PPSW Gelar Dialog Antar Pembuat Kebijakan

Pandeglang. Sebetulnya, permasalahan SDM di daerah muncul antara lain, disebabkan tidak teridentifikasinya potensi lokal secara baik. Sehingga, potensi yang ada tidak termanfaatkan. Potensi besar yang dimiliki oleh semua daerah adalah masyarakat kelompok basis, termasuk perempuan yang jumlahnya cukup besar. Selama ini, kelompok ini belum dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan dan transformasi sosial, tetapi Iebih dipandang sebagai objek pembangunan.

Demikian diungkapkan pengurus Pusat Pengembanaan Sumberdaya Wanita (PPSW) Ratu Viva Saptarina kepada Harian Banten, kemarin. Karena itu, menyadari tantangan daerah dalam menggali dan memanfaatkan potensi yang sedemikian besar dari perempuan bersama seluruh komponen di daerah mewujudkan otonomi dae­rah, hari ini PPSW akan menggelar dialog kebijakan antara pembuat kebijakan di daerah dengan kelompok perempuan basis. "Terutama yang selama ini didampingi oleh PPSW, pada Selasa (hari ini-red) di gedung Graha Pancasila (GP) Pandeglang," jelas Ratu Viva Saptarina yang juga pembimbing wilayah PPSW.

Sedangkan tujuan diselenggarakannya dialog ini, lanjut Viva, untuk memfasilitasi proses dialog kelompok perempuan dengan para pengambil kebijakan dalam rangka mewujudkan otonomi daerah dan mengetahui agenda pemerintah daerah dalam hal pemberdayaan perempuan.

"Lebih dari itu, membangun komitmen dan kesadaran bersama kelompok perempuan untuk menjadi pelopor perubahan sosial dalam masyarakatnya dan membangun tradisi dialog masyarakat dengan pemimpinnya," katanya.

Sebelumnya, Ratu Viva juga menjelaskan, PPSW adalah Organisasi Non Pemerintah (Ornop) atau LSM perempuan yang berkedudukan di Jakarta dan didirikan tahun 1986, mempunyai visi pemberdayaan perempuan dalam rangka ikut menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil dan demokratis. "Selain itu, untuk menunjang proses pengorganisasian dilakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan, penelitian. semi­nar dan publikasi," katanya, sambil menjelaskan program yang akan dikembangkan masalah social ekonomi, kesehatan reproduksi. pekerja migrant dan pendidikan politik serta kredit mikro,

Sedangkan dalam dialog nanti, lanjutnya. yang akan menjadi nara sumber E Ruchjat BA Assda I Pemda Pandeglang dan salah salu Wakil Ketua DPRD Pandeglang. Dan yang akan mengikuti acara ini adalah sejumlah perempuan dari berbagai tempat, yang diwakili antara dua dan lima anggotanya antara lain dari kelompok Wijaya Kusuma Desa Menes. Al Ikhlas Purwaraja, Melati Wangi dan Muslimat serta TKPM Tegal Wangi, Mawar Alas Wangi, Kb Kananga. Flamboyan dan Sinar Karya Sindang Karya, Al Ikhlas Harapan Karya, Kuntum Mekar Tegal, Sedap Malam Karya Sari, Anggrek Putih Cening. Nusa Indah Suka Raja, Bina Lestari Suka Sari. Paku Raja Banjarwangi Melati 1 dan 2 sukajadi.

Masih menurutnya, rencananya dialog ini akan diawali dengan pemaparan ide atau gagasan. konsep dan pengalaman serta hal lainnya yang relevan dengan nara sumber berkaitan dengan otonomi dan penyelenggaraan pemerintah. "Selanjutnya, masyarakat sebagai peserta dialog memberikan tanggapan, baik berupa pertanyaan klarifikasi, usulan dan masukan lainnya kepada nara sumber. Proses dialog ini akan difasilitasi atau dipandu oleh PPSW," papar Ratu Viva.(HB-3)