Kisah Teh Ema

Ema Mila Kresna begitu nama lengkapnya, dengan panggilan akrab the Ema (35 tahun), tinggal di Kampung Cikaramat,  Desa Sukamanis Kecamatan Kadudampit, Sukabumi. Pernah menjadi TKW  ke Saudi Arabia pada tahun 2000, meski hanya 1 bulan, karena  tidak kuat dengan  aturan kerja yang berat dirumah majikan dan  dirasa tidak sesuai dengan perjanjian kerja (PK). 

Teh Ema merupakan kader lokal dari kelompok  Al Mujtahidin  yang didirikan pada pertengahan tahun 2008, melalui program “Pencegahan Trafiking terhadap perempuan dan anak melalui peningkatan pendapatan dan advokasi kebijakan” merupakan kerjasama dengan ILO IPEC. The Ema aktif mengikuti kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh PPSW Pasoendan. Dirinya menjadi salah satu peserta pelatihan CO yang diselenggarakan pada bulan Januari 2009. Teh  Ema mengikuti pelatihan dengan semangat, hasilnya adalah teh  Ema mempunyai penyadaran kritis dan kepedulian terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya. 

Terdorong untuk membuktikan kepeduliannya terhadap pembangunan di daerahnya khususnya kepada perempuan basis seperti dirinya, maka pada saat pemilihan kepala desa, teh Ema memberanikan diri untuk mencalonkan sebagai salah satu kandidat kepala desa. Ada 4 kandidat salah satunya adalah mantan kepala desa yang sudah senior, karena sudah menjabat 3 periode. Teh Ema satu-satunya calon kades perempuan. Tetapi teh  Ema merasa percaya diri (PD). Hal ini merupakan bukti bahwa teh  Ema sudah mempunyai keberanian untuk menjadi pemimpin di desanya, meskipun belum berhasil terpilih sebagai kades, tetapi apa yang sudah dilakukan the Ema patut kita apresiasi sebagai prestasi yang membanggakan.