Percaya dan Berpikir Positif

images_cerita lapang machwiyah

Machwiyah itulah namanya. Seorang ibu memiliki 3 orang anak yang luar biasa. Berkat pendidikan yang diberikannya di rumah, salah satu anaknya berhasil menjadi perwakilan pertukaran pelajar ke Jepang. 

Ibu yang lahir di Jombang, Jawa Timur pada 23 Juni 1961 ini kesehariannya disibukkan dengan semua hal yang berhubungan dengan jamu. Dari jamu inilah dia berhasil meningkatkan perekonomian keluarganya. Omzet yang diperolehnya sekarang tidaklah sedikit yaitu Rp 20-25 juta perbulan. 

Usaha jamu yang digeluti bu Eko panggilan akrabnya tidaklah menjadi besar sampai sekarang jika dia tidak memiliki kesabaran dan semangat pantang menyerah. Pada awal usaha jamunya ini dia mendapatkan banyak cibiran yang tidak hanya datang dari tetangga bahkan suaminya sendiri yaitu pak Eko juga meremehkan apa yang dia lakukan. Namun dia tetap percaya dengan apa yang dia lakukan ini akan membuahkan hasil. Dan sekarang segala cibiran yang dulu diterimanya menjadi dukungan dan simpati orang-orang di sekitarnya.

Dalam mengolah jamu-jamu ini juga tidaklah mudah. Dia beberapa kali mengalami kegagalan. Dia melakukan uji coba membuat jamu ini sampai 15 kali percobaan. Dan perlengkapan yang digunakannya dulu juga masih sangat sederhana tidak semodern sekarang. Ketika jamu yang dibuatnya berhasil, cara pemasaran yang dia lakukan adalah promosi ke teman-teman di pengajian. 

 

Jamu yang diproduksinya juga banyak ragamnya diantaranya Kunyit Asam, Sari Temu Lawak, Kencur, Kunyit Putih, Aloe Vera, Kunci Sirih dan masih banyak lagi yang sudah terbukti khasiatnya untuk berbagai penyakit. Jamu yang identik dengan rasa yang tidak enak dapat diolahnya menjadi lebih nikmat untuk dinikmati. Oleh karena itu bu Eko sudah memiliki banyak pelanggan setia.

Untuk mengembangkan usaha dan memperluas jaringan, dia aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di luar rumah sampai akhirnya dia bergabung dengan kelompok dampingan PPSW. Dari motivasi yang diberikan PPSW inilah bu Eko sering melobby dinas-dinas terkait dan ikut berbagai kegiatan UMKM. Belajar cara pemasaran, pengemasan, dan cara mendapatkan pinjaman untuk mengembangkan usahanya. 

Ibu Eko sekarang tidak hanya menjadi pengelut UMKM yang sukses tapi dia juga aktif menjadi narasumber untuk pelatihan-pelatihan bagi UMKM. Berbagai pameran telah diikutinya. Dia sudah pergi ke seluruh daerah yang ada di Kalbar, Bontang, Batam dan sampai ke Luar Negeri seperti Singapura dan Kucing. Disetiap pameran yang diikutinya selalu mendapat respon positif dari pengunjung, terbukti produk jamu yang dia bawa selalu habis dijual.