Pemberdayaan Perempuan dengan Pendidikan Keuangan

Perempuan memiliki peran dan fungsi yang sangat stretegis dalam keluarga dan masyarakat. Sayangnya, banyak yang tidak bisa memainkan peran itu karena faktor kemiskinan.

Ya, sebagian besar masyarakat miskin di dunia dan juga Indonesia adalah perempuan. Bahkan jumlahnya mencapai 60 hingga 70 persen. Membantu mengatasinya, perusahaan pembiayaan asal Amerika Serikat, GE Money, meluncurkan program Bijak Dana Perempuan. Program ini merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Komponen utama program ini, menyediakan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai keuangan bagi perempuan dari keluarga kurang mampu. Sebagai tahap awal, program pemberdayaan ini dilakukan dengan melatih 120 perempuan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Materinya tentang pengetahuan dasar pengelolaan keuangan keluarga, tata buku, usaha kecil, manajemen keuangan, pemasaran, serta membantu mereka mendidirikan koperasi khusus untuk perempuan.
Daerah ini dipilih karena banyak perempuan di sana berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki hasrat kuat untuk aktif dalam program tersebut. Pelaksanaannya, GE Money Indonesia menggandeng sejumlah mitra strategis, yaitu Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PKM) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita (PPSW).

Chief Executive Officer GE Money Indonesia, Harry Sasongko, mengungkapkan, mayoritas penduduk miskin di dunia adalah kaum perempuan. Mereka belum memiliki kedudukan setara dengan kaum laki-laki. Padahal perempuan memiliki peran penting bagi keluarga. "Karenanya, salah satu penyebab utama perempuan mengalami kemiskinan adalah rendahnya pengetahuan mereka tentang pengelolaan keuangan," katanya. Program Bijak Dana Perempuan ini, lanjut Harry, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kaum perempuan tentang pengelolaan keuangan. Dengan pengetahuan tersebut maka diharapkan mereka bisa mendiri secara finansial.

Direktur eksekutif PKM, Titik Hartini menyatakan, program Bijak Dana Perempuan akan memberikan kesempatan bagi mereka keluar dari kemiskinan dan memulai peran aktif untuk menyejahterakan keluarga. "Kami sendiri merasa gembira bisa bermitra dengan GE Money untuk menggarap program ini. Keahlian mereka dalam bidang keuangan akan memberikan kontribusi penting dalam keberhasilan program ini," tuturnya.

Menanggapinya, duta besar khusus PBB untuk program Millennium Development Goals (MDG's) di Asia, Erna Witoelar mengatakan, pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan merupakan dua dari delapan pilar tujuan MDG's. Kedua bidang itu sangat penting bagi Indonesia karena kembali muncul setelah terjadinya krisis ekonomi. "Meskipun tujuan ini merupakan tanggung jawab pemerintah, namun kerjasama PKM dan GE Money Indonesia jelas memperlihatkan bahwa sektor swasta juga punya peran penting. Mereka dapat memberikan bantuan materiil maupun imateriil, serta menciptakan model yang efektif dan berkelanjutan," jelasnya. jar