Kanker Serviks dan Kanker Payudara

ImagePPSW Jakarta pada tanggal 25 Juni 2009 mengadakan pertemuan rutin kader kesehatan reproduksi dampingan PPSW dari 4 wilayah Jakarta (kecuali Jakarta Pusat). Pertemuan tersebut diisi dengan pemberian materi mengenai kanker. Acara ini difasilitasi oleh Care for Cancer Foundation (C4CF) yang merupakan organisasi independen, non profit dan non pemerintah yang digagas pada bulan Maret 2009 oleh beberapa pihak yang peduli pada masalah kanker di Indonesia. Materi mengenai dua kanker utama yang banyak diderita oleh perempuan yaitu kanker leher rahim/serviks (ca cevix) dan kanker payudara (ca mammae) disampaikan oleh dr. Utari Diat Siwi, ahli kanker dari Yayasan Kanker Indonesia (kepala klinik Yayasan Kanker Indonesia).

 
 

http://video.liputan6.com/libs/jwplayer/player-licensed-viral.swf

 

Sebelum masuk kepada materi kanker dr. Utari memperkenalkan perbedaan Tumor dan Kanker. Tumor adalah segala benjolan atau gumpalan yang timbul pada tubuh, baik yang kelihatan dipermukaan tubuh maupun yang tersembunyi di dalam tubuh. Ada dua golongan tumor, yaitu Tumor jinak – Tumor ganas – yang disebut kanker.

 

 

Tumor

 

Kanker

Terlokalisir tumbuh terbatas

Batas tidak tegas

dibatasi oleh selubung (simpai)

Tidak memiliki selubung (simpai)

Tumbuh  lambat

Tumbuh cepat

Sel tumor tidak menembus selubungnya, sehinggga tidak merasuk ke jaringan sekitar

Infiltratif (merasuk jaringan sekitar)

mudah dioperasi/diangkat

Jika dioperasi/diangkat ada kemungkinan jaringan sel yang tertinggal di jaringan tubuh

Mikroscopis mirip jaringan sel asal (tidak punya kaki dan akar)

Mempunyai kaki dan akar

Tidak destruktif

Destruktif (merusak jaringan sekitar)

 

Kemunculan dan pertumbuhan sel kanker diakibatkan oleh faktor endogen dan faktor eksogen. Faktor endogen:. yaitu faktor yang berasal dari penderita, tidak dapat diubah, seperti mutasi genetik yang diturunkan dan sebagainya, umur, suku/ras, perbedaan tempat tinggal, jenis makanan, kebiasaan, jenis kelamin, risiko bawaan. Sementara Faktor eksogen: yaitu faktor karsinogen (esis) atau faktor/zat/bahan yang berasal dari tubuh manusia itu sendiri yang dapat menyebabkan kanker, antara lain bahan kimia (kimia-industri, tar pada rokok, pengawet, penyedap dan pewarna); virus papiloma, pemberian hormon berlebihan, penyinaran atau terpajan sinar matahari berlebihan; rangsangan berupa gesekan/benturan pada salah satu bagian tubuh (sehingga menimbulkan luka yang tidak sembuh-sembuh atau kapalan); makanan yang mengandung jamur Aspergillus Flavus, kurang serat, berlemak dan alkohol; penurunan imunitas (HIV/AIDS dan penggunaan obat tertentu)

 

Untuk mendeteksi adanya kanker di dalam tubuh kita, ada 7 gejala/tanda/keluhan yang dicurigai berhubungan dengan kanker (disingkat dengan tanda WASPADA):

 
Waktu buang air besar/kecil ada perubahan kebiasaan/gangguan,

Alat pencernaan terganggu & susah menelan,

Suara serak atau batuk-batuk yang tidak sembuh,

Payudara atau di tempat/bagian tubuh lainnya ditemukan benjolan,

Andeng-andeng/tahi lalat yang berubah sifatnya, menjadi semakin besar & gatal,

Darah/lendir yang tidak normal, keluar dari lubang-lubang tubuh kita,

Adanya koreng/borok yg tidak mau sembuh-sembuh

 

Pada tahun 2015, diperkirakan akan ada 9 juta orang yang meninggal karena kanker dan tahun 2030 diperkirakan akan ada 11,4 juta kematian karena kanker. Jumlah kematian akibat kanker lebih besar daripada total jumlah kematian akibat TBC, HIV dan Malaria (WHO, 2005).  Karena kanker dapat menimpa semua dan semua bagian tubuh dan semua orang meskipun lebih banyak pada usia >40 tahun.

 

1. Kanker leher rahim

 

Kanker Serviks (ca cervix) adalah kanker terbanyak yang terjadi pada perempuan. Keganasan terjadi pada leher rahim (serviks), yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang sanggama (vagina). Kanker Serviks terjadi dimana sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker. Perubahan ini biasanya memakan waktu 10-30 tahun sampai terjadi kanker. Oleh sebab itu, sesungguhnya perempuan memiliki kesempatan waktu yang panjang untuk melakukan deteksi dini  sebelum terjadi kanker.


Di dunia, setiap 2 menit seorang perempuan  meninggal  akibat  kanker serviks
(Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono menjelaskan, berdasarkan data Depkes, di Indonesia kini terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Kanker Serviks disebabkan oleh virus Human Papilloma (HPV), penularan virus HPV bisa melalui seksual maupun non seksual, transmisi non seksual melaluipenggunaan alat-alat pribadi  seperti penggunaan bersama handuk dan pakaian yang telah terkontaminasi. Hingga 80% perempuan akan terinfeksi oleh HPV pada masa hidupnya, dan hingga 50% dari mereka akan menderita kanker pada masa hidupnya. Setiap perempuan berisiko terkena HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya tanpa memandang usia dan gaya hidup.

 

Gejala ca cervix adalah pendarahan pervaginam, keputihan bercampur darah dan berbau, nyeri panggul dan tidak dapat buang air kecil. Faktor risiko ca cervix adalah: Berganti-ganti pasangan seksual, menikah muda, banyak anak, merokok, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Namun sebelum itu terjadi, kita harus mencegahnya dengan melakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV yang diberikan kepada remaja putri dan perempuan dewasa berusia 10–55 th. Screening dengan cara Pap Smear dan Visual Inspection with Acetic Acid – IVA adalah cara untuk mendeteksi lesi pra kanker atau untuk mengetahui tanda-tanda awal kanker serviks sehingga dapat dengan mudah diobati/terapi. Namun, screening tidak dapat mecegah terjadinya kanker serviks. Jika sudah terdeteksi menderita kanker, penderita dapat mengobatinya dengan cara pembedahan (operasi), penyinaran (radioterapi), pengobatan sitostatika (kemoterapi), pengobatan hormon, peningkatan kekebalan (imunoterapi) dan kombinasi berbagai cara.

 
2. Kanker Payudara

 
Kanker kedua yang paling sering menyerang perempuan adalah kanker payudara (ca mammae), kanker jenis ini berasal dari kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara namun tidak termasuk kulit payudara. Awalnya kanker payudara berbentuk benjolan di dalam maupun di permukaan kulit payudara, untuk itu sebenarnya perempuan dapat mendeteksinya secara dini, yaitu dengan SADARI (memerikSA payuDAra sendiRI) secara teratur sebulan sekali, seminggu setelah menstruasi (haid ) dan bagi yang telah menopause setiap tanggal tertentu setiap bulan dan jika sudah terdeteksi bahwa ada benjolan di payudara, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan mammografi.

 

Tidak semua benjolan tersebut adalah kanker, karena 80 % dari benjolan bukan kanker tetapi merupakan kelainan jiinak, namun setiap benjolan atau kelainan di payudara harus dianggap sebagai keadaan yang mencurigakan ke arah keganasan sampai dapat terbukti bahwa kelainan itu jinak. Perempuan yang berisiko mengalami ca mammae adalah: mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 th, menopause pada umur lebih dari 50 th, tidak pernah menikah, menikah tetapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah umur 35 th, tidak menyusui, ada anggota keluarga yang menderita kanker payudara, mutasi gen (BRCA 1 dan BRCA 2), radiasi ion dan biasa makan makanan yang tinggi lemak

 

Gejala ca mammae adalah: Ada benjolan di payudara, bentuk, ukuran dan berat salah satu payudara berubah, timbul benjolan kecil di bawah ketiak, keluar darah/nanah/cairan encer dari puting susu, kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk dan puting susu tertarik ke dalam.

 

Intinya untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarganya, perempuan harus menyadari tanda-tanda bahaya yang telah dipaparkan di atas dan langsung menindaklanjuti jika ada salah satu dari gejala tersebut muncul. Meskipun begitu, lebih baik mencegah daripada mengobati…karena untuk mengobati biayanya akan lebih mahal, sedangkan mencegahnya hanya dengan menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian kita. (@chiet)