Melangkah Demi Masa Depan

images_cerita lapang irma suryani

Namaku Irma Suryani, aku lahir di Indrapuri Aceh Besar,  bertepatan dengan hari kartini, tepatnya 21 April 1973, Semenjak menikah dari tahun 1996, aku belum diberikan keturunan, terkadang aku menangis sendiri kenapa Allah tidak memberiku momongan, tetapi terkadang aku berfikir bahwa mungkin Allah masih punya cara lain untuk ku,walaupun demikian aku tetap tegar menghadapi semuanya, malahan aku berfikir inilah jalan yang terbaik bagiku.

Setahun setelah menikah masyarakat desaku menginginkan supaya kami mendirikan sebuah lembaga pendidikan Agama, yaitu berupa TPA, dan pada saat itu masyarakat mempercayaiku menjadi pimpinan di lembaga tersebut, banyak rintangan yang dihadapi oleh kami sebagai pengurus, pada waktu itu tidak ada bantuan dari pemerintah kami terus melangkah sedikit demi sedikit, demi tetap berjalannya lembaga ini, malahan kami pernah menjemput jimpitan kerumah-rumah, yang diberikan oleh masyarakat, sebulan sekali dan jimpitan itu kami jual untuk jerih dari guru-guru yang mengajar di TPA tersebut, dan Al-hamdulillah sampai dengan sekarang kami sudah mampu mentasyakurkan santri mencapai + 500 orang santri yang tersebar di beberapa desa diwilayah kami.


Sejak tahun 2006 ketika aku diajak bergabung dengan PPSW, dan semenjak saat itu banyak kegiatan yang ku ikuti banyak sekali, mulai dari pelatihan yang dibuat oleh ppsw sendiri, sampai dengan pelatihan yang dibuat oleh pemerintah daerah,  dan sampai dengan sekarang kalau ada kesempatan pasti ku ikuti dengan secara seksama.

 

Pada awalnya banyak orang yang ragu termasuk diriku juga merasa keraguan yang sama , ketika aku bergabung dengan kelompok ppsw,  malahan  pada waktu masuknya ppsw kekampung kami banyak masyarakat yang pesimis dengan adanya kelompok di desaku, orang-orang tidak yakin dengan berkelompok, apalagi pada waktu itu 2 tahun setelah terjadi stunami di aceh, walaupun kampungku jauh dari pantai, apalagi waktu itu banyak orang-orang bulee yang masuk kampung, mereka merasa curiga dan takut kalau nanti kita akan diajak untuk masuk agama lain,  tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan kepercayaan anggota kelompok semakin kuat. Banyak manfaat yang kuperoleh dengan bergabung dikelompok ppsw, selain mendapat simpan pinjam, juga mendapat kapasitas berupa pelatihan-pelatihan, juga pengalaman serta ilmu. Sampai sekarang kami terus melakukan perubahan dari waktu ke waktu, semoga kaum perempuan ini bisa berfikir kritis guna mengubah sikap dan perilaku perempuan agar lebih berorientasi pada hak dan pemberdayaan dirinya.

Pengalamanku menjadi kader bukanlah mudah sebagaimana kubayangkan, ternyata bayak hujatan dan celaan yang kuhadapi, mulai dari keluarga  sampai ke masyarakat luas, tapi disatu pihak aku harus berbuat demi anggota, tetapi disisi lain keluargaku juga sangat membutuhkanku, ibu (mama) ku yang sudah tua, dan penyakit ostioporosis yang menimpanya terkadang aku tidak bisa berbuat banyak, meskipun demikian aku terus melangkah menuju masa depan yang gemilang, berkat dorongan dari ibu dan suamiku yang tidak pernah melarangku untuk ikut dalam kegiatan apapun, dan ini merupakan dorongan yang paling berharga bagi ku.

Sejak bergabung dengan PPSW Pelajaran yang kuperoleh, baik dari PL sendiri, maupun belajar dari pengalamanku. Hingga saat ini, aku sudah mengikut berbagai kegiatan, yaitu sebagai perserta workshop, seminar, dialog publik, studi banding, musrenbang, dsb, baik yang diselenggarakan oleh PPSW maupun lembaga lain. Hingga menjadi fasilitator kegiatan di kelompok. 

Dan sampai saat ini   juga telah berpengalaman di berbagai organisasi, yaitu:

  1. Ketua Serikat Perempuan Basis Aceh Bangkit (2010 – sekarang)
  2. Divisi Organisasi dan Kelembagaan FSPBI (2010 – sekarang)
  3. Ketua LKM Indrapuri, Aceh Besar (2007 – sekarang)
  4. Fasilitator Kelompok  (2009 – sekarang)
  5. Kader Lokal LKM (2008 – sekarang)
  6. Pengurus PKK Kecamatan Indrapuri (2009 – 2012)
  7. Pengurus PKK Kabupaten Aceh Besar (2012- sekarang)
  8. Pimpinan TPA Nurul Hidayah Indrapuri (1997 – Sekarang)


Sampai saat ini semua kegiatan saya nikmati, selain mendapat ilmu saya bisa punya banyak teman dan saudara. Semua hal ini tak luput dari rahmat Allah SWT. Semua ini tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan dari keluarga dan Kelompok. Terima kasih keluarga besar PPSW yang menjadi keluarga kedua bagi saya yang tetap mendampingi dan mengikutsertakan saya di berbagai acara baik Pelatihan- pelatihan, studi banding maupun Dialog.