Membangkitkan Semangat Membangun KOPPERTI

ImageSekitar 37 ibu-ibu pengurus Kopperti (Koperasi Permata Hati), koperasi primer dan pra-koperasi dampingan PPSW yang berasal dari Jakarta, Pandeglang, Jawa Barat, Riau, dan Kalimantan Barat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Workshop “Membangkitkan Semangat Membangun Kopperti” yang diadakan pada tanggal 14-15 Mei 2009 di Kantor Asosiasi PPSW Jakarta. 

Kopperti merupakan koperasi sekunder yang  mewadahi koperasi primer dan pra koperasi dampingan PPSW di tingkat nasional. Kopperti didirikan pada tahun 2002 dengan jumlah anggota sampai saat ini berjumlah 29 koperasi/kelompok. Selama beberapa tahun perkembangan Kopperti cukup pesat, hingga pada tahun 2007 terjadi masalah yang sangat berat yaitu manager melakukan penyelewengan keuangan dan penyalahgunaan wewenang. Sejak peristiwa tersebut perkembangan Kopperti berjalan ditempat. Kegiatan simpan pinjam yang merupakan kegiatan utama mengalami penurunan baik dari segi kuantitatif maupun kualitatif.

 

 

Dengan latar belakang seperti itulah PPSW kemudian mengadakan workshop yang dibarengi dengan Rapat Anggota Tahunan pengurus Kopperti 2008. Adapun tujuan diadakannya Workshop Kopperti adalah: untuk mendiskusikan perkembangan Kopperti selama kurang lebih tujuh tahun; laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan pengurus Kopperti periode 2007-2008; mendiskusikan permasalahan dan perkembangan Kopperti serta  fungsi-fungsi penting Kopperti; dan merumuskan langkah-langkah strategis Kopperti  guna mengembalikan fungsi-fungsi penting  seluruh komponen yang ada dalam Kopperti.


Rapat Anggota Tahunan dan workshop sepenuhnya difasilitasi oleh Asosiasi PPSW, PPSW Jakarta dan PPSW Pasoendan. Agenda kegiatan pada RAT dan workshop ini adalah laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan pengurus Kopperti 2008, diskusi dengan badan pengurus asosiasi dalam rangka meng-asesmen dan mengevaluasi kegiatan dan sumberdaya yang ada di Kopperti, rencana tindak lanjut, dan memberikan semangat anggota dan pengurus Kopperti.


Rapat dibuka oleh ketua pengurus Kopperti yaitu ibu Hj. Asmaniah. Beliau menggambarkan keadaan Kopperti saat ini. Kopperti pada tahun ini agak lemah dan simpanan anggota pun menurun dikarenakan adanya krisis kepercayaan akibat tragedi penyelewengan dana. Termasuk laporan perkembangan kasus ibu Sri Sunarmi, dimana rumah beliau yang telah disita Kopperti sudah berhasil terjual, dan hasil penjualannya digunakan untuk membayar hutang ibu Sri Sunarmi di beberapa koperasi yang lain serta digunakan untuk modal Kopperti.  Setelah itu, bendahara Kopperti (ibu Sumaryati) melaporkan Neraca Keuangan (Rugi Laba) per 31 Desember 2008. Meskipun ada krisis kepercayaan antara pengurus dan anggota Kopperti, tapi anggota tetap saling menyemangati agar tetap aktif di Kopperti. RAT ditutup dengan keputusan laporan pertanggungjawaban pengurus disahkan dan diterima dengan catatan dengan dead line 30 juni 20009.


Acara dilanjutkan oleh ketua badan pengurus asosiasi PPSW dengan mengkaitkan hasil diskusi laporan pertanggungjawaban pengurus 2008 dengan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja Kopperti.


Sesi ketiga dilanjutkan dengan workshop yang bertujuan membangkitkan semangat para pengurus dan anggota Kopperti agar lebih baik lagi. Workshop dibuka oleh badan pengurus asosiasi PPSW dengan membuka brainstorming apa-apa saja unsur yang ada di Kopperti, hasil diskusi menggambarkan bahwa hampir semua anggota memiliki gambaran yang ssama tentang sumberdaya/potensi, kenaggotaan dan kepengurusan yang ada di dalam Kopperti.


Hari kedua dimulai dengan pemberian materi yang disampaikan oleh wali amanah Nani Zulminarni, materi dibuka dengan merefleksikan kembali Kopperti, kemudian narasumber memberikan materi mengenai Kecerdasan Spiritual.  Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan diskusi “Mimpi untuk Kopperti”, peserta diminta mendiskusikan impian-impian apa saja yang ingin dicapai dalam sumber daya/potensi, kepengurusan dan keanggotaan Kopperti. Dengan berdasar pada impian-impian yang ingin dicapai, maka peserta diminta untuk mendiskusikan kembali penyusunan strategi yang harus dilakukan agar impian yang dibuat bersama tersebut dapat tercapai. 

 

Workshop dan RAT ditutup dengan harapan agar anggota dan pengurus Kopperti dapat mewujudkan impian-impian yang sudah dibuat untuk mewujudkan dan mensinergikan kembali keanggotaan dan kepengurusan Kopperti. @chiet