Melangkah Pasti Mengorganisir Koperasi Wanita dan Masyarakat Tani

”Pada awalnya beberapa kaum laki-laki meragukan kemampuan saya. Apa mungkin saya mampu mengorganisir dan melaksanakan kegiatan, karena perempuan dianggap lemah, cengeng, tahunya hanya mengurus dapur. Paling-paling hanya menyusahkan”. Begitulah ejekan kaum laki-laki ketika Sulasmi Prasetyani atau yang akrab disapa Genduk mengawali cerita ini.

Sejak tahun 1982 Genduk tinggal di Desa Serusa Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir bersama sang suami Pak Sarno (alm) beserta ke 5 anaknya, Murjito, Yuni Asmara, Endang Kusrini, Prio Sukoco dan si bungsu Dedi Pujianto. Walaupun hidup dengan kondisi ekonomi yang seadanya tetap dijalani dengan ikhlas, “Allah selalu memberikan yang terbaik kepada Makhluk-Nya, semua itu nikmat yang luar biasa…”, begitulah yang selalu ada di pikiran perempuan kelahiran Purworejo, Jawa tengah, 17 Agustus 1963 ini. 

Untuk terus dapat memenuhi kebutuhan keluarga, perempuan yang hanya mengenyam pendidikan SMP ini berusaha dengan beternak  dan bertani. Berjualan jamu dan menjadi pedagang keliling tak segan dilakukan. Genduk adalah sosok perempuan perkasa yang tidak menyerah dengan keadaan.

Tahun 1984 datang Chamsiah Djamal (alm) Direktur PPSW dari Jakarta mengajak  membentuk kelompok yang bernama Kelompok Wanita Pengembang Sumberdaya (KWPS). Tahun 1989 untuk pertama kalinya mengikuti pelatihan Motivator (Pelancar Musyawarah) Pembangunan Desa yang diselenggarakan oleh PPSW di Bagan Siapiapi. Setelah itu pelatihan demi pelatihan diikuti untuk meningkatkan kapasitasnya. 

“Ada satu kegiatan yang sangat berkesan bagi saya dimana berkumpul para partisipan dari Negara-negara Asia Tenggara dalam Acara Pesta Rakyat Se Asia Tenggara (The South East Asia People Festival 2000) yang diselenggarakan di Yogyakarta dan difasilitasi oleh Nani Zulminarni dari PPSW, Tan Jo Hann dari SEA-PCP dan Roem Topatimasang dari INSIST. Walaupun berasal dari berbagai Negara namun semua peserta terlihat akrab. Komunikasi tetap terjalin walaupun dalam bahasa yang berbeda-beda” ujar Genduk mengenang salah satu kegiatannya.

Hingga saat ini, Genduk sudah mengikut berbagai kegiatan, yaitu sebagai perserta workshop, seminar, dialog publik, dsb, baik yang diselenggarakan oleh PPSW maupun lembaga lain. Hingga menjadi fasilitator kegiatan di kelompok dan lintas wilayah. Dan juga telah berpengalaman di berbagai organisasi, yaitu:

  1. Ketua Serikat Perempuan Basis Rokan Hilir (2010 – sekarang)
  2. Fasilitator Daerah (2010 – sekarang)
  3. Badan Pengawas Koperasi Perempuan Sinar Harapan (2007 – sekarang)
  4. Penyuluh Swakarsa (2003 – sekarang)
  5. Kader Lokal PPSW (1989 – sekarang)


“Sampai saat ini semua kegiatan saya nikmati, selain mendapat ilmu saya bisa punya banyak teman dan saudara. Semua hal ini tak luput dari rahmat Allah SWT. Semua ini tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan dari keluarga dan Kelompok tani yang menjadi wadah pengembangan ilmu pertanian yang saya dapatkan. Terima kasih keluarga besar PPSW yang menjadi keluarga kedua bagi saya yang tetap mendampingi dan mengikutsertakan saya di berbagai acara baik Pelatihan, Dialog, Hearing, Workshop maupun Seminar di wilayah maupun di Jakarta. Terima kasih kepada semua pihak yang menjadi mitra pendorong saya kearah yang lebih baik. Semoga perjuangan saya bersama masyarakat tani dapat terus membuahkan hasil yang gemilang. Amin.”