Merubah Kebiasaan Boros Menjadi Hemat

Kita bisa merubah kebiasaan, dari yang semula boros menjadi hemat. Dari yang semula belanja berdasarkan keinginan, kini hanya belanja yang betul-betul di butuhkan. Dari yang semula tidak punya tabungan, menjadi bisa menabung. Dari yang semula tidak punya rencana keuangan, kini memiliki rencana keuangan untuk masa tua yang bahagia.

Hal itu telah dibuktikan oleh ibu-ibu alumni Pelatihan Pendidikan Keuangan untuk Perempuan matang Angkatan I di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 3 Juni 2013. Saat Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Studi Dampak kepada para alumni, sebagian besar mereka mengatakan sangat besar perubahannya dalam pengelolaan keuangan mereka.

“Saya sekarang sudah bisa menyisihkan uang setiap bulan untuk jaga-jaga jika ada keluarga yang sakit, hajatan, biaya sekolah dan untuk tabungan masa tua”, demikian kata ibu Susilowati.

Sementara itu ibu Rusti menjelaskan “Dampak yang paling berkesan pada diri saya adalah bisa memahami keuangan, bisa semakin optimis menghadapi masa depan dan bisa mengajarkan anak menabung, karena biasanya anak saya boros”.

Dari hasil sementara studi dampak yang dilakukan oleh Ibu Dr. Ir. Herien Puspitawati, MSc, MSc (Dosen IPB) tersebut, dalam hal perencanaan keuangan peserta menjawab sangat beragam, ada yang ingin membuat kontrakan rumah, membuka tabungan dana hari tua, ingin memiliki usaha, ingin menyekolahkan dan menguliahkan anak, menambah tabungan di koperasi, membangun atau merenovasi rumah, dsb.

Studi dampak yang dilakuakan di empat wilayah pelaksanaan pelatihan keuangan yaitu Pontianak, Aceh, Jakarta dan Banten itu, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak perubahan para almuni dan keluarganya dalam hal keuangan dan ekonomi rumah tangga. Mereka sudah hampir enam bulan lalu menyelesaikan pelatihan keuangan.

Untuk hasil studi secara menyeluruh akan dipaparkan oleh Ibu Herien setelah dilakukan pengolahan data dan analisis mendalam dari bahan-bahan yang diperoleh selama FGD di empat wilayah tersebut.

Hingga hari ini (4/5/13) wilayah yang sudah melakukan FGD studi dampak yaitu: Pontianak, Aceh, dan Jakarta. Sedangkan Banten akan dilakukan besok. (Shd)