Dengan SAJUTA kami mengabdi (Pengalaman yang berharga)

images_cerita lapang paud

“Anak PAUD”……..prok..prok..prok… (tepuk tangan…seperti tepuk pramuka) bocah kecil dan lucu akan membalas sapa kita dengan “SSSIIIIIAAAAAPPPPP”………..begitu lah salam dan sapaan penyemangat dan menarik perhatian murid untuk mereka bisa berkonsentrasi terhadap sesuatu yang akan dimulai dan disampaikan oleh para tutor nya. Ini menjadi salah satu pembiasaan yang dikenalkan PPSW-Borneo dalam melakukan pendampingan kepada para tutor PAUD.

Keceriaan dan kadang-kadang rengekan anak-anak yang mereka perlihatkan itulah menjadi pengobat dan penyemangat tutor PAUD dalam menjalankan tugas nya mulai dari hari senin sampai hari jumat. “Anak-anak lah yang menjadi salah satu penghibur kami, walaupun kelelahan kadang melanda dan rasa putus asa menyergap,” demikianlah yang dirasakan oleh Ibu Yuliana dari PAUD Cahaya yang terletak di Desa Kapur Kec Sei Raya Kab Kubu Raya.

Ibu Yuliana dan 28 tutor paud lainnya sudah sejak awal tahun 2008 sampai sekarang  berproses bersama PPSW-Borneo membangun program  Pendidikan Alternatif untuk Semua (PAS) yang salah satu bentuk kegiatannya adalah penyelenggaraan sekolah PAUD dan Keaksaraan Fungsional. Program Pendidikan menjadi salah satu pintu masuk PPSW-Borneo dalam melakukan pengorganisasian masyarakat terutama pada kelompok perempuan basis. Jauh sebelum pengembangan program pendidikan dilakukan, sejak tahun 1998 PPSW-Borneo juga telah masuk dan mulai mengembangkan program Ekonomi, Kesehatan Reproduksi,Politik, Hukum, Media dan Lingkungan di wilayah Kalimantan Barat. 

 

Program PAS ini dilakukan di 2 wilayah dampingan PPSW-Borneo yaitu di Kota Pontianak dan Kab Kubu Raya dengan sebaran jumlah dan wilayah PAUD sebagai berikut : 

 


Nama PAUD

Lokasi

PAUD   Mandiri  Indah

Kota Pontianak. Kec. Pontianak Barat

Jl. Kom Yos Soedarso Komp. YUKA, Kota Pontianak

PAUD  Tunas  Harapan

Kab. Kubu Raya. Kec. Rasau Jaya Umum

Jl. Bintang Mas, Kab Kubu Raya

PAUD  Citra  Mandiri

Kab. Kubu Raya. Kec. Sui. Raya

Patok Nol , Kab Kubu Raya

PAUD  Muslimin

Kab. Kubu Raya. Kec. Sui. Raya

Desa Sui. Ambangah , Kab Kubu Raya

PAUD  Cahaya

Kab. Kubu Raya. Kec. Sui. Raya

Jl. Prona Desa Kapur , Kab Kubu Raya

PAUD  Kapuas  Ceria

Kab. Kubu Raya. Kec. Sui. Raya

Jl. Adi Sucipto Gg. Kapuas , Kab Kubu Raya

PAUD  Fajar

Kab. Kubu Raya. Kec. Sui. Raya

Jl. Sei. Raya Dalam Komp. Kopri, Kab Kubu Raya

Dengan keterbatasan yang ada proses belajar mengajar terus dilakukan hingga sekarang. Pembiayaan sekolah dilakukan melalui keswadayaan para orangtua murid dan sumbangan warga yang peduli dengan PAUD. Tahun pertama dan tahun kedua ketika memulai sekolah, para tutor tidak memiliki dana. PPSW-Borneo sendiri sebagai pendampingpun tidak memiliki dana yang cukup untuk program ini, pendanaan yang ada lebih diperuntukkan pada proses peningkatan kapasitas tutor Paud saja. Untuk menjalankan sekolah para tutor dan tim PPSW-Borneo memulai dengan memberlakukan uang pendaftaran sebesar Rp 5.000,/murid hanya untuk awal saja  dan uang bulanan yang harus dibayar oleh setiap murid sebesar Rp 5.000. Kumpulan uang ini lah yang dipakai dan dikelola oleh tutor untuk proses penyelanggaraan belajar. Tidak jarang para tutor sendiripun menombok dan merogoh koceknya untuk memenuhi ketentuan proses belajar tersebut. 

Memasuki tahun ketiga para tutor mulai memperkuat jaringan ikut bergabung dalam HIMPAUDI dan jaringan pendidikan alternatif lainnya yang ada ditingkat Kota/Kab sampai tingkat Propinsi, hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan serta untuk membangun kekuatan dengan kelompok pendidik yang lain sehingga diharapkan tutor mendapat akses dalam pengembangan sekolah. Pada tahun ketiga ini sudah mulai tampak hasil yang dirasakan dari membangun jaringan, sudah banyak tutor yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan pada jaringan, kemudian akses pendanaan penyelenggaraan sekolah juga sudah didapatkan misalnya dengan mendapat bantuan dana untuk alat permainan, dana perbaikan sekolah dan dana insentif bagi para tutor. 

Walaupun nilai nya tidak seberapa tetapi kami mensyukuri ini semua karena jerih payah yang dibangun sudah mendapatkan titik terang, pendanaan yang diberikan oleh DIKNAS Kab Kubu Raya melalui HIMPAUDI sangat membantu dalam penyelenggaraan sekolah dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekolah bahwa sekolah paud kami sudah mulai dipercaya oleh warga sekitar dan DIKNAS sebagai salah satu lembaga yang menaungi. 

Sampai tahun 2011 jumlah anak yang berumur dari 3 – 6 tahun yang telah bergabung disekolah PAUD dampingan PPSW-Borneo sebanyak 459. Dan sampai saat ini semua anak-anak ini dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SD yang berada disekitar lingkungannya dan kami memantau perkembangan anak-anak yang pernah ikut belajar di PAUD banyak diantara mereka berprestasi disekolahnya (ranking kelas), ini mengukuhkan kami bahwa sekolah yang sederhana dan minim pun sebetulnya bisa menghasilkan anak-anak yang gemilang dan siap menjadi penerus bangsa ini. 

Pendidikan yang ditanamkan sebagai dasar yang diberikan dari sekolah PAUD ini sangatlah sederhana dimana kami memulai dengan menumbuhkan kebiasaan yang baik, membangun ahklak yang sholeh dan memberikan pengetahuan  umum dan agama sebagai bekal dalam mempersiapkan anak menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tidak hanya membuat mereka menjadi berpengetahuan tetapi yang lebih penting adalah mereka dapat mengenal dan bersosialisasi lebih awal terhadap lingkungan sosialnya maupun pembiasaan yang dapat tertanam sejak dini sehingga dapat memudahkan mereka dalam melangkah ke dunia luar yang lebih bervariasi dan punya tantangan yang lebih berat.  

Para tutor paud mengalami banyak perubahan dalam kehidupannya, rasa percaya diri yang bertambah, rasa bangga karena sudah dapat ikut terjun dalam proses mengajar anak-anak (yang selama ini tidak terbayang bisa menjadi guru – padahal sebelumnya tidak punya pengalaman dan pendidikan tentang keguruan) dan sudah semakin menyenangi peran sebagai Bu Guru yang selalu menanti dan menyapa murid setiap harinya untuk berbagi pengetahuan. 

Kendala internalpun kadang sudah tidak dirasakan lagi oleh mereka, seperti soal tempat belajar, peralatan dan permaian untuk penunjang belajar yang tidak memadai, dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada inilah, “semua harus dimulai dan dibangun, siapa lagi yang akan peduli dengan anak-anak?, siapa lagi yang akan memulai?, siapa lagi yang mau berbagi?”, itulah yang menjadi motivasi dalam diri mereka untuk selalu berbuat, dan memulai dari yang kecil, beranjak dari yang dimiliki dan berjuang saat ini juga. Dengan berbekal …SAJUTA…(SABAR, JUJUR, TAWAKAL)… menjadi harapan mereka dalam melakoni semua anugrah TUHAN dan berharap semua yang dibuat menjadi amal zariah yang tidak pernah putus sepanjang hayat dan waktu.