sudah pernah mengedit video namun menggunakan software yang lain. Seluruh peserta mengatakan premiere adalah software yang lebih mudah diguanakan dan lebih profesianal dari software editor lain yang pernah mereka gunakan.

images_pelatihan av angkatan vi4Di hari ketiga ini walau sudah sampai larut malam, peserta belum bisa menyelesaikan hasil produksinya, sehingga dilanjutkan pada setengah hari ke empat. Akhirnya, sebelum zuhur seluruh tim sudah dapat menyelesaikan produksinya, sehingga setelah zuhur bisa dilanjutakan dengan mastering dan burning video kedalam keping DVD.

Sesi akhir dari proses pelatihan ini adah preview hasil produksi seluruh tim. Di acara preview panitia mengundang seluruh staf Asosiasi PPSW yang ada di kantor untuk menonton hasil produksi tim. Mereka memberikan masukan-masukan yang positif kepada tim, agar produksi video beriekutnya di daerah masing-masing akan lebih baik lagi.

Berikut adalah video-video produksi peserta Pelatihan AV Angkatan ke VI:
1. Permata Afrika di Jatinegara, hasil prduksi Tim 1: Ferdy dan Eka
2. Demi Si Buah Hati, hasil produksi Tim 2: Jamal dan Joe
3. Keramaian di Rawa Bening, hasil produksi Tim 3: Pak Ancu

Endang Sulfiana, salah satu peserta nonton bareng (nobar) hasil ini berpesan “ ….untuk seluruh peserta agar setelah kembali ke daerah masing-masing dapat memproduksi video lebih baik lagi agar dapat digunakan sebagai media untuk pemberayaan masyarakat di wilayahnya. Semoga sukses”. (Shd)