Workshop Revisi Modul Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang

images_ws revisi modul okt 2014aSekretariat Asosiasi PPSW pada tanggal 27-29 Oktober 2014 menyelenggarakan Workshop Revisi Modul Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang di Fave , Jakarta Timur. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang pelatih atau tutor Pendidikan Kuangan, Koordinator Program, Badan Pengurus dan Direktur Lembaga Anggota Asosiasi PPSW dari 6 Propnsi yaitu Aceh, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat.

Sejak tahun 2011, Asosiasi PPSW bersama Citi Peka mengembangkan Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang. Program ini sebagai kontribusi untuk meningkatkan “Melek Keuangan” masyarakat Indonesia yang masih minim khususnya perempuan.

Komitmen ini telah berjalan hingga kini dengan membantu lebih dari 2.700 perempuan basis dampingan Asosiasi PPSW yang menjadi peserta untuk meningkatkan pengetahuan, kesadarandan perubahan perilaku akan pentingnya perencanaan keuangan dan investasi untuk masa tua.

Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang merupakan “Sekolah” singkat bagi para perempuan yang berusia 40 tahun keatas dengan menempuh 6 bulan pelatihan. Para peserta mempelajari 6 (enam) modul yang telah diformulasikan sesuai dengan kebutuhan perempuan Indonesia. Modul-modul ini dibuat oleh Asosiasi PPSW bersama dengan Tsao Faoundation, Singapura sebagai panduan pelatih.

Adapun keenam modul yang dipelajari peserta tersebut yaitu:

  1. Penilaian Diri dan Menatap Masa Tua.
  2. Membuat Anggarandan Tabungan.
  3. Jaringan Pengaman Keuangan.
  4. Pinjaman dan Hutang.
  5. Investasi.
  6. Rencana Keuangan.

Masing-masing modul memliki 4 sesi pelatihan. Inti dari setiap sesinya adalah pendekatan “Lihat-Nilai-Lakukan”. Padadasarnya, setiap topik dibahas dengan menggunakan ketiga pendekatan tersebut. Pada tahap pertama, “Lihat”, peserta akan diminta untuk melihat apa yang terkandung di dalam topik yang disampaikan.

Seiring berjalannya waktu, beberapa materi dalam modul mengalami perkembangan informasi dan kondisi. Para pelatih dalam beberapa kesempatan diskusi menyampaikan bahwa modul dan wokbook Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang harus segera direvisi karena banyak sekali catatan-catatan up to date yang harus diperbaiki guna memberi pengetahuan dan pemahaman secara komprehensif kepada peserta.

Di hari pertama Workshop peserta mendengarkan paparan dari Alemantis atau yang biasa dipanggil Titis, seorang Financial Independen. Titis memberikan materi tentang Panduan Keuangan untuk Keluarga.

Titis memberikan tips tentang pengelolaan keuangan keluarga. Semua pasti bisa mengelola keuangan keluarga, yaitu dengan cara:

  1. Rajin mencatat pemasukan dan pengeluaran bulanan
  2. Pendapatan = Pengeluaran
  3. Mulai menabungan setiap ada penghasilan
  4. Harus punya mimpi agar tidak konsumtif

Titis juga menyampaikan bawah menabung itu mugah, caranya:

  1. Dipisahkan uangnya
  2. Gunakan sistem amplop
  3. Alternatif lain : simpanan koperasi atau tabungan di bank
  4. Menyimpan emas atau logam mulia
  5. Ingat untuk menabung minimal 10% dari penghasilan ya

Kita juga bisa mengajari anak untuk terbiasa menabung, caranya:

  1. Ajarkan anak bagaimana uang didapat yaitu dengan BEKERJA !
  2. Jangan selalu turuti keinginan anak untuk jajan atau beli barang konsumtif
  3. Ajarkan anak untuk mulai menabung dari uang saku mereka
  4. Ajarkan anak untuk juga mau menyisihkan kepada yang kurang mampu

Di sesi-sesi berikutnya, peserta brediskusi untuk merevisi modul. Materi dari narasumber menjadi masukan bagi para peserta untuk memperkaya isi modul, agar lebih mudah disampaikan dalam pelaksanaan pelatihan pendidikan keuangan.

Disamping itu pengalaman-pengalaman dari para fasilitator atau tutor dari 6 propinsi saat melaksanakan pelatihan dari Angkatan I sampai Angkatan VI menjadi modal yang kuat untuk revisi modul tersebut.

Keenam modul yang masing-masing modul berisi 4 sesi terebut dikupas kembali. Para peserta bekerja secara kelompok untuk dapat menyelesaikan revisi tersebut, hasil diskusi kemudian di presentasikan kepada seluruh peserta. Kegiatan revisi modul tersebut difasilitasi oleh Endang Sulfiana (Direktur PPSW Sumatra) dan Yayah Sobariah (Badan Pengurus Asosiasi PPSW).

Kini, Asosiasi PPSW telah memiliki Modul Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang edisi revisi yang juga telah didaftarkan di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementrian Kehakiman RI, sehingga modul yang memang baru pertama kali ada di Indonesia tersebut hak ciptanya dipegang oleh Asosiasi PPSW. (shd)