Citi dan PPSW: Perempuan di Indonesia Perlu Perlindungan Keuangan

WE Online, Jakarta – Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) bersama Citi Indonesia melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya) menyerukan pentingnya perlindungan dan pendidikan finansial sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistem jaminan sosial bagi perempuan di Indonesia, terutama bagi yang berusia di atas 40 tahun.

“Saat ini hal yang menjadi perhatian utama dan tantangan sosial untuk Asia di tahun-tahun mendatang adalah memastikan keamanan ekonomi untuk para lansia,” kata pengurus Asosiasi PPSW Tri Endang Sulistyowati saat Semiloka Multistakeholder Tingkat Nasional untuk Perlindungan Finansial dan Sosial bagi Perempuan di Indonesia di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Oleh karena itu, lanjut dia, perlindungan finansial dan sosial untuk perempuan lansia menjadi area spesifik yang membutuhkan perhatian semua pihak.

“Salah satu solusi dalam menjawab tantangan ini adalah dengan memberikan pendidikan keuangan bagi perempuan usia 40 tahun ke atas. Hal ini juga sejalan dengan agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi keuangan Indonesia,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Vice President Corporate Affairs Citi Indonesia Puni Anjungsari mengatakan komitmen CSR Citi sangat sejalan dengan program yang dilakukan PPSW.

“Citi Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung berbagai program pendidikan keuangan yang ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk yang dijalankan PPSW,” tukas Puni.

Sebagaimana diketahui di Asia telah terjadi pergeseran yang sangat signifikan di mana jumlah penduduk lansia semakin meningkat. Jumlah penduduk lansia di Indonesia termasuk yang terbesar kelima di dunia dan keempat di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang.

Sensus penduduk pada 2010 mencatat terdapat 18,1 juta penduduk lansia di Indonesia. Bahkan, dalam 10 tahun ke depan jumlah ini diperkirakan meningkat hampir 60% menjadi sekitar 28,8 juta jiwa.

Penulis: Fajar Sulaiman, Editor: Cahyo Prayogo