Dana Kelolaan FSI Peka Fund Capai Rp 821,6 M

images_Firstate launching2c

Berita Satu, Jakarta – First State Investment (FSI) mencetak peningkatan total dana kelolaan untuk reksa dana FSI IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund) pada akhir Desember 2014 tercatat sebesar Rp 821,6 miliar atau meningkat 22,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan tersebut didorong dengan adanya fitur unik pertama kali dipelopori oleh FSI Peka Fund dan didukung oleh Citi yang mendistribusikan serta sekaligus bertindak sebagai bank kustodian reksa dana First State IndoEquity Peka Fund,” kata Presiden Direktur FSI Indonesia Hario Soeprobo di Jakarta, Selasa (28/4).

Ia memaparkan, produk FSI Peka Fund merupakan wujud dari kepedulian First State Investments Indonesia bersama Citi Indonesia dalam mengajak serta memfalitisasi para investor untuk dapat berinvestasi dan berbagi kepada sesama di berbagai bidang

“Produk FSI Peka Fund tidak hanya mengoptimalkan portofolio pendapatan investor, namun juga menyisihkan sebagian pendapatan investasi nasabah untuk kegiatan seperti menyalurkan dana hibah kepada beberapa organisasi nirlaba,” tambahnya.

Retail Bank Head Citi Indonesia Rustini Dewi mengatakan kerjasama yang sudah berlangsung lama ini dilakukan karena FSI dan Citi memiliki visi yang selaras dalam memberikan perubahan positif kepada nasabah serta masyarakat Indonesia melalui upaya serta produk dan layanan.

“FSI Peka Fund merupakan contoh konkret dari aksi kepedulian sosial dari para nasabah kami yang direalisasikan melalui hibah guna mendukung berbagai kegiatan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di negeri ini,” tuturnya.

Dana Hibah FSI Peka Fund

Sejak tahun 2011, FSI Peka Fund telah mendonasikan dana sebesar Rp 2,78 miliar. Tahun ini, dengan bertambahnya dua organisasi nirlaba yakni Yayasan Indonesia Mengajar dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YACB), jumlah donasi meningkat lebih dari Rp 700 juta atau sekitar 61 persen dari tahun lalu menjadi Rp 1,94 miliar.

Hario menjelaskan, dana hibah itu disalurkan kepada beberapa organisasi nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan hidup di Indonesia, khususnya di bidang pelestarian budaya dan kesenian, perlindungan satwa liar, pendidikan anak-anak, pemberdayaan remaja, serta pendidikan keuangan bagi perempuan usia matang.

Ia juga menuturkan, lembaga nirlaba yang menerima dana bantuan, dipilih dengan seksama dan harus memenuhi beberapa kriteria, seperti reputasi yang baik dan tidak memiliki hubungan apapun baik dengan manajer investasi maupun bank kustodian. Lembaga penerima dana bantuan juga harus memiliki pengalaman minimal 3 tahun, serta memiliki laporan keuangan yang diperiksa secar amandiri oleh akuntan publik.

Dana bantuan yang merupakan 0,5 persen dari nilai investasi yang dikelola oleh FSI Peka Fund ini didistribusikan kepada lima organisasi nirlaba yakni Yayasan Kelola (Rp 600 juta), The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) (Rp 500 juta), Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita (PPSW) (Rp 300 juta), Indonesia Mengajar (Rp 154 juta), dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) (Rp 385 juta.

Mohamad Rahmalio/FMB