FSI Peka Fund Tawarkan Filantropi Berinvestasi

INILAHCOM, Jakarta – First State IndoEquity (FSI) Peka Fund menawarkan fitur filantropi dalam berinvestasi di reksa dana untuk menumbuhkembangkan minat masyarakat dalam menanamkan modal yang sekaligus melakukan kegiatan amal.

“Bentuk reksa dana ini menghasilkan portofolio optimal yang memberikan sebagian hasilnya pada komunitas lokal dan berperan positif pada lingkungan,” kata Retail Bank Head Citibank Indonesia Rustini Dewi dalam acara penyerahan dana hibah FSI Peka Fund kepada lembaga nirlaba di Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Ia mengatakan produk reksa dana FSI Peka Fund itu merupakan pionir di industri reksa dana saham yang mengusung konsep filantropi, yakni produk yang tidak hanya mengoptimalkan portofolio pendapatan investor.

Namun juga menyisihkan sebagian pendapatan investasi nasabah untuk berbagai kegiatan sosial.

“FSI peka Fund merupakan contoh konkret dari aksi kepedulian sosial dari para nasabah kami yang direalisasikan melalui hibah guna mendukung berbagai kegiatan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di negeri ini,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya terus berupaya untuk dapat menghadirkan produk inovatif dan layanan terbaik yang juga berdampak positif pada lingkungan.

“Penyerahan hibah kepada lembaga nirlaba ini merupakan agenda tahunan sejak 2010 Citi Indonesia bersama First State Investments indonesia,” ujarnya.

Presiden Direktur FSI Indonesia Hario Soeprobo mengatakan produk FSI Peka Fund merupakan wujud dari kepedulian PT First State Investments Indonesia bersama Citi Indonesia dalam mengajak serta memfasilitasi para investor untuk dapat berinvestasi seraya berbagi kepada sesama di berbagai bidang.

“Tahun ini, FSI Peka Fund dapat kembali menyalurkan dana hibah kepada beberapa organisasi nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan hidup di Indonesia, khususnya di bidang pelestarian budaya dan kesenian, perlindungan satwa liar, pendidikan anak-anak, pemberdayaan remaja, serta pendidikan bagi keuangan bagi perempuan usia matang,” katanya.

“Selain kita berinvestasi untuk mengelola kekayaan sendiri kita juga ikut bertanggung jawab pada lingkungan,” tuturnya.

Sejak 2011 hingga 2014, lanjutnya, FSI Peka Fund telah menyalurkan dana filantropi atau hibah sebesar Rp2,775 miliar.

Pada 2015, FSI Peka Fund menyalurkan dana hibah sebesar Rp1,939 miliar kepada lima lembaga nirlaba, yakni Yayasan Kelola, The Borneo Orangutan Survival Foundation, Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita, Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Yayasan Indonesia Mengajar.

Ketua Pengurus Yayasan Kelola Linda Hoemar Abidin mengapresiasi bantuan yang diberikan FSI Peka Fund untuk pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Ia mengatakan pentingnya sinergi dengan pihak swasta dalam mewujudkan program-program kemasyarakatan.

“Kami yakin melalui dukungan yang telah diberikan, kami dapat semakin meningkatkan kesejahteraann ekonomi dan sosial dari berbagai lapisan masyarakat serta dalam upaya pelesetarian lingkungan di Indonesia,” kata Linda yang mewakili para oganisasi nirlaba penerima hibah FSI Peka Fund.

Ia mengatakan dana hibah itu merupakan 0,5 persen dari nilai investasi yang dikelola oleh FSI Peka Fund.

Linda merincikan dana hibah yang diterima setiap lembaga nirlaba, yakni Yayasan Kelola yang bergerak di bidang kesenian dan kebudayaan mendapatkan hibah sebesar Rp600 juta.

Dana itu disalurkan untuk hibah seni yang meliputi karya inovatif dan perjalanan seni keliling serta program international residency, ujarnya.

Selanjutnya, The Borneo Orangutan Survival Foundation menerima dana hibah FSI Peka Fund sebesar Rp500 juta yang digunakan untuk pelaksanaan pelepasan orang utan ke hutan seperti transportasi dan tes kesehatan.

Kemudian, hibah FSI Peka Fund diberikan pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita sebesar Rp300 juta yang digunakan untuk pelatihan perempuan usia 40 tahun ke atas yang meliputi manajemen keuangan pribadi, tabungan, pengelolaan utang menuju kebebasan finansial.

Indonesia Mengajar menerima dana hibah sebesar Rp154 juta adalah Indonesia Mengajar. Dana hibah itu digunakan untuk mendampingi sekolah dasar di Kabupaten Halamahera Selatan, Provinsi Maluku Utara melalui pembiayaan operasional, pelatihan guru serta penugasan pengajar muda.

Kemudian, Yayasan Cinta Anak Bangsa mendapatakan dana hibah sebesar Rp385 juta adalah untuk memberdayakan 500 siswa kurang mampu di empat rumah belajar di Jakarta Timur dan Barat dalam rangka meningkatkan literasi dan perilaku finansial mereka.

PT First State Investments Indonesia adalah bagian dari Colonial First State Global Assets Management, manajer investasu yang berbasis di Australia, yang merupakan bisnis pengelolaan investasi yang terkonsolidasi dari Commonwealth Bank Australia.

Hingga Desember 2014, FSI Indonesia telah mengelola dana kelolaan sebesar lebih dari Rp 6.651 triliun dalam bentuk reksa dana dan Kontrak Pengelolaan Dana. [tar]