Beragam Cara Memberdayakan Kaum Perempuan

Kaum perempuan memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Ini berlaku di masyarakat maupun keluarga. Apalagi, jumlah perempuan adalah mayoritas. Jika mereka diberdayakan, maka keluarga dan masyarakat akan sejahtera.  Namun banyak kendala hingga perempuan di berbagai negara, termasuk Indonesia, kurang berdaya. Salah satunya karena faktor kemiskinan. Ini membuat berbagai pihak prihatin. Salah satunya kalangan dunia usaha yang memang memiliki tanggung jawab sosial untuk menyelesaikan masalah ini. Banyak program yang kemudian dilaksanakan.

PT Yakult Indonesia Persada, produsen minuman susu fermentasi yang mengandung probiotik, memiliki cara khusus untuk memberdayakan kaum perempuan. Caranya dengan merekrut mereka untuk menjadi tenaga pemasaran (marketing) Yakult di lini depan. Merekalah yang menjual produk minuman asal Jepang itu kepada masyarakat secara door to door.

Perempuan yang tergabung dalam barisan ini disebut Yakult Lady. Di Indonesia jumlahnya sekitar 1.200 orang. Sedangkan di Jepang sebagai pusatnya, jumlah mereka mencapai 43.753 orang. Total Yakult Lady di 12 negara di dunia, termasuk Jepang, berjumlah 79.089 orang. Dalam sehari, mereka bisa menjual 15,4 juta botol Yakult. Dengan fakta ini, bisa dikatakan perempuan yang tergabung dalam barisan Yakult Lady sangat penting peranannya dalam memajukan perusahaan.

General Manager Marketing PT Yakult Indonesia Persada, Antonius Nababan, mengungkapkan, Yakult Lady merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk memberdayakan kaum perempuan. Dengan direkrut menjadi Yakult Lady, mereka bisa mendapat penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
"Selama ini masyarakat mempersepsikan CSR hanya penghijauan, pendidikan, atau kesehatan. Padahal cakupannya sangat luas. Yakult lady juga merupakan salah satu CSR. Sebab kaum perempuan yang tadinya bukan siapa-siapa dan tidak memiliki penghasilan, kini bisa memiliki income untuk mencukupi kebutuhan keluarganya," ujar Anton kepada Republika saat mengunjungi pabrik Yakult di Tokyo, Jepang, pekan lalu.

Kaum perempuan, kata Anton, memiliki kelebihan khusus sebagai tenaga pemasaran. Sebab mereka lebih ulet dan bisa diterima oleh konsumen. Karena itulah Yakult memilih kaum perempuan sebagai tenaga pemasaran di lini depan.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para Yakult Lady mendapat training dan pembekalan tentang penguasaan produk dan prinsip-prinsip marketing. "Selama tiga bulan pertama kami akan terus mendampingi mereka. Setelah bisa mandiri, baru kami lepas," ujar Anton menambahkan.

Soal pendapatan, dia menjelaskan, Yakult Lady bisa memperoleh penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR). Rata-rata penghasilan per bulan sekitar Rp 1 juta. Namun jika semangat dan dedikasinya tinggi, mereka bisa mendapat Rp 2 juta per bulan.

Seorang Yakult Lady membawahi area pemasaran untuk dua ribu kepala keluarga. "Tiap hari, mereka mengambil stok di kantor Yakult terdekat kemudian mendistribusikannnya ke pelanggan. Penjualan yang mereka hasilnya sekitar 20 persen dari total penjualan kami," tuturnya.

Pelatihan keuangan

Bentuk pemberdayaan perempuan lainnya adalah pendidikan keuangan keluarga. Program ini dilakukan PT GE Money Indonesia. Komponen utama program bernama Bijak Dana Perempuan ini adalah menyediakan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai keuangan bagi perempuan dari keluarga kurang mampu.

Tahap awal, program ini ini dilakukan dengan melatih 120 perempuan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Materinya tentang pengetahuan dasar pengelolaan keuangan keluarga, tata buku, usaha kecil, manajemen keuangan, pemasaran, serta membantu mereka mendidirikan koperasi khusus untuk perempuan.

Dalam pelaksanaannya, GE Money Indonesia bekerjasama dengan Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PKM) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita (PPSW).

Chief Executive Officer GE Money Indonesia, Harry Sasongko, mengungkapkan, mayoritas penduduk miskin di dunia adalah kaum perempuan. Mereka belum memiliki kedudukan setara dengan kaum laki-laki. Padahal perempuan memiliki peran penting bagi keluarga.

"Salah satu penyebab utama perempuan mengalami kemiskinan adalah rendahnya pengetahuan mereka tentang pengelolaan keuangan," katanya. Program Bijak Dana Perempuan, lanjut Harry, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kaum perempuan tentang pengelolaan keuangan. Dengan pengetahuan tersebut maka diharapkan mereka bisa mendiri secara finansial.

Direktur eksekutif PKM, Titik Hartini menyatakan, program Bijak Dana Perempuan akan memberikan kesempatan bagi mereka keluar dari kemiskinan dan memulai peran aktif untuk menyejahterakan keluarga. "Kami sendiri merasa gembira bisa bermitra dengan GE Money untuk menggarap program ini. Keahlian mereka dalam bidang keuangan akan memberikan kontribusi penting dalam keberhasilan program ini," tuturnya.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Dr Meutia Hatta, mengatakan, pemberdayaan perempuan harus mendapat perhatian dari semua pihak. Menurutnya, banyak potensi yang bisa dikembangkan dari kaum perempuan. Misalnya kemampuannya dalam beremansipasi dengan pria. "Kaum perempuan juga memiliki rasa toleransi yang tinggi sehingga sangat mudah untuk dilibatkan dalam proses pembangunan," katanya seperti dikutip Surabayawebs.com.

Dengan pemberdayaan perempuan, tutur Meutia, kemiskinan bisa diatasi. Sebab peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga semakin besar. "Perempuan yang tidak diberdayakan akan membuat pria kesulitan karena menjadi beban," ujarnya. (jar )