Memberdayakan Perempuan, Menyejahterakan Keluarga

Perempuan memiliki intensitas pertemuan dengan anak yang lebih banyak. Jika mereka diberdayakan secara ekonomi dan intelektualitas, maka akan sangat
efektif bagi pengembangan masyarakat dan bangsa.

Kaum perempuan adalah penduduk mayoritas negeri ini. Namun banyak dalam jumlah tak diimbangi dengan kualitas yang bagus. Buktinya, kaum wanita masih banyak yang terpinggirkan. Baik secara ekonomii pendidikan, politik, sosial dan kesehatan.

Kondisi ini tentu harus disikapi secara arif oleh banyak pihak. Caranya dengan melakukan berbagai upaya .untuk mengatasinya. Ini pula yang dilakukan banyak perusahaan (corporate) akhir-akhir ini. Mereka melaksanakan berbagai program pemderayaan perempuan, baik dalarn bidang ekonomi, kese­hatan, pendidikan, maupun yang lain.

Menurut data statistik, perempuan memang terpinggirkan dalam berbagai bidang. Menyangkut masalah kese­hatan, cukup banyak fakta memprihatinkan Sebanyak 50 persen perem­puan terkena anemia (kurang darah), 18 persen kekurangan energi. Kondisi ini makin diperparah dengan tingginya angka kematian ibu hamil dan menyusui.

Pada bidang pendidikan juga masih memprihatinkan. Data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) 1999 – 2000 menyebutkan, sebanyak 54 persen perempuan di Indonesia hanya sempat mengenyam pendidikan SD, 19 persen lulusan SMP, dan 27 persen lulusan SMA. Yang mengenyam bangku perguruan tinggi masih sangat sedikit.

Di sektor ekonomi, sama kondisinya. Kini angka partisipasi angkatan kerja perem­puan hanya 51 persen. Angka ini jauh dibawah laki-laki yang mencapai 86 persen. Terkait hal ini, BPS pernah melakukan survei sosial dan ekonomi. Hasilnya, 50 persen perempuan di pedesaan bekerja tapi tidak dibayar. Sangat mempri­hatinkan.

Kredit mikro bagi perempuan

Berangkat dari keprihatinan itu, salah satu sektor yang belakangan banyak diberdayakan adalah kegiatan ekonomi. Itu diyakini karena jika secara ekonomi perempuan berdaya, maka akan berdampak signifikan terhadap keluarga dan bangsa. Ini pula yang dilakukan PT Medco E & P Indonesia, anak perusahaan PT Medco Inti Dinamika. Perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak bumi tersebut meluncurkan program micro finance servive. Inilah program corporate social resposibility (CSR) yang mereka lakukan dengan memberi bantuan kredit rnikro bagi kaum perempuan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.

Frista Yusra dari divisi com­munity development PT Medco E & P Indonesia, mengungkapkan, program bantuan kredit mikro tersebut memang sasarannya kaum perempuan. Ini dalam rangka pemberdayaan secara ekonomi.

Sasaran kepada perempuan bukan tanpa alasan. Sebab, perempuan mierniliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam keluarga. "Sifat para ibu, jika mereka mendapatkan uang maka seluruhnya digunakan untuk memenui kebutuhan rumah tangga. Selain itu, mereka juga berperan dalam pendidikan anak. Pokoknya, ibu punya peran yang sangat penting dan strate­gis," ungkapnya kepada Republika.
Bantuan kredit mikro terse­but, lanjut Frista, jumlahnya Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Waktu pengembaliannya cukup pendek. Kemudahan yang ditawarkan, para ibu yang ingin memanfaatkan bantuan ini tidak perlu memiliki agunan.

Program bantuan kredit mi­kro ini, tuturnya, diluncurkan sejak 2003. Hingga saat ini sudah 500 unit usaha kecil yang merasakan manfaatnya. Jika satu unit usaha terdiri dari beberapa orang, maka sudah ada ribuan orang mendapat manfaat dari program ini. "Dari evaluasi yang kami lakukan, ternyata unit usaha yang memanfaatkan bantuan ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Sebagian dari mereka ada yang sudah bisa menjual produknya ke luar daerah. Bahkan kami sedang berupaya membuka jaringan ekspor bagi mereka," ujarnya menambahkan.

Selain bidang ekonomi, tutur Frista, pihaknya juga mengadakan program pernberdayaan di sektor pendidikan. Misalnya pengenalan lebih lanjut tentang tanaman obat di Indonesia. Selain bernilai pendidikan, kegiatan ini juga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Mengangkat derajat

Lebih lanjut Frista mengatakan, program kegiatan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk meningkatkan derajat kaum perempuan. Sebab perempuan punya pengaruh dan peran yang sangat penting dalam pengembangan keluarga dan masyarakat. “Perempuan tidak hanya melahirkan tapi punya tugas penting untuk mendidik anak-anak. Dia juga berperan sebagai entry point untuk ekonomi keluarga" ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan ketua Corporate Forum for Community Development (CFCD) Thendri Supriatno. Menurutnya, kaum perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan keluarga. Jika keluarga berkualitas, maka negara juga akan berkualitas.

Dalam hal pernberdayaan se­cara ekonomi, maka yang pa­ling memungkinkan adalah ke­giatan ekonomi yang dekat dengan kesehariannya. Misalnya membuat kue, kerajinan, usa­ha konveksi, dan sebagainya.

"Perempuan memiliki itensitas pertemuan dengan anak yang lebih banyak. Jika mereka diberdayakan secara ekonomi dan intelektualitas, maka akan sangat efektif bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Jika keluarga lebih cerdas, maka pembangunan bangsa ke depan akan lebih signifikan hasilnya" demikian katanya.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Pernberdayaan Sumberdaya Wanita (PPSW) Jakarta, Endang Sulfiana, pernberdayaan perempuan di bidang ekonomi dengan cara pemberian bantuan kredit mikro, membuat akses bagi perempuan untuk mendapatkannya lebih besar. Sebab itu disalurkan lewat koperasi dan lembaga keuangan mikro. "Dengan makin banyaknya lembaga yang memberikan akses permodalan kepada perempuan, maka akan lebih baik. Penyalurannya biasanya lewat koperasi atau lembaga keuangan mikro (LKM) sehingga perempuan lebih mudah mengakses. Kalau dulu kanbeda. Dulu penyaluran kredit lebih ditekankan pada perbankan. Padahal kebanyakan perempuan kita berada di grass root sehingga mereka sangat sulit mengakses bank,'' ungkapnya. (jar)