Pelatihan Audio Visual Angkatan IV

Image

Pada tanggal 25-29 April 2011 yang lalu, PPSW kembali menyelenggarakan Pelatihan Audio Visual, yakni Angkatan IV, dengan peserta 6 orang dari Dinas Peternakan Kabupaten Kampar-Riau, ACE, Jakarta  dan PPSW Pasoendan, Bekasi. Untuk mengakomodasi keinginan peserta dari evaluasi-evaluasi angkatan sebelumnya, maka pelatihan angkatan IV ini diadakan selama 5 hari, dengan penambahan materi Survei Lapangan.

Sesi pertama pada pelatihan ini diadakan setelah makan siang pada hari pertama, karena menunggu kedatangan peserta dari Riau. Sesi diawali dengan pembukaan dan perkenalan, selanjutnya tentang dasar-dasar video dan video dokumentar yang difasilitasi oleh Erlan Basri, seorang praktisi video dokumenter. Sesi kedua adalah pengenalan kamera video dan teknik-teknik shooting yang difasiltiasi oleh Didit Haryadi. Setelah penjelasan teori di ruangan, kemudian dilanjutkan dengan praktek shooting di sekitar kantor PPSW Duren Sawit, Jakarta Timur. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok 2 orang, masing-masing kelompok didampingi oleh seorang fasilitator.

Image

Dalam kegiatan shoting ini peserta  memprektekkan teori-teori yang diberikan di kelas; tentang pengaturan atau setting kamera video, cara penggunaan kamera, teknik shooting, komposisi dll. Sesi malam adalah preview hasil shooting masing-masing kelompok dan dengan tugas perorangan. Fasilitator memberikan komentar dan masukan kepada setiap hasil shooting, untuk perbaikan shooting saat praktek pembuatan video di hari berikutnya. Dari hasil shooting para peserta, yang rata-rata masih pemula, memang terlihat masih banyak perbaikan, baik dari sudut pengembilan, komposisi, pengaturan cahaya, dsb. “Kita memang harus selalu melatih diri untuk menggunakan kamera video secara benar, tidak bisa hanya dalam waktu singkat lalu mahir menggunakan kamera. Untuk itu masukan-masukan dari fasilitator saat ini agar menjadi perhatian pada saat shooing-shooting selanjutnya”, demikian pesan Didit Haryadi sebelum mengakhiri sesi prevew hasil shooting.

ImageHari kedua adalah survey lokasi praktek pembuatan video, dengan sedikit perubahan pada pembagian kelompok, namun tetap 3 kelompok. Kelompok 1: Julfiadi Nawawi dan Catur Handayani Yulianti, kelompok 2: Arifin  dan Chia, kelompok 3: Dewi dan Erwanda. Lokasi yang dituju adalah kawasan Kota Tua, Jakarta Utara. Setelah briefing sebentar di lokasi shooting, masing-masing kelompok lalu menyebar mencari objek yang akan dijadikan cerita dalam videonya. Kegiatan survei ini sekaligus digunakan untuk pengambilan gambar tahap awal. Objek yang di survei dan diambil gambarnya oleh peserta antara lain, Kantor Gubernur Batavia, Musium Wayang, Menara Syahbandar, Bandar Jakarta, Jembatan Kota Intan, Musium Bahari, Pelabuhan Sunda Kelapa, serta mewawancari para pengunjung, tukang ojek sepeda, penjaga musium, penjaga kedung-gedung tua, dll. Malam harinya peserta dan fasilitator mengadakan evaluasi hasil suvei dan shooting di Hotel Grand Alia, Cikini,  Jakarta Pusat.

ImageHari ketiga peserta melakukan shooting kembali untuk melengkapi kekurangan gambar hari sebelumnya, berdasarkan hasil evaluasi dan masukan-masukan fasilitator. Sesi malam dilanjutkan dengan loging dan capture gambar-gambar hasil shooting untuk dijadikan sebagai file dengan format AVI, sebagai bahan untuk editing hari berikutnya. Hari keempat diawali dengan materi pengantar editing menggunakan Adobe  Premiere CS5, difasilitasi oleh Suhendri. Dilanjutkan dengan praktek editing hingga malam hari. Pagi hari dihari kelima, adalah finishing hasil editing dan burning kedalam DVD menggunakan Adobe Encore CS5. Masing-masing kelompok memberi judul video hasil produksinya sbb. Kelompok 1 berjudul Jejak Kota Yang Semain Tua, kelompok 2 berjudul Wisata Kota Tua, kelompok 3 berjudul Batavia.

ImageHasil produksi masing-masing Tim kemudian dipertontonkan (screening) kepada seluruh peserta dan fasilitator. Mereka saling memberikan komentar, kritikan dan saran kepada ketiga video hasil produksi peserta tersebut.

Dari hasil evalusi terhadap peserta, umumnya merasa senang dan puas dengan mengikuti pelatihan audio visual ini ”Sesuatu yang menggembiarkan bagi saya ikut kegiatan ini, selain mendapat ilmu tentang video, juga kawan-kawan semua sangat dekat, tidak ada perbedaan antara fasilitator atau instruktur dengan peseranya”  demikian menurut Arifin. Namun ada juga beberapa masukan seperti yang disampaikan oleh Yanti “Seharusnya ada pemisahan kelas pemula dan kelas lanjutan, karena saya sebagai pemula masuk kesini langsung diberikan banyak materi yang harus dipelajari. Saya terbiasa menggunakan handycam sehingga saat praktek shooting disini menggunakan kamera besar agak gagap juga. Karena tombol menunya berbeda. Tapi saya senang karena banyak praktek”.(Shd)