Musyawarah Besar Asosiasi PPSW 2011

ImageAsosiasi PPSW untuk ketiga kalinya menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes), kali ini diadakan di Wisma Werdhapura, Sanur-Bali, tanggal 24-28 Januari 2011. Dihadiri oleh 29 orang wakil-wakil lembaga Anggota Asosiasi, yaitu PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borneo, PPSW Sumatra, Sekretariat PPSW dan Yayasan Raudhatun-Nisa.

Tujuan Mubes adalah untuk melakukan evaluasi Organisasi, Kepemimpinan dan Program selama tiga tahun periode 2008 – 2010  yang merupakan hasil  Musyawarah Besar pada  tahun 2008.

 

Sedangkan agenda Mubes tahun ini yaitu:

  • Pertanggung jawaban anggota Asosiasi PPSW tahun 2008 – 2010, yang terdiri dari : PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borneo, PPSW Sumatra, Sekretariat Asosiasi PPSW (Wali Amanah), Yayasan Raudhatunnisa dan Badan Pengurus.
  • Refleksi perjalanan Asosiasi PPSW
  • Restrukturisasi Statuta menjadi AD/ART Asosiasi dan SOP dan aturan lainnya yang berkaitan dengan kelembagaan, keuangan dan sumber daya manusia.
  • Pemilihan dan Pengesahan Wali Amanah Asosiasi PPSW periode 2011 – 2013.
  • Pemilihan dan Pengesahan Direktur lembaga-lembaga Anggota Asosiasi PPSW periode 2011-2013.
  • Penetapan Badan Pengurus Asosiasi PPSW periode 2011 – 2013.
  • Perumusan Perencanaan Strategis Asosiasi PPSW untuk tiga tahun ke depan.
  • Tim Building


ImageMubes hari pertama dimulai jam 13.00 WITA, agenda utamanya adalah pertanggungjawaban dari masing-masing Lembaga Anggota, Sekretariat, Badan Pengurus dan Wali Amanah dalam Sidang Mubes. Walau banyak pertanyaan dan klarifikasi dari peserta sidang, laporan tersebut seluruhnya diterima oleh seluruh peserta Sidang Mubes, namun dengan beberapa catatan, diantaranya adalah: perbaikan laporan keuangan, dan mengirimkan melaporkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan tapi tidak dilaporkan dalam Mubes. Untuk kegiatan yang belum dilaporkan, dikirimkan ke Sekretariat Asosiasi PPSW paling lambat pertengahan Februari 2011.
Di hari pertama ini juga para Direktur Lembaga Anggota, Badan Pengurus, Wali Amanah dan Manajer Sekretariat periode 2008-2010 dinyatakan demisioner. 

Hari kedua adalah sesi refleksi untuk seluruh anggota Asosiasi PPSW yang difasilitasi oleh Bapak Handoko Soetomo dari REMDEC, yang tidak asing lagi di lingkungan Asosiasi PPSW, karena REMDEClah yang membidani berdirinya lembaga-lembaga otonomi dan desentralisasi PPSW. Sehingga saat ini menjadi Asosiasi PPSW yang beranggotakan lembaga-lembaga otonom yang mulanya merupakan cabang atau wilayah dampingan PPSW.

ImageRefleksi pertama mendiskusikan mengenai refleksi kinerja program PPSW dari tahun 2008-2010, sedangkan refleksi kedua mendiskusikan tentang refleksi organisasi dan kelembagaan PPSW dari tahun 2008-2010. Pada dua refleksi ini peserta berdiskusi secara kelompok, dan mempresentasikan hasil diskusinya pada seluruh peserta. Hasil refleksi ini akan digunakan sebagai acuan pada pembahasan AD, ART dan SOP di hari berikutnya.

Hari ketiga sidang dibuka kembali membahas AD dan ART lembaga, peserta dibagi dalam beberapa komisi dengan bahan Statuta dan SOP. Setiap komisi membahas bab-bab Statuta yang akan diuraikan menjadi AD, ART dan SOP Asosiasi PPSW. Hasil diskusi sidang komisi kemudian dipresentasikan, dibahas dan disyahkan dalam sidang pleno.

AD dan ART Asosiasi dibahas dalam 2 hari, sedangkan untuk SOP telah ditunjuk tim task force yang akan dibahas pasca Mubes, dengan pembagian kerja dan tim yang akan diatur oleh Badan Pengurus.

ImageSidang berikutnya adalah pemilihan Direktur Lembaga Anggota, Badan Pengurus dan Wali Amanah periode 2011-2013. Direktur lembaga adalah direktur yang akan mengepalai lembaga anggota, dimana secara otomatis direktur akan menjadi anggota Badan pengurs (terdiri dari 4 orang), sementara Wali Amanah adalah semacam Dewan Penasehat yang terdiri dari 2 orang. Untuk membahas hal ini, peserta berdiskusi sesuai dengan lembaganya untuk mencalonkan Direktur dan Wali Amanah dalam sidang komisi, dengan mencalonkan masing-masing 2 calon direktur. Dari diskusi tersebut, tiap lembaga kemudian mempresentasikan hadil diskusinya, dimana hanya 1 calon direktur dan 2 calon Wali Amanah yang diocalonkan. Sehingga peserta sidang pleno tidak perlu melakukan voting lagi untuk pemilihan direktur lembaga, dan hanya mengesahkan calon-calon tersebut menjadi Direktur dan memvoting 2 Wali Amanah.

Dari sidang ini, yang terpilih menjadi Wali Amanah Periode 2011-2013 adalah:

  • Nani Zulminarni, Ketua
  • Mien Rianingsih, Anggota


ImageNani Zulminarni dan Mien Rianingsih untuk periode sebelumnya juga menjadi Wali Amanah Asosiasi PPSW. Dalam AD/ART disebutkan bahwa Direktur Lembaga Anggota, Badan Pengurus dan Wali Amanah boleh menjabat selama 2 periode berturut-turut terhitung sejak Mubes ke 2 tahun 2008, dan boleh dipilih kembali setelah reses 1 periode kepemimpinan.

Sedangkan yang terpilih menjadi Direktur Lembaga Anggota periode 2011-2013 adalah:

  • Tri Endang Sulisyowati, Direktur PPSW Jakarta
  • Endang Sri Rahayu, Direktur PPSW Paseondan
  • Reny Hijazie, Direktur PPSW Borneo
  • Endang Sulfiana, Direktur PPSW Sumatra
  • Yayasan Raudhatun-Nisa belum memilih Direkturnya.


Tri Endang Sulistyowati dan Endang Sulfiana adalah Direktur dilembaga yang sama pada periode sebelumnya. Sedangkan Endang Sri Rahayu menggantikan Yayah Sobariah dan Reny Hijaze menggantikan Rosmaniar.

 

Selanjutnya ketua sidang memberikan waktu 5 menit kepada Direktur sekaligus Badan Pengurus untuk berdiskusi memilih Ketua Badan Pengurus. Ketua Badan pengurus akan dirotasi setiap tahunnya dalam 3 tahun, yaitu:

  • Tahun 1: Endang Sulfiana
  • Tahun 2: Endang Sri Rahayu
  • Tahun 3: Reny Hidjazie


ImageSetelah ditetapkan oleh Sidang, Direktur lembaga sebelumnya melakukan serah terima jabatan kepada Direktur yang baru. Sesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan rencana kerja yang dipimpin oleh Badan Pengurus. Masing-masing Lembaga Anggota, Yayasan Raudah dan Sekretariat mempersentasikan rencana strategis di lembaga masing-masing untuk 3 tahun mendatang kepada seluruh peserta Mubes.

Rencana Kerja adalah acara terakhir dari rangkaian Acara Musyaarah besar dan Perencanaan Strategis Asosiasi PPSW, pada pukul 18.00 WITA acara pun ditutup. Namun, sayang rasanya kalau ke Bali tapi tidak sempat mengelilingi dan menikmati keindahan Bali, malam hari dan esoknya (hari terakhir) peserta Mubes melakukan wisata dan belanja ke Kuta, Denpasar Barat, mengunjungi Tanah Lot dan berbelanja di Pusat Belanja Krisna, peserta pun langsung kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Merpati pada jam 19.10 WITA.