Kegiatan Asosiasi PPSW

Kegiatan yang dilakukan oleh Asosiasi PPSW adalah Pengorganisasian Masyarakat, Penelitian, Pelatihan, Seminar dan Lokakarya,  Publikasi.

a. Pengorganisasian Masyarakat:

Pengorganisasian masyarakat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Pengembangan kegiatan simpan-pinjam dan lembaga keuangan
  • Pengembangan usaha-usaha  mikro dan industri rumah tangga
  • Pertemuan kelompok-kelompok basis untuk membahas masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat guna diselesaikan secara bersama.
  • Pendampingan pada kelompok-kelompok basis dan masyarakat marjinal
  • Kunjungan lapang pada kelompok-kelompok basis dan masyarakat marjinal 
  • Pelatihan-pelatihan dan study banding sesuai dengan kebutuhan masyarakat
  • Pengembangan forum komunikasi antar kelompok-kelompok basis
  • Pembentukan dan pengembangan kelembagaan masyarakat yang mandiri dan punya identitas sendiri
  • Pembentukan jaringan di tingkan kelompok basis dari  tingkat wilayah sampai ke regional
  • Pengembangan media-media yang kreatif
  • Pengolahan data base kelompok
  • Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran kritis kelompok basis
  • Memfasilitasi pendidikan formal dan informal pada kelompok-kelompok basis dan masyarakat marjinal.


Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan diatas PPSW menggunakan beberapa prinsip dasar, yaitu:

  • Memfasilitasi terbentuknya kelompok-kelompok kerja di masyarakat
  • Peran-peran pendampingan  intensif secara bertahap dialihakan ke CO lokal yang kemudian fungsinya beralih ke konsultatif yang bersifat kemitraan.
  • Memfungsikan secara optimal fungsi-fungsi organisasi pada pengurus dan anggota kelompok basis
  • Memberi keyakinan dan kepercayaan pada kader-kader lokal kelompok basis bahwa mereka mampu melakukan  pengorganisasian sendiri.
  • Memberikan kebebasan secara penuh kepada kelompok dan masyarakat untuk menentukan dan melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan dan kondisi yang ada
  • Fasilitasi kelompok untuk membentuk aliansi atau jaringan antar kelompok dimulai di tingkat wilayah masing-masing, kemudian secara regional.
  • Fasilitasi kelompok untuk membentuk kelembagaan sendiri yang mandiri dan punya identitas sendiri.
  • Yakinkan bahwa kaum perempuan dan kelompok-kelompok masyarakat marginal lainnya memperoleh manfaat langsung dan terlibat dalam seluruh kegiatan yang di laksanakan.
  • Melibatkan seoptimal mungkin kelembagaan tradisional, tokoh-tokoh masyarakat dan agama serta masyarakat luas diwilayah  tersebut.
  • Memfasilitasi kelompok untuk mengembangkan media sendiri yang kreatif dan sesuai kebutuhan
  • Memfasilitasi kelompok untuk membuat dokumentasi dan laporan sendiri sesuai dengan kondisi yang ada
  • Memfasilitasi sebanyak mungkin tumbuh dan berkembangnya  pemimpin-pemimpin perempuan dalam masyarakat.

 

b. Pelatihan

PPSW memfasilitasi ber-bagai pelatihan bagi masyarakat mitra dan lembaga-lembaga lain yang membutuhkan. Pelatihan yang diberikan berkaitan dengan keterampilan tekhnis, manajerial dan pengembangan diri.

c. Penelitian

Penelitian dilakukan sebagai penunjang kegiatan pengorganisasian masyarakat dan untuk pengembangan lembaga. Persoalan yang berkaitan dengan kepentingan perempuan menjadi fokus penelitian PPSW.

d. Seminar dan Lokakarya

PPSW memfasilitasi berbagai seminar dan lokakarya tingkat lokal, nasional dan regional, sebagai bagian dari upaya advokasi. Persoalan yang berkaitan dengan kepentingan perempuan meru-pakan fokus seminar dan lokakarya yang diorganisir dan difasilitasi oleh PPSW.

e. Publikasi

Program ini sebagai upaya mempublikasikan informasi tentang perempuan dari temuan lapang maupun yang ditulis oleh para ahli.

Brikut adalah rincian kegaitan Asosiasi PPSW yang telah dilakukan selama lebih dari 25 tahun mendampingi masyarakat basis.

 

A. PENGORGANISASIAN MASYARAKAT

1. Konseling dan Pengembangan Kegiatan Ekonomi Produktif bagi Perempuan di Daerah Pantai untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarganya.

TujuanUntuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif perempuan di daerah pantai melalui pengembangan usaha, dalam rangka mencapai peningkatan pendapatan keluarga sehingga dapat memperbaiki kesejehteraan keluarganya.
Lokasi:Desa Parit  Aman, Kecamatan Bangko, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau.
Periode: Maret 1987 –  Maret 1990
Partisipan: 91 perempuan dalam 3 kelompok
Lembaga Dana:SDC and CIDA

2. Pengembangan Koperasi Perempuan di Sektor Informal di Jakarta.

Tujuan: Untuk membentuk koperasi perempuan yang bekerja di sektor informal sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.
Lokasi: Daerah kumuh di kota Jakarta
Periode: November 1987 – Desember 1991
Partisipan: 50 perempuan dalam 2 kelompok
Lembaga Dana: CCA – FORMASI

3. Pengembangan Usaha Emping Melinjo di Aceh Pidie.

Tujuan: Untuk mengembangkan perempuan pengusaha emping melinjo agar dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Lokasi: Empat desa di Kecamatan Sakti, Kabupaten Aceh Pidie, Aceh
Periode: Desember 1987 – Desember 1990
Partisipan:120 perempuan dalam 4 kelompok
Lembaga Dana: CIDA

4. Pengembangan Anyaman Bambu pada Masyarakat Pedesaan.

Tujuan: Untuk menciptakan kegiatan ekonomi khususnya bagi perempuan pedesaan, dalam rangak meningkatkan pendapatan keluarga guna memperbaiki kesejahteraan keluarga. 
Lokasi: Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Periode: Desember 1988 – Juni 1990
Partisipan:75 perempuan dalam 3 kelompok dan 15 laki-laki dalam 1 kelompok.
Lembaga Dana: GATE/GTZ

5. Proyek Penyedian Air Bersih di Desa Bojong Menteng, Bogor

Tujuan: Untuk memperbaiki ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan mendidik penduduk desa tentang air bersih beserta hubungannya dengan kesehatan dan produktivitas.
Lokasi: Desa Bojong Menteng, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat
Periode: Maret 1990 – Desember 1990
Partisipan:200 keluarga
Lembaga Dana: Dana Mitra Lingkungan (DML)

6. Proyek Penyedian Air Bersih di Desa Burni Bius, Aceh Tengah, Sumatra

Tujuan: Untuk memperbaiki ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan mendidik penduduk desa tentang air bersih beserta hubungannya dengan kesehatan dan produktivitas.
Lokasi: Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Sumatra.
Periode: Juli 1990 – Desember 1990
Partisipan : 70 keluarga
Lembaga Dana: Dana Mitra Lingkungan (DML)

7. Pengembangan kegiatan Perempuan di Pinggiran Jakarta dalam rangka Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga.

Tujuan: Untuk Meningkatkan Kesadaran dan Kemampuan Perempuan dalam mengidentifikasi dan memecahkan persoalannya, serta menolong mereka untuk meningkatkan pendapatan dalam rangka memperbaiki Kesejahteraan Keluarga.
Lokasi: Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Periode: Juli 1990 – Juli 1991
Partisipan : 80 perempuan dalam 3 kelompok
Lembaga Dana:CUSO

8. Pengambangan Koperasi di Sektor Informal di Jakarta.

Tujuan: Untuk Membentuk Koperasi bagi pengusaha sektor Informal dalam rangka meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya.
Lokasi: Pisangan, Srengseng – DKI Jakarta
Periode:Juni 1991 – Juni 1992
Partisipan :70 orang dalam 2 kelompok
Lembaga Dana: AIDAB (Kedutaan Australia)

9. Peningkatan Peranan Perempuan di Daerah Pantai 

Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan dalam mengidentifikasi dan memecahkan persoalannya, serta membantu mereka meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
Lokasi: Desa Pacar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Periode: Juli 1990 – Juli 1993
Partisipan: 91 perempuan dalam 3 kelompok
Lembaga Dana: CIDA

10. Pengembangan Usaha  “Emping Melinjo” di Jawa Barat

Tujuan: Untuk mengembangkan usaha emping melinjo yang dijalankan oleh perempuan dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga.
Lokasi: Empat Desa di Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat
Periode: Juli 1990 – Juli 1993
Partisipan : 120 perempuan dalam 4 kelompok
Lembaga Dana: CIDA

11. Perbaikan Kesejahteraan Keluarga melalui Pengembangan Usaha Kecil 

Tujuan: Untuk memberdayakan perempuan dengan mengembangkan kegiatan ekonomi dan organisasi lokal bagi perempuan, sehigga  dapat memperbaiki kehidupannya.
Lokasi: Kecamatan Bangko, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Periode: September 1993 – Oktober 1996
Partisipan: 400 orang dalam 16 kelompok
Lembaga Dana: USAID (Kedutaan Amerika)

12. Program Pemberdayaan Perempuan Buruh Migrant dan Keluarganya 

Tujuan: Untuk memberdayakan perempuan buruh migrant dan keluarganya sehingga mereka dapat mengantisipasi masalah dan menghindari eksploitasi.
Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat 
Periode:
– Phase I: Juni 1994 -Juli 1996
– Phase II: Oktober 1996 – September 1997
– Phase III: April 1998 -April 1999
Partisipan:
– Phase I: 30 perempuan dalam 2 kelompok
– Phase II: 100 perempuan dalam 5 kelompok
– Phase III: 160 perempuan dalam 8 kelompok
Lembaga Dana: DANIDA (Kedutaan Denmark)

13. Pemberian Pelayanan untuk Perempuan Pekerja Migrant dan Kesejahteraan Keluarganya dalam rangka Meminimalkan Masalah yang Muncul. 

Tujuan: Untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga TKW dan meminimalkan terjadinya masalah dan eksploitasi. 
Lokasi: Baros – Sukabumi, Jawa Barat
Periode: Juli 1994 – November 1997
Partisipan: 50 perempuan dalam 3 kelompok
Lembaga Dana: Kedutaan Selandia Baru 

14. Pengembangan Koperasi di Sektor Informal.

Tujuan: Untuk memberdayakan perempuan melalui pembentukan kelompok perempuan di sektor informal, sehingga mendorong mereka untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
Lokasi: Jakarta, Bogor dan Bekasi
Periode:
– Phase I: Maret 1992 – Februari 1994
– Phase II: Maret 1995 – Maret 1998
– Phase III: Juli 1998 – Juli 2001 
Partisipan:
– Phase I: 120 perempuan dalam 3 kelompok
– Phase II: 350 perempuan dalam 15 kelompok
– Phase III: 500 perempuan dalam  25 kelompok 
Lembaga Dana: Ford Foundation

15. Program Pengembangan Sumberdaya Buruh Perempuan 

Tujuan: Untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan perempuan buruh migrant dalam rangka mendorong mereka untuk memecahkan masalahnya. 
Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
Periode: Agustus 1996 – Juli 1998
Partisipan: 35 perempuan dalam 2 kelompok
Lembaga Dana: Plan International melalui The Rural Development Foundation (Yayasan Pengembangan Pedesaan/YPP Malang)

16. Pemberdayaan Perempuan Pedesaan Melalui Kegiatan Peningkatan Pendapatan 

Tujuan:Untuk memberdayakan perempuan di pedesaan sehingga dapat memperbaiki kualitas hidupnya dan meningkatkan akses dan kontrol mereka terhadap sumberdaya.
Lokasi: Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Periode:
– Phase I: September 1993 – September 1995
– Phase II: Desember 1995 – Desember 1998
– Phase III: Juli 1998 -Juli 2001
Partisipan:
– Phase I: 100 perempuan dalam 4 kelompok
– Phase II: 240 perempuan dalam 8 kelompok
– Phase III: 400 perempuan dalam 12 kelompok
Lembaga Dana:
– Phase I: IFAD
– Phase II: Ford Foundation
– Phase III: Ford Foundation

17. Program Beasiswa untuk Pelajar dari Keluarga Miskin 

Tujuan: 
– Membantu pelajar dari keluarga miskin 
– Memonitor dan mengevaluasi kemajuan pendidikan anak sekolah dan pengelolaan dana 
Lokasi: Jakarta, Bogor dan Karawang
Periode:
– Phase I: 20 Juni 1996-Juni 1997
– Phase II: 15 Juli 1997-Juli 1998
– Phase III: Agustus 1998-Juli 1999
Partisipan: 25 anak sekolah dari keluarga miskin
Lembaga Dana: Yayasan Roesma

18. Pemberdayaan Perempuan dengan Mengembangkan Kredit Mikro dan Usaha Mikro di Karawang, Jawa Barat

Tujuan: Untuk mengembangkan kegiatan ekonomi bagi perempuan akar rumput di Karawang melalui pengembangan program kredit mikro dan usaha mikro. 
Lokasi: Karawang, Jawa Barat
Periode: Juli 1997 – Juli 1998
Partisipan: 200 perempuan dalam 8 kelompok  dan 1000 anggota keluarganya
Lembaga Dana: Levi Strauss AP. Division PTE. LTD.

19. Pemberdayaan Perempuan di Pedesaan melalui Kegiatan Ekonomi di Bagan Siapi-api, Riau – Sumatra 

Tujuan:
– Untuk membentuk pra-koperasi dengan menejemen yang efektif dan  efesien agar dapat memenuhi kebutuhan anggotanya 
– Untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha yang didukung oleh lembaga keuangan lokal. 
Lokasi: Riau, Sumatera
Periode: Januari 1998 – Agustus 1999
Partisipan: 400 perempuan dalam 16 kelompok
Lembaga Dana: Canada Fund For Local Initiatives (CFLI)

20. Program Kesehatan Reproduksi bagi Kelompok Perempuan 

Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran kritis perempuan akan hak dan kesehatan reproduksinya sehingga dapat mengontrol tubuhnya.
Lokasi: Jakarta, Sukabumi, Pandeglang dan Riau
Periode: April 1998 – Maret 2001
Partisipan:1000 perempuan dalam 50 kelompok dan 17 tenaga lapang
Lembaga Dana: Ford Foundation

21. Program Darurat untuk Kesejahteraan Masyarakat selama Krisis Ekonomi 

Tujuan: Untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat selama krisis ekonomi 
Lokasi: Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (JABOTABEK)
Periode: Juli 1998 – Desember 1998
Partisipan: 680 perempuan dalam 20 kelompok dan 1075 masyarakat
Lembaga Dana:  TDH (Terre Des Hommes –  Belanda)

22. Pemberdayaan Perempuan melalui Kegiatan Ekonomi Produktif di Pontianak, Kalimantan Barat

Tujuan: Untuk memberdayakan perempuan melalui kegiatan ekonomi 
Lokasi: Pontianak, Kalimantan Barat
Periode: Agustus 1998 – Agustus 2000
Partisipan: 125 perempuan dalam 5 kelompok beserta 500 anggota keluarganya
Lembaga Dana: AUSAID

23. Program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Populer dan Pelatihan Komunikasi 

Tujuan: Memberdayakan perempuan dengan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tenaga lapang PPSW agar dapat mempersiapkan kader lokal untuk menjadi pemimpin lokal yang akan meneruskan dan memajukan kegiatan kelompok 
Lokasi: Jakarta
Periode:
– Phase  I: 19 Oktober 1998 – 1 Januari 1999
– Phase  II:  Januari 1999 – Januari 2000
Partisipan:17 tenaga lapang  dan 80 kader lokal
Lembaga Dana: IIZ / DVV 

24. Program Beasiswa untuk Pelajar dari Keluarga Miskin 

Tujuan:

  • Untuk membantu pelajar dari keluarga miskin dalam hal biaya dan peralatan sekolahnya.
  • Untuk memonitor dan mengevaluasi kemajuan pendidikan dan pengelolaan dana 

 

Lokasi: Jabotabek, Pandeglang, Sukabumi dan Karawang
Periode: 1 Nopember 1998 -31 Juli 1999
Partisipan: 200 pelajar dari keluarga miskin 
Lembaga Dana: Yayasan Lingkungan Sejahtera (YASALIRA)

25. Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Pertanian Lahan Kering (PIDRA) 

Tujuan:

  • Meningkatkan potensi sumberdaya manusia petani termasuk petani perempuan sehingga mereka mampu meningkatkan produktivitas kerjanya, mandiri, dan mampu mengembangkan kegiatannya secara swa-kelola.
  • Memperbaiki potensi sumberdaya alam termasuk produktivitas lahan dengan menerapkan kaidah-kaidah konservasi tanah, guna mendukung dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.
  • Meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kualitas kehidupan keluarga berpenghasilan rendah, sehingga mereka mampu meningkatkan sekesejahteraannya.

Lokasi: 6 Kabupaten di Propinsi Jawa Timur yaitu: Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan dan Lumajang.
Periode: Tahun 2000 – 2006
Partisipan: 2.250 kelompok petani di 225 desa.
Lembaga Dana : World Bank/IFAD/Bimas Deptan

26.Dukungan Terhadap Perempuan Usaha Mikro

Tujuan:

  • Identifikasi usaha-usaha mikro baik yang dilakukan secara individu maupun berkelompok. 
  • Memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha mikro di masyarakat.

Lokasi: Jakarta
Periode: Januari  – Desember 2001
Partisipan: 10 kelompok 
Lembaga Dana: International Relief and Development (IRD)

27.Pemberdayaan Masyarakat Miskin melalui Pengembangan Kredit Mikro dan Pelatihan

Tujuan:

  • Memfasilitasi berkembangnya usaha-usaha mikro baik yang dilakukan secara individu maupun berkelompok. 
  • Memfasilitasi tumbuhnya lapangan pekerjaan baru sebagai alternatif sumber pendapatan masyarakat melalui pengadaan modal usaha. 
  • Memfasilitasi berkembangnya kelompok-kelompok sebagai wadah  pemecahan masalah bersama di masyarakat dengan optimalisasi sumberdaya setempat dan pengembangan swadaya.

Lokasi: Pandeglang  dan Karawang
Periode: Janari 2001 –  Januari  2002
Partisipan: 35  kelompok 
Lembaga Dana: Mercy Corps International (MCI)

28. Program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Orang Dewasa

Tujuan:

  • Memberi penguatan pemimpin perempuan lokal, agar mereka mampu berperan aktif mempengaruhi kebijakan dalam proses otonomi daerah.
  • Memberi penguatan kepada CO lokal sebagai agen perubahan di daerah.
  • Memfasiltiasi hearing dan dialog kebijakan antara kelompok-kelompok perempuan, pemerintah daerah dan DPRD.
  • Menyediakan bahan pembelajaran dalam pengorganisasian masyarakat basis
  • Mengangkat isyu pendidikan orang dewasa, kesetaraan gender dan isyu-siyu keadilan.

Lokasi: Seluruh Wilayah Dampingan PPSW
Periode: Januari – Desember 2003 (1 tahun)
Partisipan:167 Kader Lokal 67 desa.
Lembaga Dana:  IIZ / DVV

29. Program Kesehatan dan Hak Reproduksi Perempuan 

 Tujuan:

  • Menguatkan kapasitas sumber-daya manusia di tingkat lembaga dan kelompok  
  • Menumbuhkan kesadaran kritis laki-laki tentang hak dan kesehatan reproduksi
  • Menumbuhkembangkan kader lokal di 6 wilayah dampingan sebagai ujung tombak dalam mensosialisasikan isyu hak dan kesehatan reproduksi secara bertahap dan berkelanjutan.
  • Mengembangkan modul dan media kesehatan reproduksi serta mendokumentasikan proses dan hasil program sebagai bahan pembelajaran (learning material) untuk para kader lokal di kelompok dampingan sebagai bahan untuk sosialisasi isyu hak dan kesehatan reproduksi.

Lokasi: Jawa Barat dan Riau
Periode: Januari 2003 – Desember 2005 (3 tahun)
Partisipan: 4.100 perempuan dalam 112 kelompok di 43 desa, 16 kecamatan dan 4  daerah tingkat II.
Lembaga Dana: Ford Foundation

30. Pemberdayaan Perempuan melalui Kegiatan Ekonomi Produktif dan Penguatan Kapasitas Pemimpin Lokal Perempuan 

 Tujuan:

  • Mengembangkan pemimpin lokal perempuan yang mampu mengangkat kegiatan pengorganisasian masyarakat
  • Mengembangkan kegiatan-kegiatan di kelompok
  • Meningkatkan kapasitas perempuan, kepemimpinan dan keterampilan baik di bidang ekonomi maupun kegiatan-kegiatan sosial.
  • Mengembangkan kredit mikro dan program emergensi untuk masyarakat miskin dalam rangka peningkatan stus ekonomi dan sosial mereka.
  • Meningkatkan pendapatan anggota kelompok dalam rangka menanggulangi krisis.

Lokasi: Karawang dan Jakarta
Periode: Janauri 2003 – Desember 2005 (3 tahun)
Partisipan: 16 kelompok di Karawang, 53 kelompok di Jakarta.
Lembaga Dana: LEVI’s Foundation

31. Program Penguatan Buruh Migran Perempuan untuk Menghapuskan Perdagangan Perempuan 

Tujuan:

  • Mengembangkan dan menguatkan organisasi masyarakat lokal di Cianjur dan Sukabumi, dimana wilayah ini paling banyak mengirimkan pekerja migran perempuan ke luar negeri
  • Memberikan informasi yang benar dan membangun kepedulian masyarakat, khususnya perempuan terhadap isyu pekerja migran dan perdagangan perempuan.
  • Meningkatkan pengetahuan pekerja migran perempuan yang agar mereka mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaannya, seperti prosedur rekruitmen, kontrak kerja, sosial budaya negara tujuan, penggajian dll.
  • Mengkritisi peraturan dan mekanisme dalam penanganan perdagangan buruh migran perempuan.
  • Membangun jaringan (LSM, pemerintah, masyarakat, kontak person, kedutaan asing) untuk menghapuskan kasus perdagangan perempuan.

Lokasi: Cianjur dan Sukabumi
Periode: Januari 2003 – Desember 2004 (2 tahun)
Partisipan: 454 orang dalam 20 kelompok perempuan di Sukabumi dan 150 orang dalam 5 kelompok di Cianjur.
Lembaga Dana: DANIDA (Kedutaan Denmark)

32. Program Pemberdayaan Politik Perempuan dalam Era Otonomi Daerah di Kalimantan Barat

Tujuan:

  • Meningkatkan peluang dan akses terhadap informasi dan sumber keuangan untuk permodalan kegiatan ekonomi anggota kelompok 
  • Menumbuhkan  kader lokal kesehatan reproduksi serta meningkatkan akses informasi kesehatan reproduksi bagi kader dan anggota kelompok dampingan.
  • Meningkatkan pengetahuan dan skill kader lokal dan anggota kelompok melalui berbagai training, hearing, diskusi dan dialog dengan berbagai pihak.

Lokasi: Pontianak
Periode: Tahun 2003
Partisipan: 11  kelompok 
Lembaga Dana: The Asia Foundation (TAF)

33. Program Penguatan Masyarakat Sipil untuk Mendorong Perubahan Kebijakan yang Berperspektif Gender ASPPUK 

Tujuan: Memperkuat Jaringan Masyarakat sipil untuk Mendorong Terwujudnya Perubahan Kebijakan yang Berperspektif Gender
Lokasi:  Kota Pontianak & Kabupaten Kubu Raya, Kalbar
Periode:  Juni 2005-Juni 2006
Partisipan: 13 kelompok perempuan  dan  tomas, aparat desa (200 orang)
Lembaga dana: Seknas ASPPUK & Forum  Wilayah ASPPUK Kalimantan bekerjasama Partnership 

34. Pemberdayaan Masyarakat Aceh untuk Meningkatakan Kehidupan Sosial Ekonominya Paska Tsunami dan Perjanjian Damai

Tujuan:

  • Mengorganisir masyarakat sehingga mereka terlibat aktif dalam proses rehabilitasi daerahnya.
  • Membangun kapasitas anggota masyarakat sehingga mereka mampu berperan dalam mengatasi masalah sosial ekonomi dalam program pemulihan.
  • Membangun jaringan masyarakat lokal sehingga mereka mampu bekerjasama membangun masyarakatnya dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada. 
  • Menyuarakan kepentingan dan persoalan masyarakat sehingga mereka memiliki akses yang sama terhadap sumberdaya yang tersedia.
  • Mendokumentasikan dan mempublikasikan proses pemberdayaan masyarakat basis, sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat lain.

Lokasi: 7 kabupaten di Popinsi Nanggroe Aceh Darussala (NAD) ; Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Timur, Nagan Raya, Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan
Periode: Februari 2005 – September 2007
Partisipan: 2200 perempuan basis
Lembaga Dana: The Asia Foundatio (TAF) – USAID

35. Local governance strategy for combating trafficking in person in West Kalimantan  

Tujuan: Membangun Kesadaran Kritis Masyarakat terutama Kelompok Perempuan di Kalimantan Barat tentang Perdagangan Perempuan dan Anak
Lokasi:  Kota Pontianak & Kabupaten Kubu Raya, Kalbar
Periode:  Pebruari 2006 – Pebruari 2007
Partisipan: 20 kelompok perempuan & partisipan ; perangkat desa-kecamatan, aparat, ormas, media massa, masyarakat, NGO dengan ;  jumlah yang terlibat langsung 364 orang 
Lembaga dana: The Asia Foundation 

36. Advocacy Program for combating trafficking in person in West Kalimantan

Tujuan: Pemberdayaan Perempuan untuk meningkatkan Kesadaran Kritis Anggota Kelompok dan Masyarakat Melalui rangkaian usaha yang berpihak dan membela korban perdagangan perempuan dan anak.  
Lokasi:  Kota Pontianak & Kabupaten Kubu Raya, Kalbar
Periode:  Pebruari 2007– Agustus 2007
Partisipan:  20 kelompok perempuan ; perangkat desa-kecamatan, aparat, ormas, media massa, masyarakat, NGO dengan jumlah 535 orang.
Lembaga dana :  The Asia Foundation  

37. Program Reintegrasi untuk korban trafiking di wilayah Jakarta.

Tujuan: Perlindungan bagi korban trafficking perempuan dan anak dan menghilangkan peluang untuk menjadi korban lagi.
Lokasi: DKI Jakarta
Periode: Tahun 2006 – 2008
Partisipan: 25  perempuan korban trafiking
Lembaga Dana: IOM  

38. Program pemberdayaan perempuan melalui penguatan ekonomi keluarga dalam upaya pencegahan dan penanggulangan perdagangan dan produksi obat-obat terlarang

Tujuan: Berkontribusi dalam mengurangi pekerja anak di Indonesia khususnya anak-anak yang menggunakan obat-obatan terlarang.
Lokasi: Klender, Jakarta Timur
Periode: Januari 2006 – Juni 2007
Partisipan: 200 perempuan dalam 7 kelompok 
Lembaga Dana: ILO-IPEC

39. Program Pemberdayaan Keuangan untuk Kelompok Perempuan Marginal (Tahun Pertama)

Tujuan: Untuk membentuk dan mengembangkan kelompok perempuan, meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan perempuan dalam aktivitas ekonomi dan sosial dan menyediakan sistem pendukung untuk kelompok perempuan basis. 
Lokasi: Lenteng Agung, Jakarta Selatan 
Periode: Juli 2007 – Juni 2008
Partisipan: 196 perempuan dalam 20 kelompok
Lembaga Dana: GE Money  

40. Program Peningkatan Peran Wanita dalam Pengembangan Ekonomi Desa

Tujuan: Melatih kelompok perempuan untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui kegiatan CO dan pengembangan usaha
Lokasi: Kabupaten Rokan Hilir, Riau
Periode: Juni 2008 – Mei 2009
Partisipan: 116 orang perempuan yang tergabung dalam 4 kelompok yang berada di kecamatan Rimba Melintang dan kecamatan Sinaboy
Lembaga Dana : Direct Aid Progam (DAP)

41. Program Pemberdayaan Keuangan untuk Kelompok Perempuan Marginal (Tahun Kedua)

Tujuan: Untuk membentuk dan mengembangkan kelompok perempuan, meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan perempuan dalam aktivitas ekonomi dan sosial dan menyediakan sistem pendukung untuk kelompok perempuan basis. 
Lokasi: Lenteng Agung dan Kebagusan, Jakarta Selatan
Periode: Juli 2008 – Agustus 2009.
Partisipan : 517 perempuan dalam dalam 59 kelompok
Lembaga Dana: GE Money

42. Program Persiapan dan Restrukturisasi Keuangan Mikro PPSW di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Tujuan: Mempersiapkan LKM untuk menjadi lembaga keuangan mikro yang profesional yang mampu menggalang simpanan swadaya anggota dan meningkatnya kesadaran kritis dan kapasitas pengurus maupun pendamping lapang melalui restrukturisasi LKM dan akses informasi serta pelatihan.
Lokasi: Jakarta, Jawa Barat dan Banten
Periode: Desember 2008 – November 2010
Partisipan: 3.667 perempuan di Jakarta dan 4.841 perempuan di Jawa Barat dan Banten
Lembaga Dana: HIVOS

43. Program Penguatan Orang Tua dan Anak Melalui Peningkatan Pendapatan dan Akses Pelayanan Pendidikan Dalam Rangka Pencegahan pengedaran dan Penggunaan Obat-obatan Terlarang di Wilayah Klender Jakarta Timur. 

Tujuan: Penguatan terhadap orang tua dan anak melalui peningkatan kesadaran kritis dan dan akses pelayanan pendidikan serta kegiatan ekonomi dalam upaya pencegahan pengedaran dan penggunaan obat-obatan terlarang.
Lokasi: Klender, Jakarta Timur
Periode: Desember 2007 – November 2008
Partisipan:189 perempuan dalam 7 kelompok dan 135 anak-anak anggota kelompok
Lembaga Dana: TDH Netherland

44. Pencegahan Perdagangan Anak dan PRT Anak Melalui Pendidikan.

Tujuan: Meningkatnya kapasitas siswa SMP melalui akses program remedial dan 3R, dan membangun kesadaran kritis serta peningkatan kapasitas untuk masyarakat khususnya perempuan agar tercegah dari Perdagangan anak dan PRT.  
Periode: 1 Agustus 08 – 30 Sept 09
Lokasi: Sukabumi.
Partisipan: 900 orang yang terdiri dari 650 siswa SMP, 20 orang Guru, 15 orang KPD, stakeholder ditingkat desa dan kecamatan serta kabupaten, 200 orang perempuan, masyarakat sekitar di 2 desa.
Lembaga Dana: ILO

45. Program Pendidikan Bagi Anak-Anak Miskin dan Pemberdayaan Orang Tua Murid (PAUD & KF)

Tujuan: Membuka akses pendidikan dan memberikan proses pendidikan dan pengajaran bagi kelompok masyarakat yang tidak mampu Lokasi:  Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalbar
Periode:  Juni 2008 – Juli 2009 
Partisipan:7 KWPS, 28 tutor PAUD, 2 tutor KF, 285 murid PAUD dan 10 murid KF yang tersebar di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalbar
Lembaga dana:  World Bank kerjasama Seknas Pekka Jakarta  

46. Program Peningkatan Partisipasi Perempuan Aceh dalam Proses Pengambilan Keputusan

Tujuan: Peningkatan partisipasi perempuan Aceh dalam proses  pengambilan keputusan di tingkat desa dan kecamatan
Lokasi: 4 kecamatan (Aceh Besar, Aceh Pidie, Bireun dan Aceh Timur)
Periode: Februari 2008 – Nopember 2009
Partisipan: 1.650 perempuan tergabung dalam 42 kelompok
Lembaga Dana: TAF

47. Penguatan calon TKW Migran dan Anggota Keluarganya Dalam Upaya Pencegahan Perdagangan Perempuan di Kabupaten Sukabumi.

Tujuan: Penguatan terhadap calon TKW migran dan anggota keluarganya, melalui  peningkatan kesadaran kritis dan akses informasi tentang peluang dan bahaya migrasi kerja. Serta advokasi kebijakan ditingkat lokal seperti penyusunan draft Raperda maupun SK Bupati tentang mekanisme perlindungan BMI dan anggota keluarga yang berspektif HAM dan berkeadilan gender.
Periode: Agustus 2008 – Agustus 2009.
Lokasi: Sukabumi, Cianjur, Pandeglang.
Partisipan: 128 kelompok, stakeholder ditingkat desa, kecamatan, SKPD, LSM local, masyarakat, dengan jumlah 4.700 orang.
Lembaga Dana:  TIFA

48. Pendidikan untuk Perempuan Basis

Tujuan: Membangun kesadaran kritis dan peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan yang adil gender.
Periode:  Sept 08 – Agust 10.
Lokasi: Karawang
Partisipan: 3 kecamatan, stakeholder ditingkat desa dan kecamatan, kabupaten, masyarakat dengan jumlah 800 orang.
Lembaga Dana: PEKKA

49. Persiapan dan Restrukturisasi Keuangan Mikro di Wilayah Jawa Barat dan Banten.

Tujuan: Mempersiapkan LKM untuk menjadi lembaga keuangan mikro yang profesional yang mampu menggalang simpanan swadaya anggota dan meningkatnya kesadaran kritis dan kapasitas pengurus maupun pendamping lapang melalui restrukturisasi LKM dan akses informasi serta pelatihan.
Periode: Desember 2008 – Nopember 2010
Lokasi: Cianjur, Karawang, Pandeglang, Lebak.
Partisipan : 4851 anggota kelompok.
Lembaga Dana: HIVOS

50. Peningkatan kapasitas BMP (Buruh Migran Perempuan) dan Anggota Keluarganya dalam Tehnologi Informasi Melalui Akses CTC (Community Training Center).

Tujuan: Meningkatnya kapasitas dan kesadaran kritis BMP dan anggota keluarganya tentang peluang dan tantangan bermigrasi, dan peluang usaha bagi mantan BMP melalui akses technologi informasi dan komunikasi di CTC dalam rangka pemenuhan hak-hak BMP dan anggota keluarganya.
Periode: Desember 2008 – Mei 2010
Lokasi: Sukabumi dan Cianjur.
Partisipan: 500 orang masyarakat yang berasal dari 150 orang calon TKW dan anggota keluarganya, 100 orang mantan TKW Migran,  250 orang dari pengurus, kader lokal dan masyarakat umum.
Lembaga Dana: TIFA

51. Program Penguatan Jaringan Perempuan Usaha Kecil (JARPUK)  sebagai Wadah Pengembangan Ekonomi Rakyat (BDS) 

Tujuan: Meningkatkan Usaha Kecil Mikro yang dikelola perempuan sebagai pendorong terbangunnya  gerakan dan berkembangannya ekonomi rakyat 
Lokasi: Kota Pontianak, Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, Sambas, Sanggau, dan Sintang (Forwil  ASPPUK Kalimantan) Kalimantan Barat
Periode: Juli 2008 –  Oktober 2011
Partisipan: Jaringan Perempuan Usaha Kecil (JARPUK) di 5 Kab/Kota 1.600 PUK (Perempuan Usaha Kecil)
Lembaga Dana: Seknas ASPPUK kerjasama dengan HIVOS 

52. Peningkatan Partisipasi Perempuan Basis dalam Pemilu 2009 untuk Menciptakan Tatanan Masyarakat yang Demokratis.

Tujuan: Terbangunnya kembali kesadaran dan kepercayaan rakyat terhadap pemilu yang jujur dan adil, sehingga bagi kelompok perempuan khususnya mampu dan mau menggunakan hak pilihnya secara mandiri dan benar.
Periode: Februari – Mei 2009
Lokasi: Sukabumi, Cianjur, Karawang, Pandeglang, Lebak.
Partisipan: 164 kelompok, KPUD, caleg, media massa, stakeholder ditingkat desa dan masyarakat, dengan jumlah 5.700 orang.
Lembaga Dana: UNDP (Melalui Asosiasi PPSW dan PD Politik). 

53. Program Pemberdayaan Perempuan Melalui penguatan Ekonomi  Dalam Rangka Pencegahan Pekerja Anak-anak Jalanan Wilayah Jakarta Utara

Tujuan: Untuk penguatan perempuan melalui kegiatan ekonomi    dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga dan berkontribusi pada pencegahan anak jalanan yang bersiko terlibat perdagangan narkoba dan eksploitasi seksual dan pekerja anak pada umumnya di Jakarta Utara.
Periode: Januari – Desember 2010
Lokasi: Kelurahan Lagoa dan Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara
Partisipan : 278 perempuan
Lembaga Dana: ILO

54. Program Penguatan Institusi Sekolah dan Orang Tua murid Melalui Forum Pendidikan dan Peningkatan Pendapatan di Wilayah Klender, Jakarta Timur. 

Tujuan: Peningkatan kapasitas dan kesadaran kritis guru dan orang tua melalui pelayanan pendidikan serta pemberdayaan ekonomi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan anak. 
Lokasi: Klender, Jakarta Timur
Periode: Januari 2009 – Desember 2010.
Partisipan:190 perempuan dalam 7 kelompok, 30 orang guru dan 450 orang murid.
Lembaga Dana: TDH Netherland

55. Sentra Pengembangan Kepemimpinan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Prime Leadership Center) 

Tujuan: Mengembangkan Sentra Kegiatan pemberdayaaan Masyarakat dan Pengembangan Kepemimpinan Perempuan di tingkat Desa dan Kecamatan. 
Lokasi: Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar dan Pendeglang – Banten.
Periode: Juli 2009 – Juli 2010
Partisipan: Di Kalimantan Barat 35 KWPS, 7 PAUD wilayah dampingan PPSW, melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat, dan pemuda dengan jumlah 9.500 orang. Di Banten: 32 kelompok dengan jumlah 1.745 orang.
Lembaga Dana: World Bank kerjasama Seknas Pekka 

56. Program Kesehatan Berbasis Masyarakat untuk Membangun Ketahanan dan Kekuatan Keluarga Melalui Posyandu di Wilayah Karawang

Tujuan: Membangun ketahanan dan kekuatan keluarga agar anak tumbuh sehat dan berkembang melalui  Posyandu untuk memperbaiki status gizi dan kesehatan balita serta pelayanan perkembangan anak usia dini dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Periode: September 2009 – Agustus 2010.
Lokasi: Karawang
Partisipan: di 9 desa di Kecamatan Klari, 437 orang kader posyandu stakeholder ditingkat desa, kecamatan dan kabupaten, 18 kelompok, dengan jumlah 1500 orang. 
Lembaga Dana: Save the Children

57. Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Aceh 

Tujuan: Penguatan lembaga keuangan Mikro (LKM)
Lokasi: 4 kecamatan (Aceh Besar, Aceh Pidie, Bireun dan Aceh Timur)
Periode: Maret 2009 – Agustus 2010
Partisipan: 1.650 perempuan tergabung dalam 42 kelompok
Lembaga Dana: TAF

58. Partisipasi Perempuan Basis pada Institusi Pengambil Keputusan Public ditingkat Desa untuk Memajukan Pemenuhan Hak-Hak Dasar Perempuan Basis dalam Bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Tujuan: Meningkatnya  keterlibatan dan pengaruh perempuan grassroot dalam perencanaan dan penganggaran pada pengambil keputusan publik di tingkat desa dan kecamatan yang berkeadilan gender melalui peningkatan kapasitas kelompok perempuan, penguatan aliansi strategis dan mendorong terbitnya kebijakan di tingkat desa.
Periode: Juni 2009 – Mei 2011.
Lokasi: Sukabumi
Partisipan:  5 desa, stakeholder ditingkat desa, kecamatan dan kabupaten, masyarakat dengan jumlah 400 orang.
Lembaga Dana: FF melalui PPKM

59. Pemberdayaan Perempuan dan Advokasi untuk Kebijakan Pendidikan Orang Dewasa

Tujuan: Pendidikan orang dewasa berkontribusi kepada pemberdayaan perempuan dan mengurangi kemiskinan.
Lokasi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat and Riau
Periode: Januari 2009 – Desember 2011
Partisipan: 5.000 perempuan
Lembaga Dana:DVV/IIZ 

60. Pemberdayaan Perempuan Buruh Perkebunan dan Pertanian Melalui Penguatan Ekonomi dan Akses Informasi.

Tujuan: Secara umum tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatnya kapasitas dan kesadaran kritis perempuan buruh perkebunan dan pertanian melalui pembentukan kelompok, sehingga mereka dapat mendiskusikan permasalahannya dan mencari solusi bersama. 
Periode: Februari 2010 – Januari 2012
Lokasi: Sukabumi
Partisipan: 3 desa di kecamatan Sukaraja, stakeholder ditingkat desa dan kecamatan, dengan jumlah 400 orang.
Lembaga Dana: Java Village

61. Program Pemberdayaan Keuangan untuk Kelompok Perempuan Marginal (Tahun Ketiga)

Tujuan:
– Untuk membentuk dan mengembangkan kelompok perempuan, meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan perempuan dalam aktivitas ekonomi dan sosial dan menyediakan sistem pendukung untuk kelompok perempuan basis. 
– Untuk penguatan usaha anggota dan melakukan upaya-upaya untuk membuka akses pada perempuan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang bisa dicerminkan dengan keterlibatan kader perempuan dalam musrenbang dan masuk dalam lembaga-lembaga pengambil keputusan
Periode: Januari 2009 – Desember 2010
Lokasi: Lenteng Agung dan Kebagusan, Pasar Minggu  Jakarta selatan
Partisipan: 650 perempuan
Lembaga Dana: GE Money 

62. Rintisan Rumah Pintar

Tujuan: Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan di Rumah Pintar
Lokasi: Cianjur
Periode: Juni 2010 – Juni 2011 
Partisipan: Masyarakat di wilayah dampingan kab.  Cianjur, khususnya di Kec Sukaluyu 
Lembaga Dana: SIKIB bekerjasama dengan Mendiknas dan Menakertrans 

63. Program Penguatan Warga Negara di dalam Mendorong Terwujudnya Integritas dan Akuntabilitas (Civic Empowerment in Promoting Integrity and Accountability) melalui Strengthening Accountability and Integrity Program (SIAP II).

Tujuan: Pengembangan kapasitas pelaku non negara (LSM, media, universitas) untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas pemerintah dalam menjalankan program kesejahteraan sosial, terutama kesehatan, pendidikan dan perempuan usaha mikro.
Lokasi: Kota Pontianak , Kecamatan Pontianak Timur
Periode: Agustus 2010 – Juni  2012
Partisipan: KWPS, Lurah, Camat, Dinas-Dinat Terkait, DPRD Kader Posyandu, PKK, LPM, Ormas.
Lembaga Dana: Seknas ASPPUK didukung oleh USAID melalui Partnership.

64. Program Kesehatan berbasis masyarakat untuk membangun ketahanan dan kekuatan keluarga melalui Posyandu di wilayah Karawang.

Tujuan: Membangun ketahanan dan kekuatan keluarga agar anak tumbuh sehat dan berkembang melalui  Posyandu untuk memperbaiki status gizi dan kesehatan balita serta pelayanan perkembangan anak usia dini dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Lokasi: Karawang
Periode: September 2010 – Agustus 2011 
Partisipan: Sebanyak 500 anak balita, 186 Posyandu yang tercakup dalam 4 Puskesmas berada di 29 Desa  di Kec Klari dan Anggadita
Lembaga Dana: Save The Children

65. Program Peningkatan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Kelompok dan koperasi Dampingan PPSW di Wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Tujuan: Mempersiapkan Koperasi/LKM untuk menjadi lembaga keuangan mikro yang profesional yang mampu menggalang simpanan swadaya anggota dan meningkatnya kesadaran kritis dan kapasitas pengurus maupun pendamping lapang melalui restrukturisasi Koperasi/LKM dan akses informasi serta pelatihan.
Lokasi: Jakarta, Jawa Barat dan Banten
Periode: Nopember 2010 –  Desember 2013
Partisipan: 3 Koperasi DKI Jakarta dan 15.719 perempuan
Lembaga Dana: HIVOS

66. Program Penguatan Guru dan Siswa Melalui Proses Pembelajaran Berbasis Kreativitas, Lifeskill dan Peningkatan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat dalam rangka Mewujudkan kemandirian sekolah.

Tujuan: Prestasi anak di 3 sekolah di Klender  Jakarta Timur (SD 12, SD 17 dan SD Mustika) meningkat berkat adanya program sekolah ramah  anak dan pendidikan berbasis karakter
Lokasi: Kelurahan Klender Kecamatan Duren Sawit dan Kelurahan Cipinang Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur
Periode: Januari  2011 –  Desember 2012
Partisipan : 550 siswa dan 37 guru
Lembaga Dana: TDH Netherlands (Terre des Hommes-Netherlands)

67. Program Mengoptimalkan permainan lokal sebagai media olah raga dan pengembangannya dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak (Sport and Development)

Tujuan: Keberlanjutan  permainan lokal sebagai sarana olah raga yang akan dilaksanakan oleh anak, masyarakat dan sekolah. Meningkatkan solidaritas diantara anak dan saling menghargai satu sama lain melalui permainan lokal dan olahraga tradisional.
Lokasi: Jakarta dan Tangerang
Periode: Januari  2011 –  April 2011
Partisipan : 1000 siswa, 200 guru dan 100 berbagai stake holder
Lembaga Dana: Kedutaan Belanda

68. Global Women ini Management : Advancing Women’s Economic Opportunities (GWIM 53)

Tujuan :Meningkatkan kapasitas dan kemampuan perempuan Federasi Serikat dan anggota kelompok dalam rangka memperoleh pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.
Lokasi: DKI Jakarta
Periode: Januari – Maret 2011
Partisipan : 35 kader lokal pengurus Federasi Serikat Perempuan Basis Jakarta
Lembaga Dana: CEDPA

69. Memperkuat Kapasitas Pemerintah dalam Proses Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran untuk Memerangi Perdagangan Orang di Indonesia 

Tujuan: Memperkuat kapasitas Pemerintah dalam Proses Penempatan dan Perlindungan Pekerja migrant  untuk memerangi Perdagangan Orang di Indonesia
Lokasi: Sukabumi dan Cianjur
Periode: Januari – Juni 2011
Partisipan: Sosialisasi menggunakan buku saku tentang “migrasi yang aman” di 2 kecamatan di Sukabumi dan 1 Kecamatan di Cianjur, kepada masyarakat, stakeholder ditingkat desa dan kecamatan, dengan jumlah 3500 orang.
Lembaga Dana: IOM

70. Pemberdayaan perempuan basis melalui akses informasi dan penguatan ekonomi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang dan Lebak – Propinsi Banten

Tujuan: Penguatan perempuan basis melalui upaya penyediaan informasi, dan pengembangan usaha kecil dalam rangka mendorong kesetaraan gender serta peningkatan kualitas hidup
Lokasi: Pandeglang dan Lebak
Periode: Juli 2011  – Juni 2012 
Partisipan: Dampingan di Kec Kalanganyar Kab Lebak dan Kec. Menes di Kab Pandeglang
Lembaga Dana: Caritas Australia

71. Program Penguatan Calon TKW Migrant, Mantan Buruh Migrant dan Anggota Keluarganya melalui Akses Informasi dan Pengembangan Ekonomi Produktif  Berbasis Komunitas  untuk Pencegahan Trafficking dalam rangka Penegakan Hak ECOSOC di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

Tujuan:Penguatan terhadap calon TKW migran, mantan buruh migran dan anggota keluarganya  melalui  peningkatan kesadaran kritis dan akses informasi, pengembangan usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan sehingga terhindar dari  trafficking.

Lokasi: Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Periode: Oktober 2011– Mei 2012
Partisipan: Calon dan mantan buruh migran dan anggota keluarga, masyarakat di wilayah rentan asal/transit pengiriman buruh migran, Kader lokal, tokoh masyarakat, aparat desa-kecamatan dan stake holder terkait.
Lembaga Dana: Association for Community Empowerment  – Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat ( ACE – PKM ) – dukungan PSF 

B. PENELITIAN

1. Data Dasar untuk Peningkatan Peranan Perempuan di Daerah Nelayan di Cipatuguran, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dan Sidem/Besole, Jawa Timur 

Tujuan:

  • Untuk memperoleh gambaran tentang kehidupan perempuan nelayan, kondisinya, kegiatan dan kebiasaannya;
  • Untuk mengidentifikasi potensi manusia dan laut yang cocok di desa nelayan guna memperbaiki keadaan ekonominya;
  • Untuk mengidentifikasi potensi perikanan guna pengembangan yang lebih produktif dan efesien;
  • Untuk mengidentifikasi permasalahan perempuan nelayan dalam mengembangkan sumber daya yang ada;
  • Untuk mengidentifikasi kegiatan yang potensial bagi perempuan nelayan guna meningkatakan pendapatannya.

Pemanfaatan: Hasilnya digunakan untuk kemajuan pembangunan dalam proyek peningkatkan peranan perempuan nelayan dari kantor Menteri Urusan Peranan Wanita dan UNDP.
Waktu: Mei – Juni 1987.
Lembaga Dana: Kantor Menteri Urusan Peranan Wanita dan Dirjen Perikanan 


2. Penelitian pada Perempuan Perkebunan 

Tujuan: Untuk membentuk kondisi budaya, sosial dan ekonomi serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh perempuan perkebunan sebagai dasar untuk memrumuskan program pembangunan.
Lokasi: Perkebunan the “Goalpara”, Sukabumi, Jawa Barat.
Waktu: November 1987 –  Februari 1988
Lembaga Dana: Leiden University

3. Studi Kebijakan : Peningkatan angkatan kerja non-pertanian pada Perempuan Pedesaan 

Tujuan: Untuk meneliti keberhasilan dan kegagalan proyek perempuan yang ada, dalam rangka mengembangkan proyek guna meningkatkan kesempatan lapangan pekerjaan diluar sektor pertanian dan meningkatkan pendapatan perempuan pedesaan.
Lokasi: Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Selatan.
Waktu: Desember 1987 –  Februari 1989
Lembaga Dana: IDRC

4. Penelitian tentang Patner Potensial Perempuan pada proyek koperasi ILO.

Tujuan:

  • Untuk menidentifikasi patner yang tepat bagi perempuan, khususnya dalam rangka mengembangkan kegiatan yang menguntungkan.
  • Untuk mengidentifikasi wilayah kerja yang tepat bagi para ahli.
  • Untuk mengusulkan kerangka kerja organisasi bagi lembaga yang akan bekerjasama.

Lokasi: Jawa Barat, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan.
Waktu: Desember 1990 – Januari 1991
Lembaga Dana: ILO, UN

5. Perbaikan Kesejahteraan dan Kondisi Kerja Buruh Perempuan.

Tujuan:

  • Untuk menyelidiki kondisi dan situasi kerja buruh perempuan di Jakarta.
  • Untuk mengidentifikasi permasa-lahan yang muncul pada buruh perempuan di Jakarta.
  • Untuk mengidentifikasi kebutuhan buruh perempuan di Jakarta dan merumuskan kerangka kerja yang akan memperbaiki kese-jahteraanya.
  • Untuk mengidentifikasi jenis kegiatan yang dapat dikembangkan untuk memperbaiki kesejahteraan buruh perempuan di Jakarta.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 1991-1992
Lembaga Dana: ILO

6. Penelitian tentang strategi peningkatan pendapatan dan program perempuan di Indonesia.

Tujuan:

  • Untuk melihat pelaksanaan program peningkatan pendapatan yang dilakukan oleh Pemerintah dan LSM, 
  • Untuk melaksanakan analisa perbandingan tentang ciri-ciri dari program tersebut, 
  • Untuk melihat cara evaluasi yang tepat, 
  • Untuk mempersiapkan analisa keuangan tentang jumlah biaya pada program peningkatan pendapatan untuk perempuan, dan membandingkannya dengan manfaat ekonomi, tenaga kerja dan peningkatan pendapatan dari program ini.

Lokasi: DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatra Utara.
Waktu: Desember 1992 – Februari 1993
Lembaga Dana: United National development Program (UNDP)

7. Program Buruh Perempuan di Indonesian, Pilot Proyek di Jawa Barat.

Tujuan: Untuk mengidentifikasi model yang “Fokus-Masyarakat” guna meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan buruh migran dan keluarganya.
Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat.
Periode: November 1992 – Oktober 1993
Lembaga Dana: Universitas La Trobe , Australia

8. Proyek Sektor Perikanan untuk membantu Sektor Perikanan dari Pemerintah Indonesia dalam merencanakan investasi pada Repelita VI.

Tujuan: Melihat peranan perempuan nelayan serta merekomendasikan strategi dan pedoman yang akan menjamin mereka diikut sertakan dalam perumusan kebijaksanaan dan perumusan perencanaan.
Lokasi: Beberapa Propinsi di Indonesia 
Waktu:1993-1994
Lembaga Dana: Asian Development Bank, Agrodev-Canada. 

9. Kompilasi Material Jender dalam Proyek Pembangunan dan Organisasi di Indonesia. 

Tujuan: Untuk menghasilkan material bagi pelaksanan pembangunan sehingga dapat mengembangkan program yang sensitif jender.
Lokasi: Jakarta 
Waktu:1995
Lembaga Dana: CIDA’s Women Support Project

10. Penjajagan Kebutuhan bagi Konsultan untuk Perempuan Pengusaha Kecil.

Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan merekomen-dasikan desain, pendekatan alternatif serta kegiatan untuk program pengembangan klinik usaha.
Lokasi: Jakarta dan Solo
Waktu: Januari – Juni 1995
Lembaga Dana: CIDA’s Women Support Project dan MENUPW

11. Misi Persiapan Bantuan Teknis untuk Pemerintah Indonesia dalam Mengembangkan Proyek Peningkatan Pendapatan.  ADB TAR: INO 29456.

Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor keberhasilan dan kegagalan dari proyek dan merekomendasikan pemecahan masalah agar dapat memperbaiki proyek berikutnya.
Waktu: Oktober – Desember 1996
Lembaga Dana: IFAD-FAO

12. Misi Pencarian fakta tentang Proyek Peningkatan Pendapatan (RIGP) bekerjasama dengan  ADB/IFAD 

Tujuan: Untuk meneliti kondisi proyek yang ada dan memberi rekomendasi untuk perbaikan proyek, khususnya untuk mendorong perempuan dan masyarakat akar rumput sebagai Partisipan.
Waktu: Maret – April 1997
Lembaga Dana: IFAD

13. Pengaruh PMA (Perusahaan Modal Asing) terhadap Masyarakat di Pedesaan. 

Tujuan:

  • Untuk meningkatkan kondisi kerja peserta melalui kebijakan pemerintah yang lebih baik.
  • Untuk mengetahui manfaat PMA terhadap penduduk pedesaan (lekai-laki dan pearempuan).
  • Mengetahui tingkat kondisi pekerja dari beberapa isyu, seperti tentang penggajian, tunjangan-tunjangan, fasilitas dan kualitas kerja.

Lokasi: Karawang, Jawa Barat
Waktu: Mei – Juni 2002
Lembaga Dana: Karin Astrid Siegmann

14. Studi Dampak Program PPSW terhadap Pemberdayaan Perempuan di  Kelompok Dampingan 

Tujuan:

  • Memotret pandangan kelompok mengenai program, pengembangan kapasitas yang telah diterima selama program, capaian dan pandangannya untuk pengembangan ke depan.
  • Memotret indikator di tingkat kelompok untuk capaian keberhasilan, dan dampaknya.

Lokasi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Riau dan Pontianak
Waktu: Januari – Agustus 2004
Lembaga Dana: IIZ/DVV 

15. Studi Dampak Model Program Pendidikan Orang Dewasa di Bidang Ekonomi, Sosial dan Pengembangan Politik Perempuan di Jakarta

Tujuan: Memahami implementasi program di lapangan dengan menggunakan pendekatan orang dewasa dan mengobservasi efek dari keberhasilan program.
Lokasi: DKI Jakarta
Waktu: Desemebr 2005 – Januari 2006
Lembaga Dana: IIZ/DVV bekerjasama dengan Rumpun

16. Dua Puluh Tahun PPSW, Kontribusi terhadap Keadilan Sosial bagi Perempuan di Indonesia 

Tujuan:

  • Melihat hubungan antara strategi dan capaian PPSW dalam pemberdayaan masyarakat.
  • Membangun sebuah upaya pembelajaran dan refleksi antara sebuah strategi dan capaian.

Lokasi: Kabupaten Rokan Hilir Riau, Jakarta, Jawa Barat dan Banten
Waktu: Februari 2007
Lembaga Dana: Ford Foundation bekerjasama dengan WRI

17. Efektifitas Strategi Pendampingan PPSW Terhadap Peningkatan Kapasitas Perempuan Basis 

Tujuan:

  • Memberikan pemahaman mengenai egektifitas strategi pengampingan yang dilakukan PPSW melalui stragtegi pengorganisasian masyarakat dan pendekatan pendidikan orang dewasa.
  • Melihat tingkat partisipasi perempuan basis, serta melihat faktor penghambat dan pendukung yang dihadipi perempuan basis dapam berpartisipasi di wilayah publik.
  • Memberikan gambaran tentang preferensi dan persepsi anggota (dampingan PPSW) terhadap PPSW.

Lokasi: Kabupaten Pontianak, Sukabumi dan Rokan Hilir
Waktu: Maret – Juni 2008
Lembaga Dana: IIZ/DVV bekerjasama dengan Sapa Institut

18. Studi Literasi Finansial dan Kesehatan pada Perempuan yang Beranjak Tua 

 Tujuan :

  • Untuk mendapatkan pola kesiapan untuk menjadi lansia yang sehat, independen dan produktif.
  • Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam berpartisipasi dalam Program pendidikan Finansial yang ditujukan kepada perempuan yang beranjak tua.
  • Untuk menentukan jenis aktifitas yang membuat peserta asesmen tertarik untuk mempromosikan perencanaan dan manajemen kesehatan dan keuangan yang lebih baik.
  • Untuk mengetahui harapan mereka terhadap dukungan serta kontribusi dari generasi yang lebih muda di usia lanjut.

Lokasi: Aceh, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat
Waktu: Maret – April 2011
Lembaga Dana: Citi Foundation bekerjasama dengan CAS-UI

  

C. PELATIHAN

1. Pelatihan Tenaga Lapang 

Tujuan: Untuk memperbaiki kemampuan tenaga lapang dalam mengorganisir kelompok perempuan dengan jender perspektif.
Lokasi: Jakarta, Riau dan Aceh
Waktu: 1987 – 1988
Peserta: 65 perempuan berasal dari beberapa LSM
Lembaga Dana: PPSW dan LSM

2. Pelatihan untuk Meningkatkan Peranan Perempuan dalam Kegiatan Irigasi

Tujuan: Untuk merencanakan materi pelatihan bagi perempuan petani dan pelatih.
Lokasi: Solo, Jawa Tengah dan Palembang, Sumatra Selatan
Waktu: 1991
Peserta: 65 orang
Lembaga Dana: DHV/WUASP

3. Lokakarya tentang Pelatihan Analisa Jender di Aceh, Medan dan Ambon 

Tujuan: Untuk memperkenalkan kerangka analisa Jender sebagai alat analisa yang dapat digunakan dalam program pembangunan dan melibatkan perempuan secara aktif.
Lokasi: Aceh, Medan dan Ambon
Waktu: 1991
Peserta: 150 orang
Lembaga Dana: DHV/WUASP

4. Pelatihan Teknik Analisa Jender 

Tujuan: Untuk memberikan teknik analisa jender bagi perencana proyek.
Lokasi: Ciawi dan Cipayung, Bogor, Jawa Barat
Waktu: Januari 1992
Peserta: 55 perencana dari pemerintah dan LSM di Sumatra, Jawa, NTB, NTT, Sulawesi dan Irian Jaya.
Lembaga Dana: NGO’s

5.Pelatihan Analisa Jender 

Tujuan: Untuk memberikan teknik analisa jender bagi perencana proyek.
Lokasi: Cipayung, Bogor, Jawa.
Waktu: 1992
Peserta: 24 perencana dari pemerintah dan LSM 
Lembaga Dana: Beberapa LSM 

6. Pelatihan untuk Pelatih

Tujuan: Untuk memperbaik kemampuan staf proyek dalam memfasilitasi pelatihan bagi petani perempuan.
Lokasi: Tangerang, Jawa Barat
Waktu: 1992
Peserta: 30 orang
Lembaga Dana: DHV

7. Pelatihan Analisa Jender

Tujuan: Untuk memberikan teknik analisa jender bagi pelaksana proyek.
Lokasi: Bogor, Jawa Barat.
Waktu: 1993
Peserta: 25 orang  (Koordinator, Tenaga Lapang dan  Motivator Lokal dari PEKERTI)
Lembaga Dana: PEKERTI

8. Pelatihan Penyadaran Jender

Tujuan: Untuk memberikan penyadaran jender pada anggota kelompok.
Lokasi: Bogor, Sukabumi, Purwakarta,  Jawa. Barat
Waktu: 1993
Peserta: 75 anggota kelompok dampingan PEKERTI
Lembaga Dana: PEKERTI

9. Pelatihan Penyadaran Jender 

Tujuan: Untuk memberikan penyadaran jender pada pelaksana proyek.
Lokasi: Palangkaraya, Kalimantan Selatan.
Waktu: 1993
Peserta: 43 peserta dari Pemimpin Masyarakat, LSM, Pemerintah di Kalimantan Selatan.
Lembaga Dana: Badan koordinasi Kegiatan Kesejahteran Sosial (BK3S)

10. Pelatihan Jender 

Tujuan: Untuk memberikan teknik analisa Jender untuk anggota Forum jender di NTB.
Lokasi: Lombok,  NTB
Waktu: 1995
Peserta: 30 orang  
Lembaga Dana: Forum Jender NTB 

11. Pelatihan Penyadaran Jender 

Tujuan: Untuk memberikan penyadaran jender bagi staf dan tenaga sukarela Women’s Crisis Center Rifka Annisa.
Lokasi: Yogyakarta, 
Waktu: 1995
Peserta: Sekitar. 20 staff/volunteers
Lembaga Dana: Rifka Annisa

12. Pelatiahan Jender dan Menejemen

Tujuan: Memberikan penyadaran dan prespektif jender bagi pengurus dan pengembil keputusan di Koperasi Asuransi Indonesia (KAI)
Lokasi: Jawa, Bali, dan Sumatra Barat
Waktu: 1996 – 1997
Peserta: 60 pengurus dan pengambil keputusan 
Lembaga Dana: Canadian Co-operative Association (CCA)

13. Studi Banding dan Berpartisipasi dalam The Micro Credit Summit 

Tujuan: Memperbaiki pengetahuan peserta tentang lembga keuangan mikro bagi perempuan dan pengembangan Jaringan. 
Lokasi: New York dan  Washington, USA
Waktu: 25 Januari 1997 – 5 Februari 1997
Peserta: 6 orang dari LSM di Indonesia (PERSEPSI – SADA AHMO  – PPSW)
Lembaga Dana: Ford Foundation

14. Pelatihan Bantuan Professional (program belajar keahlian hak asasi manusia international)

Tujuan: Untuk memperbaiki kemampuan organisasi yang bekerja dengan buruh migran di Indonesia
Lokasi: Philippines
Waktu: 1 – 30 Oktober 1997
Peserta: 2 staf PPSW 
Lembaga Dana: IHRIP

15. Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat bagi Kader Lokal (Community Organizer/CO) di Tingkat Basis untuk 1st Liner, 2nd Liner dan 3rd Liner.

Tujuan:

  • Tukar pengalaman antar Kader Lokal (CO) Potensial yang tersebar di 5 propinsi wilayah dampingan PPSW
  • Mengetahui teknik-teknik pendampingan masyarakat dan keterampilan yang harus dimiliki sebagai CO.
  • Merumuskan visi dan misi dalam penorganisasian masyarakat.

Lokasi: Jabotabek, Karawang, Sukabumi, Pandeglang, Riau dan Pontianak
Waktu:
– 1st liner, Oktober 1998
– 2nd liner, Februari 2000
– 3rd liner, Mei – Juli 2001
Peserta: 250 orang kader lokal (CO) potensial
Lembaga Dana: IIZ/DVV

16. Pelatihan untuk Pelatih (TOT) Kesehatan Reproduksi Perempuan untuk Tenaga Pendamping Lapang (TPL)

Tujuan:

  • Membangun kesadaran kritis TPL tentang kesehatan reproduksi dan hak perempuan dalam rangka menumbuhkan pola relasi gender yang lebih adil.
  • Memahami konsepsi kesehatan secara umum dan kesehatan reproduksi perempuan khususnya.
  • TPL paham dan kritis pada persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan relasi gender.
  • TPL dapat mengimplementasikan berbagai metode dan media implementasi program kesehatan reproduksi pada kelompok dampingan dan masyarakat pada umumnya.

Lokasi: Puncak Pas, Bogor 
Waktu:
– Tahap I,13-17 Oktober 1998
– Tahap II, 21-25 Juli 1999
Peserta: 35 orang TPL PPSW, BINARA, ASPPUK dan PERSEPSI
Lembaga Dana: Ford Foundation

17. Pelatihan Audio Visual “Shooting dan Editing Video” untuk media pengorganisasian masyarakat.

Tujuan:

  • Peserta dapat mempelajari keterampilan dan teknik-teknik shooting video.
  • Tahu cara membuat naskah, story board dan proses editing video.
  • Peserta dapat membuat video untuk media pengorganisasian masyarakat.
  • Membangun jaringan audio visual untuk pengorganisasian masyarakat.

Lokasi: Yogyakarta
Waktu: 11-17 Nopember 1999
Peserta: 20 orang 
Lembaga Dana: SEAPCP-INSIST-PPSW

18. Gender Scan untuk PLAN Internasional Program Unit Bogor

Tujuan:

  • Mengenali kegiatan yang dilakukan sehari-hari oleh staf PLAN, anak-anak dampingannya dan masyarakat di lingkungan terdekatnya
  • Mengetahui peran dan fungsi seseorang di keluarga dan masyarakatnya.
  • Mengetahui harapan seseorang dan cara pandang seseorang tentang peran, sifat dan kebiasaan untuk laki-laki dan perempuan

Lokasi: Bogor
Waktu:
– Staf PLAN, 12-13 Mei 2000
– Anak-anak, 6 Juni 2000
– Masyarakat, 8 Juni 2000
Peserta: 15 orang staf PLAN dan 45 anak-anak dampingan PLAN dan 45 Masyarakat
Lembaga Dana: PLAN Internasional

19. Pelatihan Advokasi Keadilan dan Kesetaraan Gender bagi Tenaga Pendamping Lapang

Tujuan:

  • Memfasilitasi terjadinya proses tukar pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan informasi  tentang model-model advokasi yang telah dilakukan
  • Membekali para pendamping lapang untuk memfasilitasi mitra kerja PPSW dalam melakukan advokasi.
  • Memahami tentang  advokasi yang berpresfektif feminisme.

Lokasi: Cimanggis, Bogor
Waktu: 3-5 Juli 2000
Peserta: 25 orang TPL PPSW dan ASPPUK
Lembaga Dana: IIZ/DVV

20. Pelatihan untuk Pelatih (TOT) Kepemimpinan yang Berprespektif  Feminisme.

Tujuan:

  • Memberikan kesempatan pada peserta untuk saling mengungkapkan persoalan dan pengalamannya serta membangun solidaritas bersama. – Mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam kepemimpin yang berperspektif kesataraan jender.
  • Merumuskan konsep dan modul untuk pelatihan kepemimpinan di tingkat kelompok.

Lokasi: Anyer 
Waktu: Februari 2000
Peserta: 30 orang TPL PPSW dan ASPPUK
Lembaga Dana: IIZ/DVV 

21. Pelatihan untuk Pelatih (TOT) Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan.

Tujuan:

  • Untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya memahami persoalan “Keke-rasan Terhadap Perempuan (KTP)”. 
  • Memahami metode (cara) mengatasi KTP
  • Mengetahui cara mendampingi korban dan cara mengkam-panyekan penghapusan KTP

Lokasi: Bogor
Waktu: 12-16 Februari 2001
Peserta: 36 orang TPL PPSW, BINARA dan ASPPUK
Lembaga Dana: IIZ/DVV

22. Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat (CO) untuk Tanaga Pendamping Lapang Program PEKKA.

Tujuan:

  • Membangun kesadaran kritis peserta tentang pemberdayaan perempuan kepala keluarga
  • Mempelajari teknik-teknik pengorganisasian  masyarakat seperti, metodelogi PRA, penyadaran gender, keuangan dan administrasi, audio visual, dll.
  • Merumuskan visi dan misi dalam penorganisasian masyarakat  sesuai dengan karakteristik wilayah dampingan

Lokasi: Bogor
Waktu: 27 Desember 2001 s/d 23 Januari  2002
Peserta: 15 orang pendamping lapang PEKKA dari Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara dan NTT.
Lembaga Dana: Worl Bank/PMD

23. Pelatihan Penyadaran Gender untuk Mitra PLAN Internasional Program Unit Bogor dan Pacitan.

Tujuan:

  • Memberikan penyadaran tentang gender bagi mitra PLAN Internasional seperti kader posyandu, tokoh masyarakat, staf pemda, staf kecamatan serta staf kelurahan.
  • Merefleksikan tingkat pemahaman masyarakat terhadap persoalan gender.
  • Memberikan pemahaman pola relasi gender yang lebih adil.
  • Meningkatkan sensitif masyarakat terhadap persoalan-persoalan ketidakadilan gender.

Lokasi: Bogor dan Pacitan
Waktu:
– Bogor, 18-19 April 2002
– Pacitan, 24-26 April 2002
Peserta: 90 orang Mitra PLAN Internasional
Lembaga Dana: PLAN Internasional

24. Pelatihan Audio Visual “Peralatan dan Editing” untuk Lembaga Jaringan SEA PCP di Indonesia dan Timor Lorosae.

Tujuan:

  • Memberikan pemahaman kepada pembuat video pengorganisasian masyarakat, entang peralatan editing yang dibutuhkan.
  • Meningkatkan pemahaman peserta terhadap “treatment” video pengorganisasian masyarakat yang komunikatif.
  • Meningkatkan kemampuan editing untuk menyunting video pengorganisasian masyarakat

Lokasi: Bali
Waktu: 4-8 Juni 2003
Peserta: 20 orang dari  Jakarta, Yogya, Bali dan Timor Lorosae
Lembaga Dana: SEA-PCP

25. Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelompok Swadaya Masyarakat di Lingkungan Kumuh Perkotaan bagi Pekerja Sosial Yayasan Aulia

Tujuan:

  • Meningkatkan pengetahuan peserta tentang langkah-langkah (proses) pemberdayaan masyarakat
  • Meningkatkan keterampilan peserta dalam mengaplikasikan teori pemberdayaan dalam program kegiatan
  • Meningkatkan keterampilan peserta dalam mengembangkan program pemberdayaan di lokasi dampingan Yayasan Aulia melalui program yang berkesinambungan
  • Meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengalaman-pengalaman pendampingan dalam program pemberdayaan masyarakat.

Lokasi: Bogor, Jawa Barat
Waktu: 10-12 Maret 2004
Peserta: 13 orang staf Yayasan Aulia
Lembaga Dana: Yayasan Aulia

26. Strategi Penanggulangan  dan  Pencegahan   Trafficking Perempuan  dan anak, dengan memberikan pelatihan kepada  orang tua dan anak  usia sekolah  umur 12 – 18 tahun  setingkat SMP- SMA kerjasama dengan Kapal Perempuan, Rindang Banua dan PPSW Borneo.

Tujuan:  Penyadaran & Pencegahan Trafiking  untuk orang tua dan  anak rentan trafiking di
Lokasi:  Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat 
Waktu:  Selama Tahun 2005
Peserta: 20 sekolah tingkat; 30 anak; 40 orang tua
Lembaga dana:  The Asia Foundation

27. Pelatihan Koperasi Simpan Pinjam Bagi Pekerja Sosial dan Kelompok Swadaya Masyarakat Dampingan Yayasan Aulia

Tujuan:

  • Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya koperasi demi memberantas lintah darat dan meningkatkan ekonomi
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan pekerja sosial mengenai manajemen koperasi simpan pinjam

Lokasi: Jakarta
Waktu: 29-30 Juli 2004
Peserta: 13 orang staf Yayasan Aulia dan 9 orang kader masyarakat dampingan
Lembaga Dana: Yayasan Aulia 

28. Pelatihan Menejemen Usaha Kecil di WCC Mawar Balqis Cirebon untuk klien KDRT

Tujuan: Meningkatkan motivasi peserta dalam mengembangkan usaha mikro
Lokasi: Cirebon
Waktu: 30 – 31 Maret 2005
Peserta: 30 orang perempuan korban KDRT
Lembaga Dana: WCC Balqis – Cirebon

29. Sarasehan Pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja dan Bahaya Narkoba 

Tujuan: Meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta menghindari penggunaan narkoba kepada remaja.
Lokasi: Cirebon
Waktu: 30 Juli 2005
Peserta: 50 orang remaja karang taruna dan pengajian 
Lembaga Dana: Yayasan Kalam

30. Pelatihan Menejemen Usaha Kecil di WCC Mawar Balqis Cirebon.

Tujuan: Meningkatkan motivasi peserta dalam mengembangkan usaha mikro.
Lokasi: Cirebon
Waktu: 1 – 2 Desember 2006
Peserta: 30 orang perempuan usaha kecil jemaat gereja dan majelis taklim
Lembaga Dana: WCC Balqis – Cirebon

31. Pelatihan Motivasi Berkelompok di Yayasan Aulia Jakarta.

Tujuan: Meningkatkan motivasi peserta dalam berkelompok usaha mikro.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 3 Agustus  2006
Peserta: 30 orang perempuan dampingan yayasan Aulia 
Lembaga Dana: Yayasan Aulia Jakarta

32. Pelatihan Asertiveness di Yayasan Aulia Jakarta.

Tujuan: Meningkatkan rasa percaya diri dan menumbuhkan sikap asertif pada peserta usaha mikro.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 29 – 31 Januari 2007
Peserta: 30 orang perempuan staff, Pendiri dan Pengurus yayasan Aulia  Yogyakarta dan Jakarta
Lembaga Dana: Yayasan Aulia Jakarta

33. Pelatihan Penyadaran Gender Klien Yayasan Dian Mandiri

Tujuan:

  • Menjelaskan dampak kontruksi sosial bagi perempuan dan laki-laki.
  • Terbentuknya kesadaran kritis terhadap persoalan ketidakadilan gender yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Lokasi: Tangerang
Waktu: 23 Mei 2007
Peserta: 39 orang perempuan dampingan Yayasan Dian Mandiri
Lembaga Dana: Yayasan Dian Mandiri

34. Pelatihan Audio Visual “Video untuk Pemberdayaan Masyarakat” masyarakat.

Tujuan:

  • Peserta mengerti tentang dasar-dasar dan jenis video
  • Peserta memahami seluk beluk peralatan video dan teknik-teknik menggunakannya
  • Peserta mampu memproduksi video dengan baik
  • Peserta dapat menggunakan video sebagai media pemberdayaan masyarakat

Lokasi: Jakarta
Waktu: 22-25 Juli 2008
Peserta: 12 orang 
Lembaga Dana: PPSW-PEKKA dan PESERTA

35. Training Gender & Trafiking untuk Siswa & Siswi SMA di Singkawang 

Tujuan: Menanamkan kepada Remaja mengenai bahaya Trafiking dan penyadaran Gender 
Lokasi: Palm Beach Hotel Kota Singkawang, Kalbar
Waktu: 29-30 Nopember 2008
Peserta: 34 orang pelajar dari 9 SMA di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas 
Lembaga dana: CUSO  Canada

36. Pelatihan TOT 3R (Right, Responsibility, Rpresentation) untuk pendamping dan penanggungjawab Lembaga

Tujuan: Meningkatkan kemampuan melatih 3 R 
Lokasi: Jakarta
Waktu: 4 – Mei 2009
Peserta: 30 orang penanggungjawab Lembaga  
Lembaga Dana: ILO 

37. Pelatihan  TOT Menejemen Usaha Kecil

Tujuan: Meningkatkan kemampua melatih Menejemen Usaha Kecil staf lapang dan penanggungjawab YAP
Lokasi: Jakarta
Waktu: 15 Juni 2009
Peserta: 8 orang staff Yayasan Anak dan Perempuan (YAP).
Lembaga Dana: YAP (TDH Netherland)

38. Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis

Tujuan: Membangun komitmen  multipihak dalam mendukung dan mengembangkan usaha kecil perempuan serta meningkatkan kesadaran kritis untuk kemandirian ekonomi perempuan
Lokasi: Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat 
Waktu: 16-17 Juli 2009 
Peserta: 50 orang perempuan dampingan Lembaga Gemawan
Lembaga Dana: Lembaga Gemawan atas dukungan Cordaid Belanda

39. Fasilitasi Pelatihan Training for Trainers (TOT) 3R (Right, Responsibility, Representation) – Pemberdayaan untuk Anak-anak, Remaja dan Keluarga tentang Hak-hak Tanggungjawab dan Keterwakilan untuk staf Lembaga program IPEC ILO

Tujuan: Meningkatkan kemampuan melatih 3 R pendamping dan penanggung jawab lembaga program IPEC
Lokasi: UPI, Bandung
Waktu: 24 – 27 Januari 2010
Peserta: 25 orang staf dan penanggungjawab Lembaga  
Lembaga Dana: ILO 

40. Training of Entrepreneurs (ToE)/Pelatihan untuk Pengusaha Mulai dan Tingkatkan Bisnis Anda (SIYB)  Mempromosikan Kewirausahaan dan Usaha Mandiri  bagi Buruh Migran dan Anggota keluarganya , di Kota Pontianak, Kalimantan Barat 

Tujuan: Mempromosikan kewirausahaan dan usahan mandiri  bagi buruh migran dan anggota keluarganya
Lokasi: Kota Pontianak, Kalimantan Barat
Periode: 5 – 10 April 2010
Partisipan: Calon buruh migran, mantan buruh migran dan anggota keluarga, masyrakat di wilayah rentan asal/transit pengiriman buruh migran dan Kader lokal PPSW di Kota Pontianak
Lembaga Dana: International Labour Organization (ILO) Jakarta

41. TOT  (Training of Trainers) and Community  Training  “ Anggaran Cerdas : Pendidikan Keuangan  bagi Kaum Muda yang Terdampak Migrasi  

Tujuan:

  • Memberikan bekal kepada peserta untuk menjadi pelatih pendidikan keuangan serta perencanaan migrasi di wilayahnya masing-masing.
  • Memberikan pelayanan informasi kepada TKI dan anggota keluarganya mengenai tata cara pengelolaan keuangan.

Lokasi: Jakarta
Periode: 3 – 7 Juni 2010
Partisipan: 20 orang; Tripartit, Organisasi, LSM, PPTKIS, Pemerintah terkait di 6  propinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, NTB, Kalbar, Jawa Barat.
Lembaga Dana: Internatinal Labour Organization (ILO) – Jakarta  

42. Training of Entrepreneurs (TOE) to Indonesian migrant workers community di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 

Tujuan: Mempromosikan Kewirausahaan dan Usahan Mandiri  bagi muruh Migran dan Anggota keluarganya
Lokasi: Pontianak, Kalimantan Barat
Periode: 5 – 10 Juli  2010
Partisipan: 20 orang  yang terdiri dari calon buruh migran, mantan buruh migran dan anggota keluarga, masyarakat di wilayah rentan asal/transit  pengiriman buruh migran dan Kader lokal PPSW di Kabupaten  Kubu Raya 
Lembaga Dana: International Labour Organization (ILO) Jakarta

43. Implementasi Worshop Financial Education for Migrant Workers and Their Families” Budget Smart”  

Tujuan: Memberikan pelatihan dan pelayanan informasi kepada TKI dan  anggota Keluarganya mengenai tata cara pengelolaan keuangan.
Lokasi: Pontianak, Kalimantan Barat
Periode: 9 – 10 Pebruari 2011
Partisipan : 20 orang ; mantan buruh migrant, calon buruh migran dan anggota keluarganya serta kader lokal potensi PPSW Borneo
Lembaga Dana: Internatinal Labour Organization (ILO) – Jakarta 

44. Pelatihan Enumerator untuk Kader Lokal dan staf PPSW Jakarta

Tujuan: Meningkatkan cara yang efektif dalam melakukan wawancara kepada anggota kelompok yang mempunyai usaha 
Lokasi: Kantor PPSW Jakarta
Peserta:15 orang terdiri dari kader lokal, staf PPSW Jakarta dan penanggungjawab Lembaga.
Waktu: 28 Februari 2011
Lembaga Dana: Ford Foundation

45. Pelatihan  TOT Kewirausahaan (SIYB= Start and Improve Your Business).

Tujuan: Meningkatkan kemampun  melatih SIYB bagi instruktur Balai Besar Peningkatan Produktivitas Bekasi (BBPP) Bekasi
Lokasi: Bekasi
Waktu: 03 – 12 Mei 2011
Peserta: 18 orang Instruktur BBPP Bekasi.
Lembaga Dana: ILO Jakarta

46. TOT Worshop Financial Education for Migrant Workers 

Tujuan:

  • Memberikan bekal kepada peserta untuk menjadi pelatih Pendidikan Keuangan serta perencanaan migrasi di wilayahnya masing-masing.
  • Memberikan asistensi  dan pelayanan informasi kepada TKI dan anggota  keluarganya mengenai tata cara pengelolaan keuangan.

Lokasi: Bandung, Jawa Barat
Periode: 13-17 Juni 2011
Partisipan: 20 orang ; Tripartit yaitu organisasi LMS, Dinas terkait, PPTKIS, BNP2TKI dari 6 Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, NTB, NTT, Makasar dan Aceh 
Lembaga Dana: Internatinal Labour Organization (ILO) – Jakarta

47. Implementasi Worshop Financial Education for Migrant Workers and Their Families ”Budget Smart”  

Tujuan: Memberikan pelatihan dan pelayanan informasi kepada TKI dan anggota Keluarganya mengenai tata cara pengelolaan keuangan
Lokasi: Pontianak, Kalimantan Barat
Periode: Juni 2011
Partisipan : 20 orang ; calon buruh migran, mantan buruh mingran dan anggota keluarganya serta kader lokal PPSW Borneo dan Diantama di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Lembaga Dana: Internatinal Labour Organization (ILO) – Jakarta

48. Fasilitasi Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat (Community Organizing – CO) di Yayasan Aulia Jakarta.

Tujuan: Meningkatkan pemahaman staf tentang Pengorganisasian Masyarakat (CO), konsep CO, tahap-tahap CO, media dan metode yang dipergunakan dalam CO dan meningkatkan kemampuan memfasilitasi pendamping lapang.
Lokasi: Jakarta
Peserta: 12 orang staf lapang yayasan Aulia  Yogyakarta dan Jakarta
Waktu: 21 – 23 Februari 2011
Lembaga Dana: Yayasan Aulia Jakarta

49. Fasilitasi Diskusi Kesehatan Reproduksi untuk kader-kader PEKKA 18 Propinsi.

Tujuan: Memberikan pemahaman tentang pengertian kesehatan reproduksi, mengenal organ reproduksi, masalah-masalahnya serta pencegahannya.
Lokasi: Jakarta
Peserta: 52 orang kader PEKKA dari 18 propinsi 
Waktu: 10 Oktober 2011
Lembaga Dana: Seknas PEKKA

50. Memfasilitasi  Refresher TOT Kewirausahaan (SIYB= Start and Improve Your Business).

Tujuan: Meningkatkan kemampun  melatih SIYB bagi instruktur BBPPK Lembang
Lokasi: Lembang – Jawa Barat
Waktu: 24-28 Oktober 2011
Peserta: 20 orang Instruktur BBPPK Lembang.
Lembaga Dana: ILO Jakarta


D. SEMINAR, LOKAKARYA, DIALOG DAN HEARING

1. Lokakarya tentang dinamika Usaha perempuan di sektor informal

Tujuan: Untuk mendapat gambaran utuh mengenai kehidupan perempuan di sektor informal,  kemungkinan pengembangan sektor informal sebagai metode penyelesaian masalah tenaga kerja beserta dampak sosialnya, merumuskan model konseling yang tepat bagi pengembangan usaha perempuan di sektor informal.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 8 Oktober 1986
Peserta: 76 orang dari peserta dan pengembil keputusan yang berasal dari beberapa disiplin ilmu dengan pengalaman yang berbeda.
Hasil: Sebuah rekomendasi untuk mengadakan dan mengembangkan beberapa kegiatan guna mengembangkan sektor informal seperti penelitian, pelatihan dan pendidikan, pengembangan masyarakat, publikasi serta perbaikan kebijaksanaan.  
Lembaga Dana: Kedutaan Belanda 

2. Lokakarya tentang Kedinamisan Buruh Perempuan di Sektor Perkebunan

Tujuan: Untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari kehidupan buruh perempuan di perkebunan, mendapat masukan mengenai kegiatan penelitian, konseling dan pembangunan, serta merumuskan model pembangunan yang memperbaiki kesejahteraan buruh perempuan dan keluarganya.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 24 Nopember 1986
Peserta: 58 orang dari perkebunan swasta, pemerintah, perguruan tinggi, LSM dan pemerhati.
Hasil: Rekomendasi untuk mengadakan dan mengembangkan sektor informal seperti penelitian, pelatihan, pengembangan masyarakat, publikasi dan perbaikan kebijaksanaan.
Lembaga Dana: The Asian Foundation

3. Lokakarya tentang Dinamisasi Buruh Perempuan di Sektor Induskti Kecil 

Tujuan: Untuk mendapat informasi tentang keberadaan industri kecil beserta cara kerjanya, khususnya yang dikelola oleh perempuan, membuat proyeksi tentang prospek pengembangan industri kecil, menemukan model alternatif dan strategi metode pengembangan industri kecil yang efektif dan efesien.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 21 Januari 1987
Peserta: Dihadiri oleh sekitar 60 orang dari pemerintah, perguruan tinggi, LSM, pengusaha dan pemerhati.
Hasil: Beberapa rekomendasi mengenai pengembangan lembaga, model konseling, penelitian, dan kebijakan yang diadakan dalam rangka memfasilitasi perempuan di industri kecil.
Lembaga Dana: CIDA

4. Lokakarya tentang Perempuan nelayan

Tujuan: Untuk mengumpulkan informasi lengkap tentang kehidupan perempuan nelayan, mengidentifikasi beberapa kegiatan ekonomi alternatif yang dapat dikembangkan, mengidentifikasi model konseling dan pengembangan alternatif yang dapat dikembangkan didasarkan pada sumber daya dan potensi alam yang ada sesuai dengan kelayakan usaha, memformulasikan strategi pembangunan khususnya untuk perempuan nelayan.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 18 Februari 1987
Peserta: Dihadiri oleh sekita. 80 orang dari pemerintah, perguruan tinggi, LSM dan pemerhati.
Hasil: Rekomendasi untuk mengadakan dan mengembangkan kegiatan sektor informal seperti penelitian, pendidikan dan pelatihan, pengembangan masyarakat, publikasi dan perbaikan kebijakan. 
Lembaga Dana: CIDA

5. Lokakarya tentang Tenaga Lapang Perempuan di Proyek Pembangunan

Tujuan:

  • Untuk mengumpulkan informasi mengenai pengalaman tenaga lapang perempuan di proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh LSM.
  • Untuk menganalisa dan mengoleksi informasi, dan mempublikasikan hasilnya dalam dua buku.

Lokasi: Cipayung, Bogor
Waktu: 16-21 November 1992 dan 15-17 Desember 1992.
Peserta:
– Lokakarya I : Dihadiri oleh 29 tenaga lapang perempuan dari LSM di Indonesian. 
– Lokakarya II : Dihadiri oleh 12 tenaga lapang perempuan yang telah diseleksi pada lokakarya I
Hasil: Untuk menciptakan sumber dan buku bagi tenaga lapang, khususnya perempuan.
Lembaga Dana: SDC

6. Lokakarya mengenai Perempuan Pengusaha: Tantangan dan Strategi.

Tujuan:

  • Untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul pada perempuan yang memulai usaha dengan pelaksanaan peran sebagai perempuan Indonesia.
  • Untuk mengidentifikasi tantangan perempuan yang memulai usaha dengan pelaksanaan peran sebagai perempuan Indonesia. 
  • Untuk mengidentifikasi kegiatan yang dapat dilakukan oleh perempuan dan tenaga lapang untuk mengatasi tantangan dan masalah. 
  • Untuk merumuskan strategi bagi perempuan yang akan memulai usaha agar dapat berhasil. 

Lokasi: Jakarta
Waktu: Desember 1993
Peserta: 20 orang termasuk perempuan pengusaha 
Hasil: Strategi untuk pengembangan usaha perempuan.
Lembaga Dana: FES

7. Lokakarya untuk LSM yang bekerja dengan Perempuan Pengusaha Kecil

Tujuan: Untuk menganalisa permasalahan yang dihadapi oleh LSM yang bekerja dengan perempuan pengusaha kecil, Membentuk jaringan dan merencanakan program yang akan dilakukan oleh jaringan guna mengatasai permasalahan tersebut. 
Lokasi: Surabaya
Waktu: Desember 1994
Peserta: 20 staf LSM dari beberapa propinsi di Indonesia.
Hasil: Pembentukan Jaringan dan kerangka kerja pelatihan, penelitian, studi banding dan lain-lain sebagai dasar untuk pembuatan proposal.
Lembaga Dana: The British Council.

8. Lokakarya Konsultasi Nasional tentang Pendidikan orang Dewasa

Tujuan: Untuk memfasilitasi peserta dalam mengidentifikasi masalah pendidikan orang dewasa di Indonesia dan cara mengatasinya, serta memilih peserta yang mengikuti konferensi pendidikan Orang Dewasa se Asia Pacifik.
Lokasi: Ciloto, Bogor
Waktu: Mei 1996
Peserta: 20 staf LSM dari jaringan ASPBAE.
Hasil: Pendokumentasian program pendidikan orang dewasa di Indonesia dan pemilihan  delegasi ke konferensi ASPBAE.
Lembaga Dana: ASPBAE

9. Lokakarya tentang Metodologi dan Strategi Pemberdayaan Perempuan

Tujuan:

  • Untuk bertukar pengalaman tentang pemberdayaan perempuan melalui program pengembangan ekonomi. 
  • Untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi
  • Untuk mengidentifikasi model pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi

Lokasi: Yogyakarta
Waktu: 5-7 Maret 1997
Peserta: 35 dari PPSW, PEKERTI, PERSEPSI dan YASPPUK
Hasil: Draft Konsep tentang pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi 
Lembaga Dana: FF- LSM

10. Lokakarya tentang Program Kredit Micro Credit (Paska  Micro Credit Summit di Washington D.C.)

Tujuan:

  • Untuk menginformasikan deklarasi dan rencana aksi dari hasil Microcredit Summit di Washington, D.C. 
  • Untuk menginformasikan beberapa contoh tentang pengalaman program kredit mikro bagi perempuan keluarga miskin di Indonesia. 
  • Untuk memfasilitasi penjajagan rencana aksi untuk mendukung program kredit mikro di Indonesia. 

Lokasi: Hotel Centuy Park, Jakarta
Waktu: April 1997
Peserta: 60 staf LSM dan lembaga dana.
Hasil: Rencana aksi di tiga wilayah untuk mengembangkan program kredit mikro untuk orang miskin, khususnya perempuan. 
Lembaga Dana: CCA dan CRS

11. Lokakarya Nasional tentang program kredit Mikro (Paska  Micro Credit Summit di Washington D.C.)

Tujuan:

  • Untuk memberikan informasi pada peserta tentang beberapa lembaga keuangan bagi program kredit mikro, khususnya untuk memberdayakan perempuan.
  • Untuk mempertajam rencana aksi wilayah berdasarkan wilayah, definisi, indikator, metode dan pemdekatan, Partisipan, monitoring, dan sistim evaluasi 
  • Untuk mendiskusikan rencana aksi nasional dan kemungkinan struktur dan pernyataan untuk mendukung gerakan kredit mikro di Indonesia.

Lokasi: Hotel Kemang, Jakarta
Waktu: 9-11 Juli 1997
Peserta: 50 peserta dan 10 peninjau
Hasil: Rencana Aksi Nasional 
Lembaga Dana: CCA – BILANCE – CRS

12. Lokakarya tentang Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi dalam Gerakan Perempuan.

Tujuan: Pemberdayaan Perempuan melalui kegiatan sosial ekonomi sebagai bagian gerakan perempuan di Indonesia
Lokasi: Wisma Samadi, Jakarta
Waktu: 19-22 Agustus 1997
Peserta: 35 tenaga lapang perempuan
Hasil: Draft Konsep tentang program pemberdayaan dalam gerakan perempuan di Indonesia
Lembaga Dana: OXFAM dan CUSO

13. Lokakarya tentang Pendidikan Orang Dewasa di Indonesia.

Tujuan: Untuk melihat dan mendiskusikan tujuan, isi, pendekatan dan metode pendidikan orang dewasa yang digunakan oleh LSM di Indonesia
Lokasi: Puncakk Pass, Bogor
Waktu: 22-24 September 1997
Peserta: 10 perempuan dan 17 laki-laki
Hasil: Tiga konsep mengenai pendidikan orang dewasa (khususnya di Indonesian)
Lembaga Dana: AUSAID – ASPBAE – AAACE

14. Lokakarya Pendidikan Populer di Asia Tenggara.

Tujuan: Untuk mengumpulkan pengguna pendidikan populer regional untuk mempelajari hal-hal baru dan penyegaran prespektif serta pendekatan untuk pendidikan populer sebagai dokumen yang dapat diterapkan di lapangan.
Lokasi: Puncak Pass Cicarua, Bogor.
Waktu: 25-27 September 1997
Peserta: 15 (7 perempuan dan 8 laki-laki)
Hasil: Konsep tentang pendidikan populer (khususnya untuk masyarakat di Asia Tenggara)
Lembaga Dana: ASPBAE 

15. Lokakarya Penguatan Perempuan dalam Politik tingkat LSM Anggota ASPPUK Wilayah Jawa.

Tujuan:

  • Untuk mengumpulkan ide-ide dan pengalaman lapang LSM pendampung perempuan usaha kecil (PUK) dalam pendidikan politik. 
  • Merumuskan modul dan konsep pendidikan politik bagi perempuan usaha kecil (PUK) dalam menyongsong pemilu 1999.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 23-26 Maret 1999
Peserta: 36 orang 
Hasil: Modul dan konsep pendidikan politik untuk perempuan usaha kecil
Lembaga Dana: OTI-USAID

16. Lokakarya Penguatan Perempuan dalam Politik tingkat Masyarakat 

Tujuan:

  • Memberikan penyadaran politik bagi perempuan usaha kecil (PUK)
  • Menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat dalam mempergunakan hak pilihnya, guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih demokratis.
  • Mengkritisi partai-partati politik yang menjadi peserta pada pemilu 1999
  • Memotivasi perempuan untuk memantau pemilu secara informal atau formal.

Lokasi: Wilayah Jakarta, Sukabumi, Pandeglang, Karawang, Riau dan Pontianak
Waktu: Aprl-Mei 1999
Peserta: 210 orang 
Hasil: Adanya kesadaran perempuan sebagai pemantau pemilu informal.
Lembaga Dana: OTI – USAID

17. Lokakarya SEAPCP 2nd Liner “Penyadaran dan Analisa Gender bagi Community Organizer (CO) di Kawasan Asia Tenggara”.

Tujuan:

  • Mengumpulkan pengalaman-pengalaman perngorganisasian masyarakat yang dilakukan oleh pendamping lapang (CO) di kawasan Asia Tenggara
  • Memberikan pemahaman pola relasi gender yang lebih adil.
  • Meningkatkan sensitifitas CO terhadap persoalan-persoalan ketidakadilan gender.

Lokasi: Cipayung, Bogor
Waktu: 26-30 Juli 1999
Peserta: 24 orang Pendamping Lapang anggita SEAPCP; Indonesia, Thailand, Vietnam, Philippine, Komboja dan Malayia 
Hasil: Konsep tentang pengorganisasian masyarakat yang berprespektif gender untuk kawasan Asia Tenggara.
Lembaga Dana: SEA PCP

18. Lokakarya Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan, Bali, 27-30 Nopember 1999 

Tujuan:

  • Untuk memperdalam pengertian persoalan perempuan sebagai manifestasi dari  tingkat mikro (personal) dan tingkat struktural (publik), dan dinyatakan dalam konteks negara yang bervariasi di dalam wilayah regional.
  • Untuk  tukar pengalaman  dan diskusi strategi dari konsep pendidikan orang dewasa yang bermacam-macam yang ditujukan untuk memecahkan masalah  perempuan.
  • Untuk membangun hubungan dan jaringan untuk membantu perempuan pada pendidikan orang dewasa dalam kaitannya dengan persoalan perempuan.

Lokasi: Bali
Waktu: 27-30 Nopember 1999
Peserta: 36 orang wakil dari LSM Asia Pasifik; Indonesia, Vietnam, Kamboja Myanmar, Fiji, Thailand, Filipina, Malaysia, Jepang, Pakistan,  dan Papua Nugini
Hasil: Konsep tentang penghapusan kekerasan dan jaringan
Lembaga Dana: ASPBAE

19. Semiloka Advokasi (Forum Regional Tahap I) “Peranserta Perempuan Basis dalam Pengambilan Keputusan Mewujudkan Demokrasi”.

Tujuan:

  • Mengidentifikasi persoalan-persoalan advokasi pada perempuan basis
  • Memfasilitasi dialog antara perempuan basis dengan pengambil keputusan, baik yudikatif maupun eksekutif.
  • Menyusun rencana aksi advokasi untuk wilayah-wilayah dampingan melalui dialog atau hearing.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 11-15 Juni 2000
Peserta: 125 orang kader lokal dari 5 propoinsi. 
Hasil: Rencana aksi advokasi, berupa dialog kebijakan di setiap wilayah dampingan.
Lembaga Dana: IIZ/DVV

20. Lokakarya Nasional Kredit Mikro, Pengembangan Lembaga Keuangan Alternatif untuk Kelompok Basis. 

Tujuan:

  • Mengenali beberapa lembaga keuangan yang telah berpengalaman mengembangkan program kredit mikro untuk kelompok perempuan.
  • Memberikan gambaran tentang peraturan dan prosedur pendirian koperasi dan Bank Perkreditan Rakyat.
  • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kelompok basis dan PPSW untuk mengembangkan lembaga keuangan alternatif.
  • Merumuskan rencana pengembangan lembaga keuangan alternatif untuk kelompok perempuan basis.

Lokasi: Tahap I di Jakarta, Tahap II di Bogor
Waktu: Tahap I 31 Agustus-1 September 2000, Tahap II 4-6 September 2001
Peserta: 35 orang pengurus koperasi kelompok dari 5 wilayah dampingan PPSW
Hasil: Terbentuknya Lembaga Keuangan Alternatif berupa Koperasi Primer di Wilayah-Wilayah dampingan PPSW dan Koperasi Skunder “Permata Hati” di Jakarta.
Lembaga Dana: Ford Foundation

21. Festival Para Pendamping Lapang (CO) se Asia Tenggara dalam forum SEAFEST (South East Asia Festival) 2000.

Tujuan:

  • Menyediakan forum bagi organisasi berbasis di masyarakat dan individu yang melakukan pengorganisasian masyarakat, mengembangkan dan membantu membangun gerakan  masyarakat sipil di wilayah  Asia Tenggara, untuk berbagi, bertukar pengalaman, dan belajar satu sama lain. 
  • Memfasiltasi dialog antara kelompok masyarakat basis dengan lembaga-lembaga internasional dan donor sehingga mereka dapat mempunyai akses langsung, berkomunikasi, dan membangun saling pengertian dalam mengidentifikasi tugas dan tanggungjawab masing-masing dalam penegakan hak azasi manusia dan membangun di wilayah Asia Tenggara.

Lokasi: Yogyakarta
Waktu: 4-10 Nopember 2000
Peserta: 120 pendamping lapang (CO) se Asia Tenggara.
Hasil: Deklarasi tentang prinsip-prinsip pengorganisasian masyarakat se Asia Tenggara.
Lembaga Dana: SEA PCP –  DVV –  Ford Foundation

22. Lokakarya Penjajagan Kapasitas Kelembagaan ORNOP 

Tujuan:

  • Meningkatkan kemampuan staf ORNOP dalam mengungkapkan kapasitas lembaganya dengan menggunakan beberapa instrumen analisa.
  • Meningkatkan kapasitas ORNOP dalam menunjang pelaksanaan program-programnya.

Lokasi: Tahap I di Bogor, Tahap II di Mataram
Waktu:
– Tahap I 6-10 Maret 2001 untuk peserta dari Jawa, Sumatra dan Kalimantan
– 
Tahap II 8-12 April 2001 untuk peserta dari Bali, NTB dan NTT
Peserta: 75 orang pengambil keputusan lembaga dari, Jawa, Kalimantan, Sumatera, Bali, NTT dan NTB 
Hasil: Rumusan Tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pendanaan.
Lembaga Dana: IFCB

23. Lokakarya Peningkatan Kapasitas ORNOP (LSM) di Bidang Pendidikan Orang Dewasa.

Tujuan:

  • Meningkatkan kapasitas ORNOP yang bergerak di bidang POD.
  • Mengembangkan metode-metode partisipatif dan penajaman kepekaan gender dalam pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh ORNOP peserta.
  • Meningkatkan jumlah fasilitator, khususnya perempuan di bidang POD yang peka gender dengan fokus yang kuat pada kesadaran gender

Lokasi: Medan dan Pontianak
Waktu:
– Tahap I Medan 27-30 Maret 2001, Pontianak 24-27 April 2001
– Tahap II (Refleksi) Medan 12-14 Maret 2002, Pontianak 22-26 April 2002
Peserta: 55 orang dari ORNOP wilayah Sumatera dan Kalimantan 
Hasil: Pembentukan Kelompok-kelompok diskusi POD, lokakarya dan training gender di tingkat kelompok
Lembaga Dana: ASPBAE

24. Lokakarya Nasional Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Pertanian Lahan Kering (PIDRA).

Tujuan:

  • Sharing pengalaman dan identifikasi persoalan-persoalan selama awal pelaksanaan progam 
  • Merumuskan metodelogi pelaksaan program, seperti ketentuan untuk seleksi desa, pembentukan kelompok, indikator kemandirian kelompok, pendanaan,  monitoring dan evaluasi, serta rencana TOT bersama.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 3 – 4 Mei 2001
Peserta: 60 orang dari LSM Utama Program PIDRA (Jawa Timur, NTB dan NTT), Bimas Pusat dan Daerah
Hasil: Rumusan Akhir Program dan Rekomendasi.
Lembaga Dana: World Bank/IFAD/Bimas Deptan

25. Semiloka (Seminar dan Lokakarya) Problematika Kepulangan Pekerja Migran  di Terminal III  Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Jakarta, 22 Mei 2001

Tujuan:

  • Mengidentifikasi persoalan kepulangan pekerja migran di Terminal III.
  • Mengetahui koordinasi antar departemen terkait dalam memberikan  perlindungan terhadap pekerja migran. 
  • Merumuskan alternatif penanganan Terminal III  secara efektif dan berkelanjutan.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 22 Mei 2001
Peserta: 80 orang dari LSM, Pemerintah, PJTKI dan Perum Angkasa Pura.
Hasil: Strategi bersama dalam rangka perlindungan kepulangan pekerja migran.
Lembaga Dana: DANIDA

26. Dialog Kebijakan “Peranserta Perempuan Basis dalam Menyongsong Pelaksanaan Otonomi Daerah”

Tujuan:

  • Memfasilitasi proses dialog kelompok perempuan basis dengan para pengambil kebijakan dalam rangka pelaksanaan  otonomi daerah.
  • Mengetahui agenda pemerintah daerah dalam hal pemberdayaan perempuan. 
  • Membangun komitmen dan kesadaran bersama kelompok perampuan basis untuk menjadi pelopor perubahan sosial dalam masyarakatnya.
  • Membangun tradisi (kebiasaan) dialog antara masyarakat dengan pemimpinnya.

Lokasi: Jakarta, Sukabumi, Karawang, Pandeglang, Riau dan Pontianak
Waktu: Agustus -September 2001
Peserta: 600 orang kader lokal potensial dari 6 wilayah dampingan PPSW; Jakarta, Sukabumi, Karawang, Pandeglang, Riau dan Pontianak.
Lembaga Dana: IIZ/DVV

27. Hearing Kebijakan (Civic Education) “Perlindungan dan Pengembangan Perempuan Usaha Kecil Mikro” 

Tujuan:

  • Memfasilitasi proses hearing kelompok perempuan basis dengan para pengambil kebijakan dalam rangka mewujudkan pengembangan usaha kecil-mikro
  • Mengetahui agenda pemerintah daerah dalam hal pemberdayaan dan pengembangan usaha kecil-mikro bagi perempuan basis
  • Membangun komitmen dan kesadaran bersama kelompok perempuan basis untuk menjadi pelopor perubahan ekonomi dalam masyarakatnya

Lokasi: Jakarta, Karawang dan Riau
Waktu: Oktober 2001
Peserta: 300 orang kader lokal potensial dari 3 wilayah dampingan PPSW; Jakarta, Jawa Barat dan Riau 
Lembaga Dana: USAID

28. Dialog Kesehatan Reproduksi Perempuan, Sukabumi, Pandeglang dan Riau, April-Mei 2002

Tujuan:

  • Memfasilitasi proses dialog antara kelompok perempuan dengan nara sumber yang berkompeten di bidang kesehatan reproduksi perempuan.
  • Mengetahui program pemerintah daerah untuk kesehatan reproduksi.
  • Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga tingkat wilayah untuk program kesehatan reproduksi

Peserta: 240 orang di Sukabumi, Pandeglang dan Riau
Lembaga Dana: Ford Foundation

29. Semiloka Kesehatan Reproduksi Perempuan (Forum Regional Tahap II) “Hak dan Kesehatan Reproduksi Perempuan adalah Hak Asasi Manusia”

Tujuan:

  • Meningkatkan kapasitas kader lokal perempuan dalam melakukan analisa soasial untuk mengidentifikasi masalah, potensi dan alternatif solusi masalah  yang ada di wilayahnya. 
  • Memfasilitasi proses tukar pengalaman di antara kelompok perempuan berkaitan dengan issu kesehatan reproduksi.
  • Memfasilitasi proses dialog antara kelompok perempuan dengan nara sumber yang berkompeten di bidang kesehatan reproduksi perempuan.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 25-29 Juni 2002
Peserta: 100 orang kader lokal dari 5 propoinsi. 
Hasil: Komitmen dan kesadaran bersama kelompok perampuan untuk menjadi pelopor perubahan sosial dalam masyarakatnya
Lembaga Dana: Ford Foundation

30. Lokakrya Strategic Planning dan Dialog Kebijakan “Peran Masyarakat dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat”

Tujuan:

  • Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi anggota kelompok dan masyarakat
  • Identifikasi  calon kader lokal yang potensial untuk meneruskan peran staf lapang dalam melakukan pengorganisasian masyarakat di sekitarnya sebagai perwujudan kemandirian kelompok dan masyarakat
  • Membuat perencanaan kegiatan untuk mengatasi permasalahan, dalam hal ini dialog kebijakan tentang pemberdayaan ekonomi rakyat. 
  • Memfasilitasi proses dialog antar pelaku ekonomi rakyat dengan narasumber yang berkompeten dan para pengambil kebijakan.

Lokasi: Jakarta, Sukabumi, Karawang, Pandeglang, Riau dan Pontianak
Waktu: Agustus – September 2002 
Peserta:
– 180 orang untuk strategic planning
– 600 orang untuk dialog kebijakan
Hasil: Komitmen dan kesadaran bersama kelompok perampuan untuk menjadi pelopor perubahan sosial dalam masyarakatnya
Lembaga Dana: IIZ/DVV

31. Lokakarya Pencegahan dan Penanggulangan Konflik

Tujuan:

  • Mengidentifikasi berbagai sumber konflik yang terjadi di Indonesia
  • Membagi pengalaman dan gagasan yang berbeda dalam upaya pencegahan dan penanggulangan konflik
  • Menggali pelajaran berharga dari lapangan tentang upaya pencegahan dan  penanggulangan konflik yang telah dilakukan oleh ORNOP
  • Mengembangkan strategi dan pendekatan lebih jauh dalam pencegahan dan penanggulangan konflik dalam konteks yang berbeda-beda.

Lokasi: Bali 
Waktu: 30 September – 4 Oktober 2002
Peserta: 25 orang dari wilayah konflik; Aceh, Kalimantan Sulawesi, Ambon dan Irian
Hasil: Komitmen bersama serta rumusan pencegahan dan penganggulangan konflik sesuai dengan karakteristik wilayah.
Lembaga Dana: ASPBAE

32. Lokakarya Gender untuk Laki-laki: Penguatan Keluarga dalam Menghadapi Krisis Sosial Ekonomi

Tujuan:

  • Sharing pengalaman sebagai suami kader lokal dan tokah masyarakat
  • Sharing pengalaman untuk mengembangan kader lokal
  • Mencari masukan dalam mewujudkan relasi yang harmonis antara suami dan istri (laki-laki dan perempuan)

Lokasi: Jakarta, Pandeglang, Karawang, Sukabumi dan Riau
Waktu: Februari – Juni 2003
Peserta: 150 orang suami kader lokal dan tokoh masyarakat 
Lembaga Dana: IIZ/DVV

33. Lokakarya Pendidikan untuk Penanggulangan Konflik (Lanjutan)

Tujuan: Mengembangkan strategi dan pendekatan lebih jauh dalam pencegahan dan penanggulangan wilayah konflik dalam konteks yang berbeda untuk setiap wilayah.
Lokasi: Mataram
Waktu: 2-18 Juli 2003
Peserta: 25 orang dari wilayah konflik; Aceh, Kalimantan Sulawesi, Ambon dan Irian
Lembaga Dana: ASPBAE

34. Seminar dan Lokakarya Forum Nasional Perempuan Kepala Keluarga (pekka) “Saatnya Bicara: Kami Adalah Perempuan Kepala Keluarga”

Tujuan:

  • Memperkenalkan gerakan perempuan kepala keluarga (pekka) dengan perjuangannya kepada publik secara luas, pengambil kebijakan, penyelenggara pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, agar terbuka fikiran dan perhatian pada kehidupan mereka
  • Mengkonsolidasi gerakan pekka mulai dari tingkat wilayah sampai tingkat nasional, agar terbangun solidaritas dan kerjasama dalam memperjuangkan nasibnya.
  • Membangun dukungan fihak-fihak yang peduli terhadap kehidupan dan perjuangan pekka

Lokasi: Hotel Millenium, Jakarta 
Waktu: 8-14 Agustus 2004
Peserta: 350 orang wakil kelompok pekka dari 220 desa, 27 kecamatan, 19 kabupaten dan 8 propinsi (NAD, Jabar, Jateng, Kalbar, NTB, NTT, Malut dan Sultra) 
Lembaga Dana: JSDF dan World Bank (kerjasama PPSW dan PEKKA)

35. Seminar dan Workshop Nasional “Kepemimpinan Dalam Gerakan Masyarakat Sipil: Peluang dan Tantangannya”.

Tujuan:

  • Merefleksi dan menerima input untuk mengembangkan strategi Pengorganisasian Masyarakat 
  • Mensosialisasikan dokumentasi proses dan hasil pengalaman lapang PPSW dalam  pendampingan masyarakat.
  • Membangun Jaringan dan Solidaritas dengan pihak lain yang peduli pada pemberdayaan perempuan.
  • Memfasilitasi tersusunnya rencana tindak lanjut untuk mengembangkan kegiatan pengorganisasian masyarakat di wilayah dampingan PPSW.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 12-14 September 2006
Peserta: 210 orang wakil kelompok dampingan PPSW dari 6 propinsi (Jakarta, NAD, Riau, Banten, Jawa Barat dan Kalimantan Barat) serta undangan dari lembaga donor, LSM, aktivis, pemerintah dan media masa. 
Lembaga Dana: PPSW dan DVV Internasional

36. Seminar dan Lokakarya Jambore “Membangun kekuatan kelompok untuk memperbaiki kehidupan sosial ekonomi perempuan Aceh”.

Tujuan:

  • Peserta berdialog dengan para pengambil kebijakan di tingkat propinsi.
  • Membangun jaringan dengan pihak lain yang peduli pada pemberdayaan perempuan di Aceh.
  • Mensosialisasikan dokumentasi proses dan hasil pengalaman lapang PPSW  dalam  pendampingan masyarakat Aceh.
  • Memfasilitasi tersusunnya rencana tindak lanjut untuk mengembangkan kegiatan pengorganisasian masyarakat di Aceh.   

Lokasi: Aceh Besar
Waktu: 26-28 Juni 2007.
Peserta: 175 orang wakil kelompok dampingan PPSW dari 7 kabupaten di Aceh, pendamping serta undangan dari instansi pemerintah dan tokoh masyarakat. 
Lembaga Dana: TAF dan USAID

37. Sosialisasi Pilkada Propinsi  Kalimantan Barat

Tujuan: Sosialisasi dan Pendidikan bagi Pemilih Perempuan pada Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur Kal-Bar)
Lokasi: Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 
Waktu: Nopember 2007
Partisipan: 20 kelompok perempuan ; perangkat desa-kecamatan,  aparat, ormas, media massa, masyarakat, NGO dengan  jumlah 150 orang 
Lembaga dana:  KPU Propinsi Kalimantan Barat

38. Kampanye Bangkit dan Berbuat (Stand Up and Take Action Campaingn) “Mendorong Pencapaian MDGs daerah”

Tujuan: Sosialisasi IMS dan Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Perempuan; serta Pemeriksaan gratis  
Lokasi: Kota Pontianak, Kalimantan Barat 
Waktu: 18 Oktober 2008
Partisipan: 80 orang perempuan kelompok PPSW dan Pekka 
Lembaga dana: Jari Indonesia Orwil Borneo Barat

39. Monitoring MDGs dengan kartu Penilaian MDGs untuk wilayah Kota Pontianak dan Kecamatan  Rasau Jaya,  Kab. Kubu Raya.

Tujuan: Monitoring dan evaluasi capaian MDGs di wilayah Kota Pontianak dan Kecamatan Rasau Jaya kab Kubu Raya
Lokasi: Pontianak dan Kubu Raya
Waktu: Januari 2008
Peserta: 60 orang 
Lembaga Dana: JARI Indonesia Orwil Borneo Barat

40. Sosialisasi Pendidikan Politik  dan Sosialisasi Pemilihan Walikota Pontianak

Tujuan: Sosialisasi dan Pendidikan bagi pemilih perempuan pada Pemilihan Kepala Daerah (Walikota Pontianak)
Lokasi: Kota Pontianak,  Kalimantan Barat
Waktu: Agustus 2008
Partisipan: 10 kelompok perempuan dan  masyarakat berjumlah 150 orang 
Lembaga dana:  KPU Kota Pontianak

41. Forum Bersama Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan Kelompok Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW).

Tujuan: Untuk memperkuat gerakan perempuan basis agar mampu berkontribusi pada upaya pemberdayaan masyarakat secara umum
Lokasi: Banda Aceh
Waktu: 5-7 Januari 2009
Peserta: Perwakilan dari kelompok dampingan PPSW dan Pekka sebanyak 250 orang
Lembaga dana: TAF dan Word Bank

42. Workshop Advokasi Pendidikan Orang Dewasa

Tujuan: Meningkatkan kapasitas staf PPSW, terutama dalam melakukan advokasi pendidikan orang dewasa.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 11-13 Mei  2009
Peserta: 30 staf program PPSW Jakarta, Pasoendan, Borneo, Sumatra dan Sekretariat
Lembaga dana: DVV International

43. Kongres Perempuan Kalimantan I dan Kongres Perempuan Pesisir Utara Kalimantan Barat.

Tujuan:

  • Terbentuknya suatu Jaringan Perempuan untuk Kalimantan yang dapat berperan aktif daSlam proses pembangunan dan dapat menjadi bagian dari gerakan perempuan dunia yang menciptakan perdamaian. 
  • Konsolidasi kelompok perempuan Pesisir Utara dan Pembentukkan suatu Jaringan Perempuan untuk Kalimantan yang dapat berperan aktif dalam proses pembangunan.

Lokasi:  Kota Pontianak  dan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat
Waktu: 26-28 Pebruari 2009 dan Juni 2009
Peserta: 350 orang (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan) dan 150 orang dari Kaupaten Sambas
Lembaga Dana: Cordaid – Belanda – PPSW

44. Lokakarya dan  Pelatihan Perencanaan untuk mitra kerja DVV International

Tujuan:

  • Pengenalan metode perencanaan, monitoring dan evaluasi, serta system pelaporan yang baru untuk mitra kerja DVV International.
  • Memperkuat jaringan serta pertukaran pengalaman dan pemikiran antar peserta dari 4 negara

Lokasi: Inna Sindhu Beach Hotel, Sanur-Bali
Waktu: 10-14 Oktober 2009
Peserta: 23 orang dari 4 negara (Jerman, Indonesia, India dan Filipina)
Lembaga dana: DVV International

45. Workshop Nasional “Women Growing Old and Their Needs”

Tujuan:

  • Memberikan informasi tentang  Program “Financial Education for Mature Women” 
  • Memberikan pemahaman tentang perbedaan kebutuhan antara perempuan yang berusia kurang dari  40 tahun dan  lebih dari 40 tahun. 
  • Merencanakan pelaksanaan secara teknis  Program Persiapan “Financial Education for Mature Women”. 

Lokasi: Jakarta
Waktu: 19-20 Januari  2010
Peserta: 50 orang perwakilan lembaga, Universitas  
Lembaga Dana:  CITI Foundation

46. Talk Show di Radio Lokal Kota Pontianak 

Tujuan: Dialog interaktif di radio memgenai program SIAP II, dan temuan hasil Program pada tahun 2010 dan 2011
Lokasi: Radio Kenari Pontianak 
Waktu:
Tahap 1 (Pebruari 2011)
Tahap 2 (Nopember  2011) 
Partisipan: PPSW Borneo, Lurah Tanjung Hulu
Lembaga Dana: Seknas ASPPUK –Kemitraan dukungan USAID

47. Hearing DPRD Kota Pontianak

Tujuan: Menyampaikan permasalahan dan persoalan kesra di masayarat melalui dialog dengan DPRD Kota Pontianak, membangun sinergi dengan Forum dan mengetahui program yang pro terhadap rakyat.
Lokasi: DPRD Kota Pontianak  
Waktu:
– Tahap 1 (Pebruari 2011) 
– Tahap 2 (Nopember 2011) 
Partisipan: 37 orang kelompok Perempuan, Masyarakat, Tomas, Aparat kelurahan. kader PKK, Posyandu, Paud, Serikat Perempuan Basis Khatulistiwa dan Anggota DPRD Kota Pontianak (7 orang)
Lembaga Dana: Seknas ASPPUK – Kemitraan dukungan USAID

48. Workshop Kecamatan Pontianak Timur

Tujuan: Sosialisasi progam SIAP II ketingkat kecamatan, perkembangan hasil diskusi, capaian MDGS Kota Pontianak dan membangun jaringan dengan multi stake holder dari tingkat kelurahan-kecamatan dan tingkat Kota Pontianak
Lokasi: Kecamatan Pontianak Timur dan Kota Pontianak  
Waktu:
– Tahap 1 (Maret 2010 dan Pebruari 2011)
– Tahap 2 (Juli dan Oktober 2011) 
Partisipan: Kelompok Perempuan, Masyarakat, Tomas, Aparat kelurahan. Aparat Kecamatan, kader PKK, Posyandu, Paud dan  SKPD Pendidikan, Kesehatan dan Perindustrian dan Perdagangan ota Pontianak, DPRD Kota Pontianak
Lembaga Dana: Seknas ASPPUK – Kemitraan dukungan USAID

49. Focus Group Discussion Forum Integritas  

Tujuan: Membagun visi, model dan indikator pembangunan, analisa bersama hasil musrenbang 2011 (kelurahan, kecamatan dan kota Pontianak) serta membangun sinergi dalam wadah forum  integritas
Lokasi: Kecamatan Pontianak Timur dan Kota Pontianak  
Waktu:
– Tahap 1 (Maret 2010 dan Pebruari 2011)
– Tahap 2 (Juli dan Oktober 2011) 
Partisipan: 30-35 orang dari perwakilankelompok Perempuan, Masyarakat, Tomas, Aparat kelurahan. Aparat Kecamatan, kader PKK, Posyandu, Paud dan  SKPD Pendidikan, Kesehatan dan Perindustrian dan Perdagangan  Kota Pontianak, DPRD Kota Pontianak
Lembaga Dana: Seknas ASPPUK – Kemitraan dukungan USAID

50. Need Assesment Pendidikan Keuangan untuk Masyarakat Miskin  

Tujuan: Pengetahuan tentang keuangan adalah penting bagi perbaikan pengelolaan uang dan pegenalan dan penciptaan aset bagi masyarakat miskin.
Lokasi: Jakarta, Pandeglang, Sukabumi, Karawang, Aceh, Riau, Kota Pontianak, Kubu Raya.
Waktu: April – Mei 2010
Partisipan: Penyuluh, BMT, LSM
Lembaga Dana: Citi Foundation – Citi Foundation dan Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

51. Workshop Rapat Kader “Perumusan Organisasi Kolektif”

Tujuan:

  • Membahas pembentukan organisasi kolektif : merumuskan  AD/ART, langkah-langkah, dan agenda
  • Membahas peran, tanggung jawab dan komitmen kader
  • Mengkonsolidasikan kelompok-kelompok di wilayah.

Lokasi: Jakarta, Jawa Barat, Banten, Aceh, Riau, Kalimantan Barat
Waktu: Mei-Juni 2010
Peserta: 180 kader lokal perempuan basis
Lembaga dana: DVV International

52. Musyawarah Besar Serikat Perempuan Basis (Mubes SPB) Wilayah tingkat Propinsi

Tujuan:

  • Merumuskan  AD/ART, langkah-langkah, dan agenda
  • Memilih Badan pengurus dan Badan Pengawas.
  • Mendeklarasikan SPB pada pemerntah daerah, yaitu SPB Jakarta, SPB Tatar Sunda, SPB Banten, SPB Rokan Hilir, SPB Aceh Bangkit dan SPB Khatulistiwa
  • Melakukan dialog dengan pengambil kebijakan di tingkat lokal.

Lokasi: Jakarta, Jawa Barat, Banten, Aceh, Riau, Kalimantan Barat
Waktu: Juli-Desember 2010
Peserta: 180 kader lokal perempuan basis
Lembaga dana: DVV International

53. Diskusi Kampung di Kecamatan  Pontianak  Timur, Kota Pontianak 

Tujuan: Sosialisasi program SIAP II, analisa sosial/pemetaan (potensi, masalah dan kebutuhan warga terkait kesejahteraan rakyat.
Lokasi: 3 titik (7 kelurahan di Kecamatan Pontianak Timur) 
Waktu:
– Tahap 1 (Agustus – Oktober 2010)
– Tahap 2 ( Juli 2011 – Agustus 2011)
Partisipan: Kelompok Perempuan, Masyarakat, Tomas, Aparat kelurahan.
Lembaga Dana: Seknas ASPPUK – Kemitraan dukungan USAID

54. Workshop “Pentingnya peran serta keluarga dalam menjaga kesehatan reproduksi

Tujuan: Memberikan penyadaran kepada para suami kader lokal tentang pentingnya peran seluruh keluarga dalam menjaga dan merawat kesehatan reproduksi 
Lokasi: Jakarta
Waktu: 24 Oktober 2010
Peserta: 25 orang suami kader lokal kelompok dampingan PPSW Jakarta 
Lembaga Dana:  IIZ/DVV 

55. Workshop Hak-hak Anak 

Tujuan:  Memberikan penyadaran kepada anggota kelompok tentang Hak-hak Anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak
Lokasi: Jakarta
Waktu: 11 November 2010
Peserta: 50 anggota kelompok dampingan PPSW Jakarta 
Lembaga Dana: Global Quest 

56. Workshop UU Perlindungan Anak, Jakarta

Tujuan: Memberikan penyadaran kepada anggota kelompok tentang UU Perlindungan Anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak Lokasi: Jakarta
Waktu: 18 November 2010
Peserta: 50 anggota kelompok dampingan PPSW Jakarta 
Lembaga Dana:  Global Quest 

57. Workshop Parenting Skill 

Tujuan:

  • Membangun kesadaran para ibu terhadap keluarga Bahagia dan hak-hak Anak
  • Memberikan motivasi kepada orang tua bahwa pendidikan anak tetap menjadi prioritas walaupun kondisi ekonomi kekurangan
  • Mampu berkomunikasi dengan anak sehingga anak termotivasi dan bersemangat untuk tetap bersekolah
  • Memberikan penyadaran kepada anggota kelompok tentang Hak-hak Anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 25 dan 26 November 2010
Peserta: 50 anggota kelompok dampingan PPSW Jakarta 
Lembaga Dana: ILO 

58. Workshop Undang-Undang Hak-hak Anak

Tujuan: Memberikan penyadaran kepada anggota kelompok tentang UU Perlindungan Anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak Lokasi: Jakarta
Waktu: 26 November 2010
Peserta: 50 anggota kelompok dampingan PPSW Jakarta 
Lembaga Dana: ILO

59. Pertemuan Forum Federasi Serikat Perempuan Basis Indonesia (FSPBI) “Membangun Gerakan Perempuan Basis untuk Demokrasi”

Tujuan:

  • Merumuskan  AD/ART, langkah-langkah, dan agenda Federasi SPB
  • Memilih Badan pengurus dan Badan Pengawas
  • Meningkatkan kapasitas dan pengetahuan anggota Federasi SPB mengenai Serikat dan Advokasi
  • Melakukan dialog dengan pengambil kebijakan di tingkat nasional
  • Berbagi pengalaman dan membangun kekuatan anggota Federasi SPB

Lokasi: Jakarta
Waktu: 13-17 Desember 2010
Peserta: 140 pengurus SPB Wilayah
Lembaga dana: DVV International

60. Dialog Program-program Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta

Tujuan: Memperoleh informasi tentang program-program Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang bisa diakses oleh SD Negeri dan Swasta di Provinsi DKI Jakarta. 
Lokasi: Jakarta
Waktu:16 Desember 2010
Peserta: 40 orang terdiri dari Kepala Sekolah dan guru wilayah Klender dan Pulo Gadung, Komite Sekolah, pengurus Forum Pendidikan wilayah Klender dan Pulo Gadung, PPSW Jakarta 
Lembaga Dana:  TdH Netherlands (Terre des Hommes-Netherlands)

61. Gebyar Pelestarian Permainan Tradisional untuk anak-anak

Tujuan: Meningkatkan kemampuan staf dalam mengoptimalkan dan melestarikan permainan tradisional sebagai sarana olah raga dalam rangka menunjang tumbuh kembang anak.
Lokasi: Jakarta
Waktu: 17 Februari 2011
Peserta: 600 orang terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, lembaga-lembaga Jaringan dan pihak Gubernur DKI Jakarta 
Lembaga Dana: Kedutaan Belanda

62. Diskusi “Komunitas menghadapi Pasar Bebas”

Tujuan: Memberikan pemahaman tentang pentingnya mencintai dan menggunakan produk Indonesia  
Lokasi: Jakarta
Waktu:16 April dan 30 April 2011
Peserta: 200 orang perwakilan kelompok dan guru-guru dampingan PPSW Jakarta  
Lembaga Dana:  YLKI

63.Audiensi ke Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Sekda Kesmas Prov. DKI Jakarta, Dekranasda, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, dalam rangka Sosialisasi Hasil Survey Ekonomi Pemetaan Usaha anggota kelompok dampingan PPSW Jakarta

Tujuan: Pemaparan hasil survey ekonomi Pemetaan usaha kepada Dinas terkait dan memperoleh input untuk pelaksanaan program. 
Lokasi: Jakarta
Waktu: 5 Mei – 24 Juni 2011
Peserta: Staf PPSW Jakarta dan Konsultan WVI  
Lembaga Dana:  Ford Foundation

64. Launching Program CITI Foundation “Women Growing Old and Their Needs”

Tujuan:

  • Pemaparan hasil penelitian di kelompok dampingan PPSW 
  • Mensosialisasikan tentang kebutuhan Finansial dan Kesehatan pada Perempuan Matang (40+) kepada masyarakat, agar masyarakat khususnya perempuan mempunyai persiapan  untuk merencanakan masa tua yang bahagia.
  • Peresmian (Launching) Program Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang (40+)

Lokasi: Jakarta
Waktu:
– Soft Launching, 6 Mei 2011
– Grand Launching, 22 Juni 2011
Peserta:150 orang dari LSM, instansi pemerintah, kelompok dampingan dan TSAO Foundation  
Lembaga Dana: CITI Foundation

65. Workshop “Integritas Pendidikan Orang Dewasa dalam Sistem Pendidikan Nasional”

Tujuan:

  • Mendorong POD sebagai bagian dari pendiikan nasional yang diakui dan mempunyai kedudukan setara dengan jenis pendidikan lainnya.
  • Membangun kerja sama dan aliansi serta merumuskan advokasi POD.

Lokasi: Jakarta
Waktu: 24 Juni 2011
Peserta: 50 orang kader lokal dampingan PPSW  dan LSM Mitra 
Lembaga Dana:  DVV International

66. Workshop Sosialisasi hasil pemetaan usaha anggota dalam program ”Pemberdayaan Perempuan Basis untuk penguatan Koperasi dan partisipasi di dalam Institusi Pengambilan Keputusan di Tingkat Desa, Kabupaten dan Propinsi” 

Tujuan: Sosialisasi hasil pemetaan usaha kepada anggota dan dinas-dinas terkait dan memperoleh masukan untuk pengembangan usaha anggota. 
Lokasi: Jakarta
Waktu: 26 Juli 2011
Peserta: 36 orang dari kader lokal dan anggota, dinas-dinas terkait, konsultan WVI dan staf PPSW Jakarta  
Lembaga Dana:  Ford Foundation

67. Workshop Penulisan Modul “Pendidikan Keuangan dan Kelanjutusiaan ” bersama TSAO Foundation

Tujuan: Membuat modul untuk program “Women Growing Old and Their Needs” yang akan dipergunakan pada tahun 2012 di kelompok dampingan anggota Asosiasi PPSW  
Lokasi: Jakarta
Waktu: 27-29 Juli 2011
Peserta: 12 orang dari anggota lembaga Asosiasi PPSW  
Lembaga Dana:  CITI Foundation

68. Workshop “Usaha Anggota kelompok” dalam program ”Pemberdayaan Perempuan Basis untuk penguatan Koperasi dan partisipasi di dalam Institusi Pengambilan Keputusan di Tingkat Desa, Kabupaten dan Propinsi” 

Tujuan: Membuat rencana kegiatan dan menyusun untuk pengembangan usaha sembako, handicraft dan snack kering/snack basah yang dikelola anggota kelompok dampingan PPSW Jakarta. 
Lokasi: Jakarta
Waktu: 15 dan 16 September 2011
Peserta: 43 orang anggota kelompok, konsultan WVI dan staf PPSW Jakarta  
Lembaga Dana:  Ford Foundation


E. KONSULTANSI

1. Konsultansi tentang Pengembangan Koperasi di Sektor Informal di Jakarta.

Tujuan: Untuk mengembangkan kegiatan ekonomi bagi pengusaha sektor informal dengan mendirikan pra koperasi dalam rangka mendorong mereka memperoleh akses dan kontrol akan sumberdaya ekonomi yang mereka butuhkan.
Lokasi: Penjaringan, Jakarta Utara
Waktu: Januari 1992 –  Desember 1995
Peserta: 300 orang dalam 4 kelompok.
Lembaga Dana: AIDAB (Australian Embassy)

2. Pilot Proyek Pelayanan Usaha Kecil di Wilayah Operasional Kantor PLN Cabang Binjai,  Sumatra Utara

Tujuan:

  • Untuk meningkatkan kesadaran para pengusaha kecil dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi listrik guna meningkatkan produktifitas dan efesiensi usaha, sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara umum.
  • Untuk mengembangkan sumberdaya kelompok yang dapat mengidentifikasi  tantangan, permasalahan dan pemecahannya dalam penggunaan listrik secara produktif.
  • Untuk memfasilitasi pelibatan kelompok secara maksimum dalam kegiatan pembangunan.

Lokasi: Sumatra Utara
Waktu: Agustus 1992 – Agustus 1995
Peserta: 1,600 orang dalam 80 kelompok.
Lembaga Dana: World Bank/PLN

3. Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui pengembangan Kerajinan 

Tujuan:

  • Memberikan konsultasi dalam pelatihan penyadaran jender bagi pelaksana proyek di PEKERTI
  • Memberikan teknik analisa jender bagi pelaksana proyek 

Lokasi: Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Tasik (Jawa Barat) dan Pati, Jepara (Jawa Tengah)
Waktu: 1992 -1995
Peserta: Coordinators, Petugas lapang, Motivator local dari PEKERTI dan anggota kelompok
Lembaga Dana: PEKERTI

4. Konsultasi tentang survey dan diskusi mengenai strategi Pengembangan dan Pertumbuhan Kelompok untuk proyek VMCH 

Tujuan:

  • Melaksanakan penjajagan kebutuhan pada kelompok sasaran 
  • Mencari strategi yang tepat untuk mengembangkan kelompok 

Lokasi: Lombok, Nusa Tenggara Barat
Waktu: Agustus 1993
Peserta: Pelaksanan Proyek
Lembaga Dana: CARE Indonesia

5. Pengembangan Model Pendampingan Usaha Kecil melalui Konsultasi Usaha 

Tujuan: Untuk mengembangkan model pendampingan usaha kecil pada sektor informal dalam rangka membantu mengembangkan usahanya.
Lokasi: DKI Jakarta
Waktu: Agustus 1993 – Agustus 1994
Peserta:25 perempuan dalam 5 kelompok
Lembaga Dana:FES

6. Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)

Tujuan:

  • Meningkatkan potensi perempuan kepala keluarga sehingga mereka mampu meningkatkan produktivitas kerjanya, mandiri, dan mampu mengembangkan kegiatannya.
  • Memperkuat perempuan kepala keluarga agar memiliki akses dan kontrol terhadap sumberdaya yang ada, memiliki posisi dan status sosial yang setara dengan anggota masyarakat lain, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan di berbagai tingkatan.

Lokasi: 4 Popinsi; Aceh, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tenggara.
Waktu: Februari 2002 – Janauri 2005
Peserta: 4500 perempuan kepala keluarga serta keluarganya.
Lembaga Dana: Worl Bank/PMD 

7. Program Promosi Kesehatan Reproduksi untuk Pekerja di 4 Pabrik, di Cakung, Serang, Serpong dan Tangerang

Tujuan:

  • Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi (kespro), serta memotivasi pekerja dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi
  • Menumbuhkembangkan kader kesehatan (peer educator) untuk menjadi penyampai informasi kespro, khususnya di lingkungan pabrik
  • Mengembangkan sistim informasi kespro bagi pekerja pabrik
  • Memfasiltasi penguatan pelayanan kespro di dalam pabrik atau melalui rujukan pelayanan kesehatan reproduksi di luar pabrik.
  • Meningkatkan dukungan manajemen dalam layanan kespro.

Lokasi: Cakung (EDU), Serang (IY), Serpong (IR), Tangerang (EKA)
Waktu: Maret 2003 s/d Februari 2004
Peserta: 1.200 pekerja di EDU, 14.500 pekerja di IY, 7.800 pekerja di IR dan 4.600 pekerja di EKA.
Lembaga Dana: NIKE – GA

8. Peningkatan Partisipasi Perempuan Basis dalam Pemilu 2009 untuk Menciptakan Tatanan masyarakat yang demokratis.

Tujuan:

  • Menigkatnya kesadaran perempuan basis sebagai pemilih yang kritis dalam PEMILU 2009.
  • Meningkatnya partisipasi perempuan basis dalam proses PEMILU tahun 2009, – 
  • Meningkatnya posisi tawar perempuan basis dalam PEMILU 2009.

Lokasi: Jakarta, Karawang, Cianjur, Sukabumi, Pandeglang, Lebak, Rokan Hilir, Kota Pontianak dan Kubu Raya.
Waktu: April – Juni 2009
Peserta: 11.342 perempuan
Lembaga Dana: UNDP – Election

9. Program Pendidikan Keuangan untuk Perempuan Matang (40+)

Tujuan:

  • Memberikan pemahaman tentang kebutuhan Finansial dan Kesehatan pada Perempuan Matang (40+) kepada masyarakat, agar masyarakat khususnya perempuan mempunyai persiapan  untuk merencanakan masa tua yang bahagia.
  • Memberikan pendidikan keuangan, melalui kursus kepada perempuan yang beranjak dewasa

Lokasi: Jakarta, Karawang, Cianjur, Sukabumi, Pandeglang, Lebak, Rokan Hilir, Aceh, Kota Pontianak, Kubu Raya.
Waktu:
– Persiapan program (Tahap I): Desember 2010 – Maret 2011
– Pelaksanaan program (Tahap II): September 2011 – Agustus 2013
Peserta: 600 perempuan matang (40+)
Lembaga Dana: Citi Foundation

 

F. PUBLIKASI

Publikasi yang dilakukan Asosiasi PPSW adalah dalam bentuk buku, video, brosur (leaflet), kaos, dll. Berikut adalah publikasi dalam bentuk buku dan video.

I. Buku-buku yang telah diterbitkan PPSW adalah :

  1. Dinamika Wanita Indonesia, seri 01: Multidimensional, terbit tahun 1990. Merupakan kumpulan tulisan dan hasil penelitian tentang perempuan dari berbagai sisi dan permasalahannya. Kerjasama dengan SDC.
  2. Dinamika Wanita Indonesia, seri 02 : Panduan Tenaga Pendamping Lapang Perempuan, diterbitkan tahun 1994.  Merupakan Panduan atau referensi bagi Tenaga Pendamping Lapang (TPL) Perempuan dalam mengorganisir atau melakukan pendampingan terhadap masyarakat basis. Kerjasama dengan SDC. 
  3. Dinamika Wanita Indonesia, seri 03 : Tenaga Pendamping Lapang Perempuan: Peran Strategis Namun Marginal, terbit tahun 1995. Buku ini lebih menyoroti data dan analisa tentang permasalahan dan kebutuhan TPL yang diungkapkan –antara lain- melalui Cerita Diri TPL Perempian dari berbegai wilayah Indonesia. Kerjasama dengan SDC. 
  4. Menguak Tabu, Pengalaman Lapang PPSW menyoal Hak dan Kesehatan Reproduksi Perempuan, diterbitkan tahun 2002. Tentang upaya pendamping lapang PPSW bersama dengan kader lokal (community organizer/CO) dalam menyampaikan dan memberikan penyadaran tentang hak dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat basis yang tersebar di enam propinsi. Kerjasama dengan Ford Foundation.
  5. Mencoba Memadamkan Sumber Api, terbit tahun 2003. Tentang pengorganisir lapang dari wilayah-wilayah konflik di Indonesia dalam upaya mencari jalan keluar bersama masyarakat untuk mengatasi konflik yang terjadi. Bekerjasama dengan SEAPCP dan Insist. 
  6. Buletin Greget, terbit 3 bulan sekali sejak tahun 2003 sebagai media bagi perempuan basis untuk bertukar informasi, bercerita dan menyampaikan gagasannya.
  7. Lebih Jauh Tentang Kesehatan Reproduksi, diterbitkan tahun 2003. Informasi seputar persoalan dan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi, seperti menstruasi, kehamilan, alat kontrasepsi, penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS, dll. Kerjasama dengan Ford Foundation. 
  8. Kamus Kesehatan Reproduksi, terbit tahun 2003, pengertian dari istilah-istilah dalam kesehatan reproduksi perempuan untuk mempermudah kelompok perempuan basis, remaja dan masyarakat umum memahami istilah dalam kesehatan reproduksi perempuan. Kerjasama dengan Ford Foundation. 
  9. Sebuah Dunia Tanpa Suami, terbit tahun 2004 bekerjasama dengan Seknas PEKKA. Berisi tentang kisah para perempuan kepala keluarga (pekka) dari Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara dan NTT. 
  10. Kiprah, 20 Tahun Perjalanan PPSW, terbit tahun 2006. Kisah pengalaman PPSW selama 20 tahun dalam pengorganisasian masyarakat basis yang tersebar di 8 propinsi wilayah dampingan. 
  11. Rangkang Inong Meureunoe (RIM), terbit tahun 2009. Kisah kehidupan tentang perempuan basis Aceh, mereka menulis perjalanan hidupannya sendiri dalam sepuluh tulisan yang terangkai dalam buku ini. 
  12. Penyusunan Modul Administrasi dan Keuangan Koperasi Primer dan Ekonomi Rumah Tangga untuk Kelompok, terbit tahun 2009. Modul disusun untuk menunjang pelatihan-pelatihan di kelompok. Bekerja sama dengan ACE dan GE Money. 
  13. Sebuah Tekad dan Pembelajaran, terbit tahun 2010. Berisi pengalaman 5 orang Pendamping Lapang yang terangkai dalam sebuah buku tentang  gambaran  ketidakadilan gender yang ada di Aceh, kerjasama dengan The Asia Foundation 
  14. Bekerja dan Belajar bersama Perempuan Aceh, terbit tahun 2010. Berisi  pengalaman koordinator program dalam pemberdayaan dan gambaran tentang proses bekerja dan belajar bersama perempuan Aceh, kerjasama dengan The Asia Foundation 
  15. Menebar Harapan di Kawasan Pinggir Jakarta, terbit tahun 2010. Buku berisi tentang catatan para pendidik dalam Program Sekolah Ramah Anak dan Pendidikan Berbasis Karakter. Bekerja sama dengan TdH (Terre des Hommes) – Netherlands. 
  16. Panduan Pelestarian Permainan Tradisional, terbit tahun 2011. Panduan berisikan olah raga dan permainan tradisonal yang merupakan budaya suatu masyarakat yang disukai sehingga bisa membangkitkan minat terhadap olah raga dan permainan. Bekerja sama dengan Kedutaan Belanda. 


II. Video yang sudah di produksi oleh PPSW dapat dilihat disini.