Demam VCD Iklan Sabun, Lecehkan Perempuan

PONTIANAK – Larisnya VCD bajakan casting 9 model iklan sabun yang beredar di kota Pontianak, dinilai telah meruntuhkan moral perempuan secara umum.

Sejumlah kalangan bereaksi keras terhadap tindak pelecehan tersebut. Menurut Fitria Villa Sahara, Anggota PPSW (Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita) Kalbar, ketika ditemui oleh Pontianak Post mengatakan hal itu terjadi karena kurangnya tingkat kesadaran terhadap nilai-nilai moral yang dimiliki oleh kedua belah pihak, salah satunya dari pihak perempuan itu sendiri. Sementara itu ungkapnya, dari pihak produser sendiri semata-mata memikirkan segi bisnisnya dengan memanfaatkan kelemahan yang dimiliki model bersangkutan.

"Tapi sebenarnya perempuan itu sendiri yang merasa memiliki kelebihan dan nilai jual sehingga dengan mudahnya mengeksploitasi diri," jelasnya prihatin.

Pembuatan setting VCD casting iklan sabun, bukan hanya telah melecehkan perempuan tetapi juga melakukan penipuan dan sudah pasti perbuatan melanggar hukum. "Tak adanya UU khusus yang memberikan perlindungan terhadap perempuan, sehingga kasus pelecehan terhadap perempuan semakin meningkat," tandasnya. Karenanya ia meminta Pemerintah membuat kebijakan dan kepastian hukum yang secara khusus mengatur pelanggaran terhadap perempuan, sehingga pelaku pelecehan terhadap perempuan bisa dijerat dengan kepastian hukum tersebut.

Villa juga menyayangkan sikap Pemerintah Daerah yang cenderung kurang perhatian terhadap pembinaan dan pemberdayaan perempuan, terutama di Kalbar. Ketegasan dari peraturan dari pemerintah harus lebih dikaji lebih lanjut.

Sehingga ada kepastian hukum yang dapat menjerat pelaku pelecehan terhadap perempuan. Namun, Villa juga tidak mengelak kalau pelecehan terhadap perempuan, disebabkan adanya anggapan dari masyarakat, bahwa perlakuan tersebut wajar. "Perempuan seharusnya segera menyadari nilai-nilai moral yang dimiliki, bahwa sebenarnya posisi perempuan itu kuat" demikian harapan Villa mengakhiri pembicaraan.(mnk)