PPSW Rohil Sosialisasikan Hak Perempuan Sebagai Pemilih

Bagansiapiapi, RE. Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan salah satu kegiatan politik yang menjadi syarat bagi kehidupan negara yang demokratis. Pemilu merupakan sarana untuk perbaikan lembaga politik yang akhirnya berdampak pada perbaikan kehidupan politik dan kesejahteraan rakyat. Namun dalam prakteknya sering terjadi Pemilu hanya merupakan formalitas yang sarat dengan kepentingan kelompok tertentu.

Lebih parah lagi bagi pemilih perempuan yang jumlahnya lebih dari pemilih laki-laki yakni sebesar 55 %. Perempuan tidak terakomodasikan kepentingannya. Walaupun dalam undang-undang Pemilu dicantumkan bahwa parpol dalam pencalonan anggota legislatif dipusat dan daerah harus memperhatikan 30% untuk calon perempuan.

Demikian isi rilis yang ditandatangani Ketua LSM Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Ir Ratih Safarlina yang diterima Riau Express, Jumat (6/1) di sekretariat Wilayah Riau, Jl Perwira Bagan Siapiapi.

Menurut Ratih, dua faktor yang menyebabkan Pemilu yang sudah-sudah dilakukan hanya merupakan formalitas yang sarat dengan kepentingan kelompok tertentu.

Pertama, kurang adanya kemauan penguasa untuk menyelenggarakan Pemilu yang benar-benar demokratis. Hal tersebut tercermin dalam produk hukum tentang undang-undang pemilu sementara partai politik masih banyak menguntungkan penguasa.

Kedua, ketidaksiapan rakyat sebagai pemilih. Proses pembodohan rakyat berkaitan dengan hak-hak politiknya sebagai strategi yang diterapkan orde baru mempertahankan kekuasaannya benar-benar berhasil mengukuhkan rezimnya selama lebih dari tiga puluh tahun. "Penyebab kedua inilah yang mengakibatkan jumlah pemilih perempuan yang lebih banyak dari pemilih laki-laki tidak terakomodasi dalam hal suara," tegasnya.

Perjuangkan Perempuan

Di tempat terpisah Tenaga Pendamping Lapangan (TPL) PPSW Rohil, Dra. Naimah mengatakan, LSM perempuan yang berdiri sejak 9 tahun silam ini telah banyak melakukan program pemberdayaan demi memperjuangkan nasib pe­rempuan di Rohil.

Dalam pelatihan pendidikan untuk jadi pemilih bagi perempuan yang sudah dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 29-31 Januari 2004 yang lalu, menurutnya, sebagai bentuk implementasi Program PPSW dalam rangka mensukseskan Pemilu 2004. "kita tidak ada kepentingan politik apa-apa di sini, yang jelas hak-hak mereka kita sosialisasikan dan kita berilahu," papar Naimah.

Pelatihan tersebut, lanjutnya secara khusus bertujuan agar para ibu-ibu lebih mengerti tentang realitas politik perempuan. Para perempuan diharapkan memahami dan menilai kritis Pemilu 2004, memahami tentang strategi perjuangan politik perem­puan. Perempuan juga mempunyai kemampuan untuk mengkritisi parpol yang berpihak pada kepentingan pe­rempuan dan terbangunnya politik parpol.

Saat ini PPSW Wilayah Riau yang berkantor pusat di Kabupaten Rohil Bagan­siapiapi mempunyai kelompok dampingan sebanyak 31 kelompok dengan jumlah anggota sekitar 692 orang. Kegiatannya, seperti mendirikan Koperasi dan kegiatan-kegiatan diskusi, seminar serta dialog berbagai isyu tentang perempuan. (re/mg41)