Perempuan Lebih Siap Hadapi Masa Tua

Jakarta, Kompas, 7 Nopember 2013 – Perempuan memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Perempuan yang melek financial akan membantu dirinya dan keluarganya menjadi lebih mapan sehingga pada gilirannya akan berdampak pada perekonomian secara keseluruhan.

Dengan memberikan pendidikan finansial kepada perempuan, terutama pada perempuan dari kalangan bawah, diharapkan semakin banyak perempuan yang lebih kuat dan lebih siap dalam menghadapi masa tua.

Dari penelitian yang dilakukan Harien Puspitawati, peneliti Institut Pertanian Bogor, diketahui bahwa dengan pendidikan finansial yang diterima perempuan miskin berusia 40 tahun ke atas, hal itu telah membuat perempuan mampu membuat rencana usaha ekonomi produktif, mandiri, dan optimistis menghadapi hari tua. Dengan pendidikan finansial ini, perempuan juga mampu mengakses jaminan sosial, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.

Penelitian Harien ini dilakukan terhadap 777 perempuan miskin yang telah mengikuti pendidikan finansial yang diselenggarakan Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) dan Citi Peka di enam provinsi.

“Terjadi perubahan yang sangat signifikan pada perilaku dan sikap perempuan terhadap masalah keuangan,” kata Harien.

Perubahan yang signifikan antara lain tenang di hari tua dan tidak ada masalah keuangan, mempunyai rencana keuangan yang jelas di hari tua, mengetahui harta bersih saat ini, mempunyai anggaran belanja bulanan, dan berusaha pengeluaran tetap pada jalur.

Selain itu, juga semakin besar upaya perempuan untuk tetap dalam anggaran belanja, membuat dan mempunyai dana darurat untuk kebutuhan enam bulan, mempunyai tabungan, serta tegas dalam hal keuangan.

Sondang Martha Samosir, Direktur Pelayanan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan, pemberdayaan perempuan dibidang keuangan sangat penting dilakukan. “Dari sensus penduduk tahun 2010, diketahui sebanyak 87 juta atau 49,6 persen dari usia produktif di Indonesia adalah perempuan. Jika perempuan produktif ini diberdayakan, tentu akan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia yang mencapai 11 persen atau 28 juta orang” ujarnya.

Sementara itu, Director Corporate Affair Head Citi Indonesia Agung Laksamana mengatakan, “Program tanggungjawab sosial kami menitik beratkan pada melek finansial dan kewirausahaan. Hasil penelitian IPB ini sangat bermanfaat bagi Citibank dalam merumuskan program pendidikan keuangan dimasa depan.” (ARN)

Sumber : Harian Kompas, Kamis, 07 November 2013, Halaman 19