Dishub Diminta Buka Trayek Sampai Pelosok

PANDEGLANG – Dinas Perhubungan (dishub) Pandeglang diminta segera membuka trayek angkutan umurn (angkum) sampai ke pelosok desa. Hal itu harus dilakukan, karena selain memhuka keterisoliran daerah dan mendorong kemajuan desa, juga akan rneningkatkan kesejahteraan rakyat. Demikian dikatakan Ketua Kelompok Wanita Pengembang Sumberdaya (KWPS) Anggrek Putih Desa Cening Kecamatan Jiput, Astuti, dalam dialog kebijakan peranserta perempuan basis pemberdayaan ekonoini rakyat yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Kabupaten Pandeglang di PKPRI Pandeglang. Rabu (16/10).

Menurut Astuti, Dishub penting mengambil kebijakan, terutamu berkaitan dengan trayek dan tarif angkum, karena mempengaruhi perekonomian rakyat. "'Karena hal itu yang paling dirasakan oleh kaum vvanita, yang tahu beban ekonomi keluarganya seliap hari mulai dari kebutuhan dapur hingga pendidikan keluarga," terang Astuti.

Sedangkan Ketua PPSW Pandeglang, Ratu Viva Saptarina dalam dialog yang diikuti 100 peserta dan dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang, Irna Narulita. Dia memandang dialog serupa perlu dibudayakan terutama ketika akan mengambil kebijakan bagi kelompok. "Sehingga setiap kebijakan yang diambil, betul-betul sesuai dengan kebutuhan kelompok, khususnya kelompok perempuan basis dampingan PPSW," jelas Viva.

Menanggapi pernyataan Ketua KWPS Jiput lenlang peri tinya pembukaan trayek angkum sampai pelosok desa, Kepala Dishub Pan­deglang, E Ruchajat menjelaskan. banyak pihak yang harus dikoordinasi pihaknya, mulai dari dinas yang mengurusi sarana transportasi, hingga pelaku usaha. "Kami siap mengkoordinasikan hal itu, namun apakah para pengusaha transportasi mau mengisi trayek yang kami buka?" jelas Ruchajat.

Karena, tambah Ruchajat, meski wacana perlu terus dikembangkan. agar baik pengusaha dan pihak terkait turut mendorong terealisasinya harapan rakyat, namun beberapa trayek ke pelosok daerah, seperti Munjul dan Cibaliung, hingga kini masih kosong. "Mungkin. para pengusaha angkum masih menghitung untung ruginya mengisi trayek tersebut" imbuhnya. (hh-13)