Workshop Nasional “Perempuan Beranjak Tua dan Kebutuhannya”


ImageSelama dua hari, 19-20 Januari 2011, Sekretariat PPSW menyelenggarakan Workshop Nasional “Women Growing Older and Their Needs” (Perempuan Beranjak Tua dan Kebutuhannya), di Hotel Horison Bekasi. Workshop ini diikuti oleh 25 peserta dari 5 propinsi yang merupakan staf PPSW.

Workshop yang difasilitasi oleh Tri Endang Sulistyowati ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang  program “Financial Education for Mature Women”; Memberikan pemahaman tentang perbedaan kebutuhan antara perempuan yang berusia kurang dari  40 tahun dan  lebih dari 40 tahun; Merencanakan pelaksanaan secara teknis pelaksanaan program; serta Mempersiapkan pimpinan lembaga, manager program dan staf lapang lembaga Anggota Asosiasi PPSW untuk melaksanakan program ini.


Program “Financial Education for Mature Women” kerjasama antara PPSW – Tsao Foundation – Citi Foundation, merupakan program lintas wilayah yang di Lead oleh Sekretariat PPSW dan dilaksanakan oleh Anggota Asosiasi PPSW yaitu PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borneo dan PPSW Sumatra.

ImageSelama proses peserta banyak memperoleh input tentang program yang disampaikan oleh narasumber yaitu Susana Concordo Harding – Asisten Direktur Tsao Foundation Singapura;  Marry Ann Geronimo – Direktur Tsao Foundation Singapura; Prof. Dr. Tri Budi W Rahardjo, drg. MS dari Pusat Studi Kelanjutusiaan Universitas Indonesia yang mengungkapkan data dan hasil penelitiannya tentang situasi perempuan lansia atau senior citizen di Indonesia; dan Ibu Juny Gunawan dari Senior Club Indonesia yang menceritakan pengalamannya mendampingi penduduk usia lanjut melalui day care di daerah Kapuk, Jakarta Utara.

Tsao Foundation telah sukses melakukan kegiatan pendampingan terhadap perempuan berusia di atas 40 tahun di Singapura dan PPSW akan mengadopsinya ke dalam konteks Indonesia, sebelumnya belum ada program sejenis yang dilaksanakan di Indonesia. Pernyataan salah satu narasumber, Ibu Tri Budi, semakin menguatkan latar belakang pentingnya program ini dilaksanakan, “Tanggung jawab kepala rumah tangga yang sangat besar dari sisi psikologis maupun ekonomis, ternyata masih banyak diemban oleh penduduk lansia yang seharusnya menikmati hari tua tanpa beban berat”.

ImageYang menarik pada workshop ini adalah, pada awal sesi, peserta ditanya pendapatnya mengenai Lansia, dan kebanyakan peserta menjawab pikun, beruban, cerewet, dan hal negative lainnya. Saat itulah narasumber (Susana) mengajak para peserta bermain peran menjadi orang lansia. Peserta dipakaikan penyangga lutut (yang tentunya akan menyulitkan gerak kaki), perban di siku (sebagai penghambat gerak siku), sarung tangan karet (sebagai fungsi peraba yang sudah menurun), kaca mata rabun (yang menyulitkan pandangan) dan kapas yang dipakai di telinga.

Peserta kemudian diminta untuk naik turun tangga, membaca, memasukkan benang ke lubang jarum, membelah obat tablet, dan mencari koin kecil di lantai. Bermain peran kali ini membuka mata seluruh peserta bahwa memang menjadi lansia itu tidak mudah dengan fungsi tubuh yang menurun dan fungsi semua indra yang juga menurun, menyulitkan gerak serta kemampuan berkomunikasi lansia dengan orang yang lebih muda. Selain itu, sesi ini juga membuat peserta lebih menghargai lansia dan lebih ingin membantu mereka dalam berkegiatan sehari-hari.

Di Indonesia perempuan lansia yang seharusnya sudah harus beristirahat menikmati hari tuanya ternyata masih harus mencari nafkah untuk diri dan keluarganya, momong cucu, serta melaksanakan pekerjaan-pekerjaan lainnya, bahkan tidak sedikit lansia khususnya perempuan yang hidupnya menderita di masa tuanya.

ImageOleh sebab itu perlu dilakukan pembekalan dan persiapan kepada perempuan yang sudah beranjak tua, agar kelak mereka bisa menikmati hari tuanya, salah satunya adalah melalui program pendidikan finansial untuk perempuan lansia yang digagas oleh Tsao Foundation ini.

Susana mengungkapkan “Mengapa kita mengembangkan edukasi untuk perempuan karena kita tahu perempuan mengalami kehidupan yang berbeda secara budaya dan secara sosial. Kita sebagai perempuan akan hidup lebih lama, cuma sayangnya mereka tidak bisa hidup dengan sehat dan tidak memiliki uang yang cukup untuk membiayai kehidupan mereka sendiri. Itulah mengapa sangat penting bagi perempuan untuk mempersiapkan sejak dini agar ketika menjadi lansia kelak sudah ada persiapan”.

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam program ini, PPSW akan bekerjasama dengan Pusat Studi Kelanjutusiaan UI sebagai konsultan program, mereka akan melakukan asesmen melalui survei dan kelompok diskusi terfokus (FGD) ke kelompok dampingan PPSW yang tersebar di 6 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Aceh, Riau dan Kalimantan Barat yang akan dilakukan bulan akhir Februari hingga pertengahan Maret 2011.

ImageKegiatan lainnya yang akan dilakukan dalam program ini adalah Dialog Publik dan Media Briefing  sebagai peresmian peluncuran hasil Asesmen, Studi Banding ke Tsao Foundation-Singapura, Penulisan Proposal Program Impementasi Pendidikan Finansial untuk Perempuan Tua dan Pembuatan Modul “Pendidikan Finansial untuk Perempuan Tua”.

Di akhir kegiatan dilakukan penandatanganan kerjasama program antara PPSW, Tsao Foundation dan Citi Foundation sebagai komitmen akan  melaksanakan dan mensukseskan kegiatan ini bersama-sama (shd).