Kisah Ibu Mimin Mintarsih

“ … hasil usaha saya sekilas saja sudah dapat terlihat, … yah, sama dengan hasil teteh saya yang menjadi TKW.  Bekerja ke Saudi selama dua tahun,  hasil yang kelihatan  hanya bisa untuk membiayai sekolah Maya (anaknya) sampai tamat SMA…. anak saya malah sekolahnya SMK …, lebih mahal biayanya …. Saya bisa membiayai anak saya sampai tamat SMK… yang biayanya lebih besar … Jadi lebih gedean  saya hasilnya dibandingkan dengan dia  ….” Ungkap Ibu Mimin dengan bangga, saat ditemui di rumahnya disela-sela mengelola produksi usahanya.

“ Saya tidak ingin lagi menjadi TKW …. Karena menjadi TKW itu berat … banyak resiko seperti yang pernah saya rasakan …. “  tambahnya.

Ibu Mimin Mintarsih  saat ini berusia 39 tahun, tinggal di Kp Cirangkong Desa Cikaret Kec Kebonpedes, Sukabumi, Jawa Barat. Teh Mimin, begitu biasa dipanggil,  adalah seorang mantan TKW  Arab Saudi (sudah 3 kali menjadi TKW). Saat ini  berstatus sebagai janda dengan dua orang anak. Teh  Mimin sebagai ketua  di Koperasi Hasanah yang sudah dirintis sejak tanggal 14 Oktober 2004. Diawali dari ketertarikannya terhadap kegiatan di kelompok Sejati yang berada di Desa Jambenenggang Kecamatan Kebon Pedes. Teh Mimin kemudian meminta PPSW untuk melakukan pendampingan di wilayahnya yang terletak di Kampung Cirangkong desa Cikaret, Sukabumi. Wilayah tersebut termasuk kantong pengirim TKW ke Saudi Arabia.

Pada awal pembentukan, Kelompok Hasanah  mempunyai jumlah anggota  11 Orang. Besarnya Simpanan Pokok pada saat itu 5.000,- dan simpanan Wajib Rp. 1.000,- perbulan. Pada tahun 2010 kelompok Hasanah menjadi koperasi yang berBadan Hukum. Sampai saat ini jumlah anggota sudah menjadi 188 Orang, dengan besar simpanan pokok Rp. 50.000,- dan simpanan Wajib  Rp. 10.000 perbulan dengan asset koperasi saat ini sebesar Rp 176.000.000,-  yang berasal dari dana swadaya, koperasi Hasanah sudah mampu memberikan pinjaman kepada anggota sebesar Rp. 5.000.000,- per orang.

Teh Mimin merupakan salah satu peserta pelatihan kewirausahaan SIYB yang dilaksanakan oleh PPSW Pasoendan bekerjasama dengan ILO Buruh Migran . Kegiatan tersebut  dilaksnakan pada bulan November tahun 2008. Pada saat itu, Ibu Mimin sudah mempunyai usaha dagang pakaian dan memproduksi makanan ringan, tetapi usahanya belum dikelola dengan baik sehingga belum berkembang. Setelah mengikuti pelatihan SIYB, Ibu Mimin mulai menerapkan hasil pelatihan SIYB kedalam usaha yang sudah ditekuninya selama ini,  yaitu membuat pencatatan, menyusun ulang perencanaan usaha secara baik dan membuat rencana cash flow. Hasilnya adalah dirinya dapat memilih jenis usaha yang benar-benar memberikan keuntungan, yaitu  memproduksi makanan kering. 

Teh Mimin mengelola usaha dengan lebih baik. Dari cash flow  yang sudah dibuatnya menunjukkan usaha yang dikelolanya terus mengalami perkembangan. Saat ini teh Mimin sudah mempunyai karyawan sebanyak 5 orang, mereka adalah para mantan TKW yang ada disekitarnya.  Dari hasil usahanya teh Mimin mampu membiayai kebutuhan keluarganya dan membiayai pendidikan anaknya sampai selesai sekolah SMK.  

Dari hasil usaha yang dikembangkan,  teh Mimin mampu memperbaiki rumahnya yang digunakan khusus sebagai tempat usaha. Disamping itu juga mampu membeli kendaraan untuk mempermudah pemasaran usahanya. Saat ini produksi usahanya sudah mendapatkan sertifikasi dari Depkes dan MUI serta menggunakan kemasan yang menarik, sehingga memberikan daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi. Pada saat ini pemasaran usahanya adalah ke sekolah-sekolah, rumahmakan, warung, toko, outlet dan swalayan yang berada disepanjang jalur Kec Sukaraja dan sekitarnya, kota, kec Cisaat sampai dengan kec Cibadak.   Kedepan, teh Mimin berharap dapat mengembangkan pemasaran usahanya sampai ke luar wilayah Sukabumi, dengan demikian akan  lebih banyak lagi tenaga kerja yang bisa drekrut dalam usahanya ini.

Sebagai mantan TKW dan pernah mengalami masalah,  teh Mimin  mempunyai kepedulian terhadap permasalahan TKW . Dari hasil pelatihan-pelatihan (CO, Advokasi, Kepemimpinan, Paralegal dan Pre Departure)  yang pernah  diikuti, memberikan pemahaman dan ketrampilan kepada teh Mimin untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh TKW. Teh Mimin sering membantu penanganan berbagai kasus, tetapi menurutnya yang berhasil  dibantu adalah yang mempunyai kasus  gaji tidak dibayar dan tetapi Orangnya masih berada ditempat kerja.  Teh Mimin sering melakukan pendesakan kepada majikan melalui telefon dengan menggunakan bahasa arab yang fasih, karena dirinya sudah memahami hak dan kewajiban TKW maka dia berani mendesak dan memarahi majikan.