GE dan PKM, Bersatu Demi Pemberdayaan Perempuan

Astaga! Warta – GE Money Indonesia dan Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PKM), mengumumkan kesepakatan bersama untuk mempelopori dan mengembangkan program dengan perhatian utama pada pemberdayaan perempuan.

Bertajuk "Bijak Dana Perempuan", program ini ditujukan untuk memberi kaum perempuan kesempatan yang sangat berarti untuk dapat mengelola kecukupan finansial mereka sepanjang hayatnya.

"Kami sangat bangga dengan program "Bijak Dana Perempuan" yang kami luncurkan hari ini. Program ini membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi perempuan Indonesia, selain juga mengkontribusikan keahlian GE Money dalam bidang keuangan” kata Harry Sasongko, CEO GE Money Indonesia.

Untuk yang pertama, daerah Lenteng Agung, Jakarta terpilih untuk memulai program "Bijak Dana Perempuan" ini karena banyak yang berdomisili di daerah itu berasal dari kalangan tidak mampu namun memiliki hasrat kuat untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Pada tahap pertama, GE Money Indonesia dan PKM yang di fasilitasi oleh PPSW (Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita), akan melatih 120 perempuan akan pengetahuan dasar tentang pengelolaan keuangan keluarga, tatabuku, usaha kecil, manajemen keuangan dan pemasaran serta membantu mereka mendirikan koperasi khusus untuk perempuan.

"Hadirnya Program Bijak Dana Perempuan ini memberi kesempatan bagi kaum perempuan dari keluarga tidak mampu untuk keluar dari kungkungan kemiskinan dan memulai peran aktif mereka untuk kesejahteraan ekonomi keluarga. Kami sangat gembira memiliki mitra seperti GE Money Indonesia. Keahlian mereka dalam bidang keuangan akan rnemberikan kontribusi penting dalam keberhasilan pelaksanaan program ini” ungkap Titik Hartini, Direktur Eksekutif PKM Jakarta.

Ditambahkan Titik, bahwa Indonesia menjadi salah satu negara paling miskin di dunia dengan GDP per kapita sebesar US$ 3,800*. Diperkirakan, 16.58%** dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta masih hidup di bawah garis kemiskinan, 40% lebih dalam kategori miskin, dan dari jumlah tersebut, 60% – 70% adalah perempuan.

Dalam tatanan masyarakat saat ini, perempuan belum mendapat kedudukan yang setara meskipun mereka memainkan peran yang sangat penting baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat, keadaan ini pada umumnya disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang mereka miliki untuk memulai bisnis di sektor informal atau bisnis kecil lainnya.

Erna Witoelar, duta besar khusus PBB untuk program Millennium Development Goals di Asia Pasifik, mengatakan, "Pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan merupakan dua dari delapan pilar Tujuan Millennium Development Goals. Kedua bidang tersebut sangat penting bagi Indonesia karena kedua masalah ini kembali muncul kepermukaan setelah terjadinya krisis ekonomi."

"Meskipun tujuan ini merupakan tanggungjawab penuh pemerintah, namun kerjasama PKM dan GE Money Indonesia ini, secara jelas memperlihatkan bahwa sektor swasta juga mempunyai peran penting untuk menyediakan bantuan rnateril rnaupun imateril serta menciptakan model yang efektif dan berkelanjutan," tambahnya.