TKW Asal Kab. Sukabumi Hilang 9 Tahun di Riyadh

SUKABUMI, (GM). Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kp. Cimaja, Desa Buniwangi, Kec. Geger Bitung, Kab. Sukabumi, Masitoh (30) dikabarkan menghilang selama 9 tahun di tempat bekerjanya di Riyadh, Arab Saudi.

Pihak keluarga, termasuk suaminya, Nadin (40) sudah berusaha mencari kabar keberadaan istrinya melalui bantuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sukabumi. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda menggembirakan.

Menurut keterangan suami Masitoh, Nadin ketika ditemui "GM" di rumahnya, Jumat (22/6), kontak terakhir dilakukan melalui telepon pada tahun pertama istrinya bekerja di Riyadh. Sejak itu, ia tidak pernah menerima kabar lagi, baik melalui telepon maupun surat.

"Sejak itu, saya sekeluarga tidak menerima kabar sama sekali dari istri saya, Masitoh. Padahal saat dua tahun pertama di Riyadh, ia sempat mengirim pakaian untuk keluarga. Ke sininya kami kehilangan informasi tentang istri saya itu," tutur Nadin.

Upaya untuk mencari Masitoh, katanya, sudah dilakukan melalui Disnakertrasn Kab. Sukabumi. Selain itu, ia pun sudah minta bantuan ke Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Wanita (PPSW). Namun sampai saat ini, belum ada kabar mengenai kebearadaan istrinya itu.

"Mengenai kabar hilangnya istri saya sudah disampaikan pula ke pengerah tenaga kerja yang pertama memberangkatkan, yakni PT Amri Margatama. Tapi tidak jauh berbeda, hingga saat ini belum membuahkan hasil yang menggembirakan bagi keluarga saya disini," ujarnya.

Tak bertanggung jawab

Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat membantu mencarikan informasi mengenai keberadaan Masitoh sekarang. Ia meminta agar istrinya bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat.

"Saya meminta pemerintah dapat membantu melakukan pencarian informasi tentang keberadaan istri saya," pintanya.

Dia juga menyesalkan pihak PT Amri Margatama yang dinilai tidak bertanggung jawab.

"Mestinya perusahaan yang memberangkatkan istri saya ke luar negeri turut memerhatikan nasib istri saya sekarang. Ini malah sebaliknya, terkesan dibiarkan tanpa ada upaya untuk melakukan pencarian informasi tentang keberadaannya," katanya.

Sementara itu, Yandi (11) dan Sutinah (12) kedua anak Masitoh berharap bisa kembali bertemu dengan ibunya. Sudah hampir sembilan tahun mereka tak mendengar informasi mengenai keberadaan sang ibu di tempat kerjanya.

"Saya sangat merindukan ibu bisa segera berkumpul bersama keluarga di sini," harap Yandi yang masih duduk di bangku kelas V SD di Buniwangi, Kec. Gegerbitung, kemarin.