Saatnya Perempuan Persiapkan Investasi

Endang Sulfiana, Pengurus PPSWKORAN SINDO. Seorang ibu rumah tangga tentu tidak ingin melihat pendidikan anak-anaknya terbengkalai. Mereka pasti ingin menyaksikan anak-anaknya sehat dan bisa mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Karena itu kalangan ibu rumah tangga perlu mempersiapakan anggaran pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak dan keluarganya.

Pilihan yang paling rasional bagi kalangan perempuan untuk mencegah terbengkalainya biaya pendidikan dan kesehatan adalah dengan berinvestasi sehingga mereka tidak selalu bergantung pada suami. Umumnya, seorang ibu tidak ingin masa tuanya direpotkan dengan kesulitan finansial. Apalagi jika dirinya tidak memiliki ponsiun atau sang suami taklagi produktif.

Salah seorang pengurus Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Endang Sulfiana mengatakan, saat ini investasi bagi kalangan perempuan sangat penting. Investasi itu tidak saja untuk dirinya, tetapi bagi anak-anak dan pasangan. “Saat ini ada kecenderungan usia perempuan Iebih panjang dibanding laki-laki. Jadi ketika mencapai usia tua atau pensiun, perempuan tidak harus mengandalkan kekayaan suaminya. Perempuan tidak harus menjadi beban bagi suami dan anak-anaknya, tetapi sudah mempersiapkan finansialnya sejak dini” ujar Endang kepada KORAN SINDO, beberapa waktu lalu.

Investasi bagi kalangan perempuan sangat berguna terutama untuk persiapan biaya kesehatan mereka dan keluarganya di masa mendatang. Sebab, kebanyakan mereka ketika menginjak usia 50 atau 60 tahun sudah tidak produktif. Padahal biaya kesehatan saat ini terbilang mahal, jika tidak benar-benar disiapkan mulai sekarang, itu akan menjadi beban anak-anaknya nanti.

“Perempuan harus mulai berinvestasi sejak sekarang. Kita bisa menyisakan 5% atau 10% dari pendapatan yang kita peroleh setiap bulan. Hasilnya dalam beberapa tahun akan terlihat lumayan untuk kebutuhan kesehatan dan pendidikan” ungkap Endang.

Investasi bagi perempuan bermanfaat untuk menunjang sosial-ekonomi keluarga. Tidak hanya itu, investasi ini penting agar keluarga Iebih harmonis dengan tidak terganggu akibat kesulitan finansial di masa yang akan datang.

Sayang, survei Fin-Q (financial quotien: kecerdasan financial) Citibank pada December 2011 menunjukkan, ada 74% perempuan di Indonesia menyatakan dirinya belum memiliki rencana yang matang dalam mempersiapkan masa tua, sementara hanya 43% responden mengatakan mereka “tahu persis” yang harus dilakukan terkait investasi.

Investment Research & Advisory Head, Citibank Indonesia Meru Arumdalu mengatakan, sebenarnya investasi itu penting bagi siapapun tidak terkecuali kalangan perempuan. Namun, dalam hal ini perempuan pentng memulainya karena untuk persiapan di masa tua. Apalagi kalangan perempuan yang biasa rnemegang keuangan keluarga, jadi sebenarnya mereka yang bisa mengelolanya dengan baik.

“Untuk berinvestasi tidak harus menunggu kaya dulu, tapi itu bisa dilakukan sejak dini. Setiap bulan investasi dari hasil gaji paling tidak 10%-nya. Dan, saya kira 10% ini tidak muluk-muluk karena perempuan kerap kali tergoda dengan gaya hidup seperi fashion atau lainnya” ungkap Meru.

Menurutnya, yang paling penting bagi perempuan berinvestasi memang tidak bisa dipungkiri adalah dua hal, yaitu persiapan untuk biaya kesehatan dan biaya pendidikan anak-anak kelak. Keuntungan berinvestasi tidak dinikmati saat ini, tetapi akan dirasakan pada 10 sampai 20 tahun berikutnya.

“Yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi lewat reksadana, kita invest 10%saja, misalnya gaji kita Rp 3 juta berarti kita bisa berinvestasi tiap bulan Rp300.000. Itu tidak muluk-muluk, namun yang diperlukan hanya kedisiplinan” jelas Meru.

Tidak bisa dimungkiri, kebutuhan hari tua menjadi hal yang patut diperhatikan bagi kalangan perempuan. Antisipasi tersebut bisa dilakukan mulai dini, misalnya sejak usia 25 tahun, dengan memaksimalkan modal sosial perempuan seperti disiplin dan hemat mengelola keuangan pribadi. Artinya, berinvestasi sejak dini bisa membuat lebih ringan.

“Tetapi harus diakui bahwa tantangan bagi perempuan adalah kerap secara tiba-tiba ingin membeli sesuatu yang dianggap tren. Perempuan sering dinilai lebih disiplin dan cermat soal keuangan, padahal tidak juga. Mereka mudah tergoda kalau ada fashion terbaru,” urai Meru.

Bagi sebagian perempuan, berinvestasi menjadi sesuatu yang di anggap problematis dan rumit. Pandangan ini tidak sepenuhnya benar karena terdapat berbagai jenis instrumen investasi yang dapat dipilih. Kini banyak ragam yang sudah di tawarkan kalangan perbankan terkait dengan investasi.

“Sebagai awal, wanita bisa mulai berinvestasi dengan mencari strategi yang mudah, praktis dan fleksibel. Perempuan dapat menginvestasikan uangnya dengan teratur secara bulanan sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko,” tutur Meru.

Secara umum investor perempuan lebih mengandalkan diri sendiri ketika mengambil keputusan berinvestasi ketimbang mencari sumber informasi lain. Kalangan perempuan biasanya lebih cermat mengatur keuangan, karena itu dengan berin vestasi maka mereka akan semakin mampu mengelola masa depan mereka dan keluarganya. (nafi’ muthohirin)

Sumber: KORAN SINDO, 29 Juni 2013