Kata Kunci dalam “Mengorganisir Masyarakat”

 

Demokrasi

Kata, “demokrasi,” berasal dari bahasa Yunani kuno, dimana “demo” berarti orang-orang (seperti dalam kependudukan) dan “krasi” berarti kekuatan (seperti dalam birokrasi atau aristokrasi).

Kata demokrasi, kemudian, diartikan menjadi kekuatan orang-orang. Ironisnya, orang-orang Yunani kuno tidaklah sangat demokrasi karena ekonominya berdasarkan perbudakan tenaga kerja.

Ada beberapa jenis demokrasi: contohnya representasional demokrasi dimana orang-orang memilih representatif (contoh Anggota Parlemen) agar membuat keputusan untuk mereka, dan partisipator Demokrasi dimana orang-orang terlibat dalam membuat keputusan.

Sebagai mobilisator, anda dihimbau untuk mempromosikan demokrasi, contohnya dalam proyek masyarakat, tetapi anda tidak diwajibkan untuk meniru sistem parlementer Inggris.  Mencari apa yang sesuai secara sosial.

Dependensi (Sindrom)

Sindrom Dependensi adalah suatu sikap dan kepercayaan bahwa sebuah kelompok tidak dapat memecahkan masalahnya sendiri tanpa bantuan dari luar.

Ini merupakan suatu kelemahan yang dipeburuk oleh bantuan. Lihat: Sindrom Dependensi.

Bekerja

Dari semua metode pembelajaran (membaca, mendengarkan, melihat), yang paling efektif adalah “bekerja.” Lihat: Metode-metode Pelatihan.

Belajar dengan bekerja dapat termasuk melakukan sesuatu secara langsung seperti mengerjakan suatu tugas dibawah pengawasan seorang pelatih, atau melakukan sesuatu secara tidak langsung seperti berpartisipasi dalam sesi permainan peran atau permainan simulasi.

Pengawasan

Pengawasan adalah aktifitas umum yang meliputi observasi, pencatatan, penganalisaan dan pelaporan dari suatu proyek atau aktifitas sejenis.

Penaksiran Partisipator atau Penilaian

Sebelum sebuah proyek direncanakan, situasi harus dinilai terlebih dahulu dengan PAR atau PRA.

Untuk suatu proyek “berbasis masyarakat keseluruhan masyarakat harus turut berpartisipasi dalam mengobservasi dan mengalisa, mencari masalah-masalah, ketegangan, potensi dan sumber daya.

Suatu masyarakat dan anggotanya tidak berpartisipasi secara otomatis dalam penilaiannya sendiri. Suatu perintah, hukum, frase desain proyek atau pernyataan tujuan tidak dapat memastikan bahwa seluruh masyarakat akan turut berpartisipasi.

Para anggota masyarakat membutuhkan dorongan, keahlian, stimulasi dan bimbingan agar berpartisipasi dalam penaksiran atau penilaian. Diantara tugas yang bermacam-macam dari pekerja masyarakat, mobilisator atau fasilisator, menuntun mereka adalah yang paling utama.

Penyediaan stimulasi dan pelatihan disebut sebagai akronim, PRA atau PAR.

Perencanaan

Perencanaan berarti memikirkan tentang dan memutuskan apa yang sebaiknya dilakukan di masa depan. Sebuah rencana yang baik mempunyai rangkaian langkah penting dari situasi terkini sampai keinginan terakhir. Lihat: Rencana Kerja.

Salah satu metode yang efektif adalah “memikirkan jadwal kembali” darimana anda memulai serta apa yang anda ingin raih sebagai tujuan akhir, dan carilah langkah utama secepatnya, kemudian satu hal sebelumnya, dan lain-lainya sampai anda berada pada situasi terkini.

Analisa Situasi

Suatu “analisa situasi” adalah sebuah prosedur saat keseluruhan karakteristik dan proritas masalah dari masyarakat diidentifikasikan. Lihat: PAR.

Tugas anda sebagai mobilisator adalah untuk memastikan bahwa seluruhnya, atau sebanyak mungkin anggota masyarakat, berpartisipasi dalam observasi dan analisa situasi masyarakat.

Transparansi

Transparansi merupakan elemen yang sangat penting dari penguatan masyarakat (Lihat: elemen dari pemberdayaan). Kata “transparan” disini berarti kemampuan untuk melihat lewat sesuatu.

Ketika pegawai sipil melakukan hal ini (contoh membuat keputusan, mengalokasikan sumber daya”dalam kerahasiaan, menyembunyikan aktifitas mereka dari orang-orang, mereka tidak bersikap transparan. Mereka bersikap” tidak jujur.”

Ini menimbulkan ketidakpercayaan, ketidakpedulian an marginalisasi (faktor penting dari kemiskinan dan kelemahan masyarakat). Tugas anda sebagai mobilisator adalah untuk mempromosikan transparansi Anda melakukan hal ini dengan menjelaskan tentang apakah transparansi tersebut, dan bahwa orang-orang mempunyai hak dan tanggung jawab untuk mengetahui apa yang terjadi (meningkatkan kewaspadaan).

Anda juga melakukannya dengan memastikan bahwa ini merupakan elemen kunci dari organisasi masyarakat yang anda bentuk atau atur kembali hukumnya, seperti “Hukum kebebasan berinformasi,” atau hukum-hukum lain yang sejenis yang memastikan bahwa detil-detil yang dikeluarkan oleh pemerintah harus diketahui oleh masyarakat umum, tersedia untuk orang-orang, dimaksudkan untuk mempromosikan transparansi pemerintah, meskipun beberapa pejabat akan berusaha untuk membunuh semangat dari hukum-hukum seperti ini.

Jika anda menyembunyikan masalah, menutupi atau menyangkal bahwa masalah tersebut tidak pernah ada; anda menghalangi solusinya.

Jika, sebaliknya, anda tidak menutupinya, menerimanya dan mengkajinya, anda berada pada jalan yang benar untuk memecahkan masalah. Memperkuat Transparansi.

Sumber: www.cec.vcn.bc.ca
Ditulis oleh Phil Bartle, PhD
Diterjemahkan oleh Arny Wahyuni